"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Budaya  

Menghidupkan Huruf dengan Sentuhan: Kisah Pekerja Percetakan Al-Qur’an Braille

Proses Produksi Al-Qur’an Braille yang Membutuhkan Ketelitian Tinggi

Al-Qur’an Braille yang kini dapat dibaca oleh penyandang disabilitas netra adalah hasil dari proses panjang yang memerlukan ketelitian dan kesabaran. Mulai dari penerjemahan hingga pencetakan, setiap tahap dilakukan dengan hati-hati oleh para pekerja di percetakan khusus Braille. Salah satu tokoh penting dalam proses ini adalah Sutiadi, seorang translator sekaligus pekerja percetakan Braille yang telah bekerja selama tiga tahun.

Sutiadi awalnya bertugas di Sentra Abiyoso Cimahi sebelum dipindahkan bersama tim produksi ke tempat kerjanya saat ini. Ia menjelaskan bahwa dalam proses produksi, Al-Qur’an Braille memiliki master resmi dari Kementerian Agama. Dengan demikian, proses produksi hanya melibatkan pencetakan, penggandaan, hingga penjilidan buku.

Untuk buku-buku Braille umum, satu pekerja biasanya mampu mencetak sekitar 30 buku dalam sehari. Namun, untuk Al-Qur’an Braille, prosesnya jauh lebih besar dan kompleks. Dalam satu tahun, percetakan tersebut memproduksi sekitar 50 set Al-Qur’an Braille. Setiap set terdiri dari 30 jilid, sehingga total produksi mencapai sekitar 1.500 buku.

“Al-Qur’an Braille tidak bisa jadi satu buku. Satu juz itu satu buku, jadi satu setnya ada 30 buku dan biasanya sampai dua dus besar,” ujar Sutiadi.

Meski prosesnya terlihat sederhana, tantangan tetap ada, terutama pada mesin cetak. Kadang-kadang titik Braille yang dicetak tidak sempurna, seperti ada titik yang hilang atau justru berlebih. “Kadang di layar sudah benar, tapi pas dicetak titiknya hilang satu atau kelebihan. Kalau begitu harus dicek lagi dan diperbaiki,” tambahnya.

Al-Qur’an Braille yang diproduksi di percetakan ini didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia, dari barat hingga timur. Permintaan sering datang dari berbagai organisasi penyandang disabilitas netra di Tanah Air. Selain Al-Qur’an, percetakan ini juga memproduksi kitab suci lain dalam Braille, seperti Injil. Produksi biasanya menyesuaikan kebutuhan setiap tahunnya.

“Kalau tahun lalu Al-Qur’an 70 set, Injil hanya tiga set. Tahun ini Al-Qur’an 50 set, tapi Injilnya 20 set,” ujar Sutiadi.

Proses pencetakan tersebut juga didukung lebih dari 10 mesin cetak Braille yang sebagian besar berasal dari Norwegia. Di bagian percetakan, terdapat sekitar 10 pekerja yang terlibat langsung dalam produksi buku-buku Braille.

Tahap Pengeditan yang Tidak Boleh Disia-siakan

Sebelum buku-buku tersebut dicetak, ada tahap penting lain yang tidak kalah krusial, yakni proses pengeditan master naskah. Tugas ini dipegang oleh Hendra Kusumah yang telah menjadi editor sejak 2017.

“Tugas saya memastikan master buku sudah benar sebelum dicetak,” kata Hendra. Menurutnya, proses editing tidak sekadar membaca, tetapi memeriksa setiap detail, mulai dari huruf, tanda baca hingga struktur kalimat.

“Kalau membaca biasa kan kita hanya membaca. Tapi kalau mengedit kita harus memperlambat membaca, memperhatikan koma, titik, huruf besar semuanya harus tepat,” jelasnya.

Proses pengeditan Al-Qur’an Braille bahkan bisa memakan waktu sangat lama. Untuk memeriksa master 30 juz Al-Qur’an secara keseluruhan, prosesnya bisa berlangsung hingga bertahun-tahun. Namun saat ini, master Al-Qur’an Braille sudah tersedia, sehingga prosesnya lebih banyak pada pembaruan. Biasanya setiap dua tahun dilakukan pentashihan atau evaluasi untuk menyesuaikan dengan standar mushaf terbaru.

“Kalau ada simbol hukum bacaan yang perlu ditambahkan atau disesuaikan, itu diperbarui supaya benar-benar sesuai dengan Al-Qur’an yang sebenarnya,” pungkasnya.


Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *