"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Cara Trump Cari Target Khamenei, Murka Ayatollah Naser Ajak Lawan AS-Israel

Pernyataan Jihad dari Ulama Syiah Terkemuka

Grand Ayatollah Naser Makarem Shirazi, seorang ulama Syiah terkemuka, telah menyatakan bahwa umat Muslim di seluruh dunia memiliki kewajiban agama untuk melakukan jihad melawan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini muncul setelah pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang menjadi peristiwa penting dalam dinamika politik regional.

Pembunuhan Khamenei terjadi dalam serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut menimbulkan duka cita besar di seluruh negeri, dengan ribuan warga berkumpul di Lapangan Enghelab di Teheran pada tanggal 1 Maret untuk memberikan penghormatan atas kematian pemimpinnya. Serangan udara tersebut menghancurkan kediaman Khamenei di pusat Teheran, mengakhiri pemerintahannya yang berlangsung selama 36 tahun.

Bagaimana AS dan Israel Menemukan Lokasi Khamenei?

Operasi penyerangan dilakukan berdasarkan pengawasan jangka panjang dan kolaborasi intelijen antara AS dan Israel. Beberapa faktor utama yang membantu dalam identifikasi lokasi Khamenei adalah:

  • Pengawasan Jangka Panjang: Badan Intelijen Pusat (CIA) telah mengamati pergerakan dan pola keamanan Khamenei selama beberapa bulan, memungkinkan mereka untuk memperoleh informasi akurat tentang kebiasaan dan lokasi potensial.
  • Momen Kritis: Para pejabat intelijen menemukan bahwa sebuah pertemuan tingkat tinggi yang tidak biasa yang melibatkan Khamenei bersama para pemimpin politik dan militer senior dijadwalkan pada pagi hari Sabtu, 28 Februari 2026.
  • Teknologi Pelacakan Tingkat Lanjut: Sistem pelacakan yang sangat canggih digunakan untuk melacak lokasi Khamenei, memastikan bahwa ia tidak dapat lolos dari deteksi setelah target dikonfirmasi.
  • Kolaborasi Intelijen: CIA memberikan intelijen “berakurasi tinggi” ini kepada Israel. Akibatnya, kedua negara memutuskan untuk menggeser serangan yang direncanakan dari malam hari ke siang hari (sekitar pukul 9:40 pagi waktu Teheran).
  • Pengenalan Target: Petugas intelijen mengidentifikasi tiga pertemuan serentak yang terjadi di kantor kepresidenan Iran, Pemimpin Tertinggi, dan Dewan Keamanan Nasional.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump

Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan kematian Khamenei dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Sabtu malam, menyebut diktator Islamis itu sebagai salah satu orang paling jahat dalam sejarah. Ia juga menyatakan bahwa operasi militer AS akan membuka jalan bagi pemberontakan rakyat Iran.

Trump memuji pembunuhan Khamenei, menegaskan bahwa ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi semua warga Amerika yang hebat, dan orang-orang dari banyak negara di seluruh dunia, yang telah dibunuh atau dimutilasi oleh Khamenei dan geng preman haus darahnya.

Ia juga menyatakan bahwa orang-orang yang tergabung dalam Garda Revolusi Islam, bersama dengan personel militer, polisi, dan keamanan lainnya, saat ini akan menerima kekebalan hukum. Namun, ia memperingatkan bahwa mereka “hanya akan menghadapi kematian!” di masa depan.

Prediksi Perubahan Rezim di Iran

CIA memperkirakan bahwa jika Khamenei tewas, ia kemungkinan akan digantikan oleh elemen-elemen garis keras IRGC. Presiden AS, Donald Trump, selama beberapa minggu terakhir telah mengisyaratkan bahwa AS tertarik untuk melihat perubahan rezim di Iran. Namun, belum memberikan rincian apa pun tentang pemikiran Washington mengenai siapa yang dapat memimpin negara tersebut.

Dalam pidato video pagi harinya pada hari Sabtu, Trump menggambarkan Teheran sebagai “rezim teroris” dan mendorong rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan. Serangan AS dan Israel ini terjadi setelah berminggu-minggu pertimbangan di dalam pemerintahan AS tentang apakah akan menyerang Iran menyusul protes mematikan yang meletus di sana pada bulan Desember.

Perkembangan Terkini

Dalam beberapa pekan terakhir, para pejabat AS telah berupaya mencapai kesepakatan nuklir dengan Teheran dalam upaya untuk mencegah intervensi. Dalam sebuah pengarahan pekan lalu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan kepada para anggota parlemen terkemuka yang dikenal sebagai Gang of Eight bahwa operasi AS kemungkinan akan dilanjutkan. Akan tetapi Trump dapat berubah pikiran, terutama jika negosiasi nuklir berhasil.

Pembicaraan di Jenewa tersebut tidak menghasilkan kesepakatan. Rubio memberi tahu Gang of Eight pada Jumat malam bahwa operasi untuk menyerang Iran kemungkinan akan dimulai dalam beberapa jam berikutnya. Akan tetapi mengatakan Trump masih bisa berubah pikiran, kata dua sumber yang mengetahui masalah tersebut.


Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *