Peran dan Kehidupan Ayatollah Ali Khamenei
Ayatollah Ali Khamenei adalah sosok yang sangat penting dalam politik Iran. Dengan nama lengkap Ali Hosseini Khamenei, ia lahir pada tanggal 19 April 1939. Saat ini, usianya mencapai 86 tahun. Sebagai seorang ulama dan politikus, ia telah menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran sejak tahun 1989. Hal ini membuatnya menjadi kepala negara dengan masa jabatan terlama di kawasan Timur Tengah dan pemimpin Iran dengan masa jabatan terlama kedua pada abad ke-20 dan ke-21, setelah Shah Mohammad Reza Pahlavi.
Kehidupan pribadi Ayatollah Ali Khamenei bermula dari keluarga yang memiliki latar belakang agama dan intelektual. Ia adalah anak dari pasangan Javad dan Khadijeh Mirdamadi. Ayahnya, Javad Mirdamadi, adalah seorang Alim dan Mujtahid. Ayahnya berasal dari etnis Azerbaijan dari Khamaneh, sedangkan ibunya berasal dari etnis Persia dari Yazd. Leluhur Khamenei adalah Sayyid Hossein Tafreshi, keturunan Sayyid Aftasi yang diperkirakan sampai ke Sultan ul-Ulama Ahmad, yang dikenal sebagai Sultan Sayyid, cucu dari Imam Syiah keempat, Ali al-Sajjad.
Ayatollah Ali Khamenei adalah anak kedua dari delapan bersaudara. Pendidikannya dimulai pada usia empat tahun, di mana ia mempelajari Al-Quran di Maktab. Selanjutnya, ia menghabiskan pendidikan dasar dan lanjutan di hawza Mashhad, di bawah bimbingan mentor seperti Sheikh Hashem Qazvini dan Ayatollah Milani. Pada tahun 1957, ia pergi ke Najaf, namun kembali ke Mashhad karena tidak diizinkan oleh ayahnya. Pada tahun 1958, ia menetap di Qom, tempat ia menghadiri kelas-kelas Seyyed Hossein Borujerdi dan Ruhollah Khomeini.
Kerusakan Struktur dan Kondisi Terkini
Menurut citra satelit dari Airbus Defence and Space yang diperoleh New York Times, kediaman resmi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran hancur total akibat serangan Angkatan Udara Israel pagi ini. Citra satelit tersebut fokus tepat pada kompleks Beit-e Rahbari, yang merupakan kediaman resmi, kantor administrasi, dan kompleks pertemuan utama Pemimpin Tertinggi Iran yang berusia 86 tahun.
Bukti visual menunjukkan bahwa koordinat grid spesifik ini ditetapkan sebagai target prioritas “Tier 1” selama serangan pembuka ofensif gabungan. Analis yang meninjau foto-foto tersebut menyatakan bahwa pola kawah dan ledakan konsisten dengan penggunaan amunisi penghancur bunker yang dirancang untuk menghancurkan fasilitas bawah tanah yang diperkuat di bawah bangunan permukaan.
Hingga saat ini, Ayatollah Khamenei belum terlihat, dan belum ada pesan audio atau video yang dirilis. Pada saat-saat krisis nasional sebelumnya, Pemimpin Tertinggi biasanya mengeluarkan pernyataan cepat untuk menunjukkan stabilitas. Namun, sebelum serangan, kebocoran intelijen menunjukkan bahwa Khamenei telah dievakuasi secara tergesa-gesa ke bunker yang aman dan dirahasiakan. Meski begitu, banyak pihak mulai bertanya-tanya tentang efektivitas evakuasi tersebut mengingat kerusakan yang terjadi.
Pemblokiran Media dan Ketidakpastian
Jaringan televisi pemerintah Iran dan kantor berita semi-resmi seperti Fars dan Tasnim saat ini memberlakukan pemblokiran media yang ketat terkait status Ayatollah Ali Khamenei. Program siaran sebagian besar telah beralih ke penayangan rekaman arsip keagamaan, musik patriotik, dan tayangan ulang peluncuran rudal balasan. Belum ada ‘bukti keberadaan’ yang diberikan kepada publik Iran atau komunitas internasional.
Jika Ayatollah Ali Khamenei memang tewas dalam serangan, hal itu akan memicu krisis suksesi di Iran. Khamenei memegang otoritas konstitusional tertinggi atas militer, pemerintah, dan peradilan. Kematiannya kemungkinan akan membuat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) merebut kendali absolut dan tanpa pengawasan atas negara tersebut.
Target Serangan dan Informasi Terkini
Serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) menargetkan Ali Khamenei. Hal ini dilaporkan oleh lembaga penyiaran publik Israel, Kan. Selain Ali Khamenei, serangan Israel dan AS juga disebut menargetkan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
“Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian termasuk di antara target serangan,” lapor Kan, mengutip sumber Israel, Sabtu. Sebuah sumber yang mengetahui masalah tersebut sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa Khamenei tidak berada di Teheran dan telah dipindahkan ke lokasi yang aman. Sebuah sumber Iran yang dekat dengan pemerintah mengatakan beberapa komandan senior di Korps Garda Revolusi Islam Iran dan pejabat politik telah tewas. Namun, hal ini belum dapat dikonfirmasi.
Media pemerintah melaporkan pada Sabtu pagi bahwa Pezeshkian “aman dan sehat,” setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran. “Presiden Masoud Pezeshkian aman dan sehat dan tidak mengalami masalah,” lapor kantor berita IRNA, bersama dengan kantor berita Mehr dan ISNA.
Seorang jurnalis online yang gemar membahas tren baru dan peristiwa cepat. Ia menyukai fotografi jalanan, nonton dokumenter, dan mendengar musik jazz sebagai relaksasi. Menulis baginya adalah cara memahami arah dunia. Motto hidupnya: "Setiap berita harus memberi manfaat, bukan sekadar informasi."











