"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Profil Said Abdullah, Politisi PDIP di Balik Kontroversi War Tarawih Rp300 Ribu

Profil Said Abdullah: Politisi yang Aktif dalam Kegiatan Sosial dan Politik

Said Abdullah adalah seorang politisi yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan politik, khususnya di wilayah Madura. Ia menjadi sorotan ketika warga Pajagalan, Kabupaten Sumenep, memadati jalan untuk salat Tarawih hingga membuat antusiasme luar biasa. Di balik keramaian tersebut, keluarga besar Said Abdullah juga melakukan pembagian sedekah kepada para jemaah.

Setiap jemaah yang hadir dalam rangkaian salat Tarawih mendapatkan amplop berisi uang tunai senilai Rp300 ribu. Hal ini dilakukan oleh keluarga Said Abdullah setiap bulan suci Ramadan sebagai bentuk zakat mal. Pembagian uang ini tidak hanya terjadi di satu lokasi, tetapi secara serentak di delapan titik masjid dan musala di wilayah Sumenep.

Karier Politik yang Menggelora

Said Abdullah memulai karier politiknya dengan menjadi anggota DPR RI periode 2004-2009. Selain itu, ia juga pernah menjabat Wakil Bendahara PDI-P pada 2005-2010. Karier politiknya semakin melesat ketika ia terpilih kembali menjadi anggota DPR RI pada periode 2009-2014, 2014-2019, dan 2019-2024.

Ia juga pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur bersama Bambang DH pada 2013, meskipun gagal. Saat ini, Said Abdullah menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Jatim periode 2025-2030. Selain itu, ia juga menjadi Ketua DPP PDIP dan Ketua Banggar DPR RI.

Aktivitas Sosial dan Kebaikan

Selain aktivitas politiknya, Said Abdullah juga dikenal giat dalam kegiatan sosial. Nama beliau sempat viral pada 2023 karena membagikan amplop berisi uang tunai Rp300 ribu kepada jamaah masjid. Uang tersebut dimasukkan ke dalam amplop berlogo partai politik. Namun, Said Abdullah menampik bahwa tindakan tersebut merupakan money politic.

Menurutnya, uang tersebut diberikan sepenuhnya sebagai bantuan dan sembako kepada rakyat. Logo PDIP yang terdapat di amplop disebabkan oleh keterlibatan kader partai dalam kegiatan tersebut. Said juga menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan di luar masa kampanye yang diatur oleh KPU.

Harta Kekayaan Said Abdullah

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang terakhir kali diserahkan pada 31 Maret 2025, Said Abdullah memiliki harta kekayaan yang cukup besar. Berikut rincian harta kekayaannya:

  • Tanah dan Bangunan: 45 titik dengan total nilai Rp66.587.528.091
  • Alat Transportasi dan Mesin:
  • Mobil Fortuner Jeep Tahun 2016: Rp100.000.000
  • Mobil Lexus Minibus Tahun 2020: Rp600.000.000
  • Mobil Fortuner Jeep Tahun 2023: Rp625.000.000
  • Harta Bergerak Lainnya: Rp6.585.000.000
  • Surat Berharga: Rp45.200.000.000
  • Kas dan Setara Kas: Rp15.323.675.895
  • Harta Lainnya: Rp779.049.597
  • Sub Total: Rp135.800.253.583
  • Hutang: Rp34.500.000.000
  • Total Harta Kekayaan: Rp101.300.253.583

Kegiatan Sosial Rutin Tiap Tahun

Pembagian zakat mal oleh Said Abdullah rutin dilakukan setiap tahun selama bulan Ramadan. Pada Ramadan 1447 Hijriah ini, kegiatan tersebut dilakukan secara serentak di delapan titik masjid dan musala. Beberapa di antaranya adalah Masjid Laju dan Wakaf Abdullah di Kecamatan Sumenep serta Masjid Fathimah binti Said Gauzan di Kecamatan Manding.

Ribuan jemaah yang mengikuti salat tarawih perdana Ramadan tampak menerima zakat mal berupa uang tunai yang dimasukkan dalam amplop putih tanpa logo maupun gambar tertentu. Tim distribusi zakat mal Said Abdullah di Sumenep, Moh Fauzi, menyatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kewajiban yang ditunaikan setiap tahun.


Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *