Kampoeng Quran Wijaya Kusuma: Pusat Kegiatan Ramadan di Kota Malang
Kampoeng Quran Wijaya Kusuma, yang terletak di Jalan Kalimasada, Polehan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, menjadi pusat kegiatan selama bulan Ramadan 1447 H. Berbeda dengan kampung-kampung tematik lainnya, kampung ini hampir seluruh warganya sangat religius dan aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Dari pengamatan pada Minggu (22/2/2026) sore, para warga berbondong-bondong datang ke Masjid Nailun Hamam di Kampoeng Quran Wijaya Kusuma. Puluhan warga mulai dari anak-anak hingga orang tua membaca Alquran dan ngaji bareng. Pada Ramadan kali ini, mereka membuat kelompok yang terdiri dari 5-6 orang dengan satu ustaz untuk belajar membaca Alquran.
Ketika ada salah satu yang salah melafalkan, maka para ustaz atau yang ahli membaca Alquran akan membenarkan pelafalan tersebut. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di dalam masjid, tetapi juga di rumah masing-masing warga.
Program Rutin dan Target Jangka Panjang
Ketua Kampoeng Quran Wijaya Kusuma, Dr M Burhan menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan setiap pekan selama bulan Ramadan secara bergilir di beberapa masjid. “Kita ini ngaji bareng, ini merupakan program dan salah satu agenda rutin dari Kampoeng Quran Wijaya Kusuma,” ujarnya.
Burhan menambahkan bahwa jika tidak hujan, peserta bisa sangat banyak. “Sayangnya hari ini hujan jadi cuma ada seratusan warga, kalau terang biasanya sampai 400 jamaah yang ikut tadarus disini,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa semua warga ikut, tidak hanya orang tua tapi juga anak-anak.
Kebersamaan dan Persaudaraan
Burhan menegaskan bahwa yang paling penting dalam kegiatan tersebut adalah para warga tetap guyub rukun. “Yang penting Alqurannya sama, ngajinya bareng. Itulah suasana ‘guyub’ yang disyukuri warga,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya membangun ukhuwah (persaudaraan sesama Muslim) tanpa mempermasalahkan perbedaan amalan ibadah.
Awal Berdirinya Kampoeng Quran Wijaya Kusuma
Awal mula berdirinya Kampoeng Quran Wijaya Kusuma bermula dari satu RW yang kemudian diikuti oleh warga lainnya. “Gerakan ini resmi dimulai pada 27 Maret 2022. Berawal dari satu RW (RW 06 Wijaya Kusuma, Kelurahan Polehan), kini berkembang menjadi 5 RW dan merambah ke Kelurahan Kesatrian, Kota Malang,” kata Burhan.
Ide ini muncul ketika para siswa di sekolah umum yang hanya mendapat pelajaran agama 2 jam seminggu ingin menambah ilmu di “Pondok Akhir Pekan”. Fokus pembelajarannya meliputi Akidah, Fikih, Akhlak, dan 80 persen fokus pada perbaikan bacaan serta setoran hafalan Alquran. Dari situlah akhirnya banyak yang ikut dan menjadi kampung ini.
Harapan Masa Depan
Burhan berharap ke depannya memiliki dua target utama yakni memberantas buta aksara Alquran dan setiap rumah memiliki penghafal Alquran (Hafidz/Hafidzah). “Jadi visi kami ke depan di sini memiliki dua target utama yakni jangka pendek memberantas buta aksara Alquran dan jangka panjang setiap rumah memiliki penghafal Alquran,” harapnya.
Keakraban dan Kepuasan Warga
Sementara itu, salah satu warga, Suparno mengaku senang dan bahagia bisa mengikuti ngaji bareng di Kampoeng Quran Wijaya Kusuma. Ia bersama warga lainnya tampak teliti membaca Alquran ayat demi ayat. “Saya sangat senang sekali karena warga di RW 06 ini, khususnya Polehan ini, kebersamaan untuk mengaji Alquran, untuk belajar Alquran, dan bapak-ibu serta adik-adik pun sangat kompak sekali untuk mengikuti belajar Alquran di Kampung Alquran ini,” jelas Suparno.
Suparno sudah tiga tahun ini rutin mengikuti ngaji bareng di Kampoeng Quran Wijaya Kusuma. “Saya selalu mengikuti selama tiga tahun terakhir ini. Jadi giliran dari masjid ke masjid di Kampoeng Quran Wijaya Kusuma setiap minggu,” terang Suparno. Ia berharap kegiatan di Kampoeng Quran Wijaya Kusuma dapat diikuti kampung lain di Kota Malang.











