Kritik Terbuka Bursok Anthony Marlon terhadap Pejabat Pajak
Nama Bursok Anthony Marlon kembali menjadi sorotan setelah mengirimkan surat terbuka kepada Menteri Keuangan dan Direktur Jenderal Pajak pada 9 Februari 2026. Surat ini menyoroti berbagai isu yang dianggapnya serius, termasuk dugaan korupsi, fraud dalam proses mutasi pejabat, serta diskriminasi SARA di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Selain itu, laporan LHKPN 2024 juga menjadi perhatian karena mencatat total harta kekayaannya minus Rp1,1 miliar, dengan utang mencapai Rp1,2 miliar.
Isu Korupsi dan Fraud dalam Mutasi Pejabat
Dalam surat tersebut, Bursok mendesak agar Menteri Keuangan dan Direktur Jenderal Pajak mundur jika tidak mampu menindaklanjuti laporan dugaan korupsi dan fraud yang ia laporkan. Ia menantang mereka untuk segera mengambil tindakan terhadap isu-isu yang telah ia sampaikan selama bertahun-tahun. Bursok menyatakan bahwa jika mereka tidak mampu menyelesaikan masalah ini, maka mereka harus mengundurkan diri dari jabatan masing-masing.
Selain itu, Bursok juga mengkritik kebijakan mutasi terbaru di tubuh DJP. Ia menyayangkan keputusan pimpinan yang memutasi Kepala Kantor Wilayah DJP Sumut ke jabatan yang dinilai lebih baik. Menurutnya, langkah tersebut tidak sejalan dengan harapannya agar pejabat yang bersangkutan diberhentikan secara tidak hormat (PTDH).
Perusahaan Bodong dan Tudingan Pembiaran
Sebelumnya, pada 2023, Bursok juga pernah meminta mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mundur terkait tudingan pembiaran terhadap perusahaan bodong. Menurut Bursok, aktivitas perusahaan bodong itu sangat mencurigakan karena kepemilikan virtual akun rekening di 8 bank pemerintah dan swasta dalam negeri. Perusahaan tersebut tidak memiliki NPWP dan tidak terdaftar di Dirjen AHU Kementerian Hukum dan HAM.
Bursok menilai Sri Mulyani seperti tutup mata dengan aktivitas dua perusahaan bodong tersebut, yang seharusnya kementerian melakukan pemeriksaan secara serius. Di samping itu, Busrok kesal karena Sri Mulyani dianggap telah mengobok-obok pegawai Ditjen Pajak.
Rincian Harta Kekayaan Bursok
Berikut rincian harta kekayaan Bursok berdasarkan LHKPN tahun 2024:
- A. Tanah dan Bangunan: Rp. —-
- B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp. 100.000.000
- Mobil, Daihatsu Sigra D-MT Tahun 2022, Hasil Sendiri: Rp100.000.000
- C. Harta Bergerak Lainnya: Rp. 5.000.000
- D. Surat Berharga: Rp. —-
- E. Kas dan Setara Kas: Rp. 216.374
- F. Harta Lainnya: Rp. —-
Sub Total: Rp. 105.216.374
III. Utang: Rp. 1.209.735.332
IV. Total Harta Kekayaan (II-III): Rp. -1.104.518.958
Profil Bursok
Menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2016, Bursok pernah menjadi Kepala Seksi Pelayanan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai, Sumatra Utara. Kemudian menurut LHKPN 2019, dia menjabat sebagai Kepala Seksi Bimbingan Pendataan, Penilaian, dan Pengenaan di Kanwil DJP Sumatra Utara I. Lalu, dia dipercaya menjadi Kepala Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga di Direktorat Jenderal Pajak. Berdasarkan LHKPN 2023, dia berganti jabatan menjadi Kepala Seksi Bimbingan Pendataan, Penilaian, dan Pengenaan di Direktorat Jenderal Pajak. Terakhir, menurut LHKP 2024, Bursok tercatat sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga di Direktorat Jenderal Pajak.
Tinggal di Hotel Selama Berbulan-bulan
Bursok mengaku pernah tinggal berbulan-bulan bersama istri, anak-anak, dan pembantunya di Hotel ASEAN Medan, Sumatera Utara. Ia mengaku telah mengantongi izin Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan RI selama menginap 9 bulan di Hotel ASEAN Medan (kini berubah nama menjadi Hotel Radisson Medan) pada tahun 2016. “Saya bayar bulanan waktu itu. Rp 10 juta per bulan. Saya bayar tiap tanggal 1 setiap (bulan) habis gajian,” ujarnya pada tahun 2023 silam.
Ia menjelaskan bahwa ia memilih hotel karena adanya CCTV untuk keamanan. “Dan saya sudah minta ijin ke Direktorat Kitsda dan alasan-alasannya. No problem kata mereka,” kata Bursok. Ia juga mengaku mendapat potongan harga selama menginap di Hotel ASEAN. Dia mendapat potongan harga dari yang tadinya Rp600 ribu/malam menjadi Rp300 ribu/malam.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











