"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Ini Perjalanan Karier Menginspirasi

Latar Belakang Thomas Djiwandono

Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia adalah putra dari Soedradjad Djiwandono, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) antara tahun 1993 hingga 1998. Keluarga Thomas memiliki keterkaitan kuat dengan dunia perbankan dan pemerintahan.

Thomas juga merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto. Ibunda Thomas, Biantiningsih Miderawati Djiwandono, adalah kakak dari Presiden Prabowo. Hal ini membuat Thomas memiliki latar belakang keluarga yang sangat terkait dengan politik dan ekonomi Indonesia.

Pendidikan Thomas dimulai dengan gelar S1 dalam bidang Sejarah di Haverford College, Amerika Serikat. Setelah itu, ia melanjutkan studi di bidang hubungan internasional dan ekonomi internasional di jenjang pascasarjana. Karier Thomas di sektor publik dan swasta terus berkembang, termasuk menjadi Wakil Menteri Keuangan sebelum menjabat sebagai Deputi Gubernur BI.

Proses Pengangkatan sebagai Deputi Gubernur BI

Proses pengangkatan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI dimulai setelah pengunduran diri Juda Agung dari posisinya sebagai Deputi Gubernur BI pada 13 Januari 2026. Gubernur BI Perry Warjiyo mengusulkan tiga nama calon Deputi Gubernur BI kepada Presiden Prabowo pada 14 Januari 2026. Selain Thomas Djiwandono, dua orang lainnya yang diajukan adalah Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono dan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M. Juhro.

Pencalonan Thomas resmi disetujui oleh DPR dalam rapat paripurna pada 27 Januari 2026. Setelah itu, Thomas dilantik sebagai Deputi Gubernur BI pada Senin (9/2/2026), dengan pengucapan sumpah jabatan dilakukan di hadapan Ketua Mahkamah Agung (MA).

Komitmen Terhadap Independensi BI

Dalam wawancara dan keterangan publik selama proses uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test), Thomas menegaskan komitmennya untuk menjaga independensi Bank Indonesia. Ia menyatakan bahwa independensi BI adalah prioritas utama, serta menunjukkan rasa profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, Thomas juga mengumumkan pengunduran dirinya dari keanggotaan Partai Gerindra per 31 Desember 2025 sebagai bentuk komitmen profesional. Ia berulang kali menekankan pentingnya penguatan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter. Menurutnya, sinergi tersebut dapat dipercepat dan diperkuat tanpa mengurangi cakupan otonomi BI sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Reaksi Pasar dan Kekhawatiran Investor

Penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI memicu reaksi pasar dan kekhawatiran investor terkait independensi BI. Pada pertengahan Januari 2026, menjelang finalisasi proses pencalonan, rupiah sempat melemah hingga menembus level rekor sekitar Rp16.985 per dollar AS. Kondisi ini sebagian besar dihubungkan dengan kekhawatiran atas campur tangan politik dalam kebijakan moneter.

Namun, setelah penunjukan dan pernyataan-pernyataan dari pihak BI, termasuk keputusan mempertahankan suku bunga pada saat itu, volatilitas mata uang berangsur menurun.

Peran Gubernur BI dalam Menjaga Otonomi BI

Gubernur BI Perry Warjiyo merespons kekhawatiran publik sejak isu pencalonan Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur BI dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Senin (19/1/2026). Ia menegaskan bahwa proses pengisian jabatan Deputi Gubernur tidak akan mempengaruhi pelaksanaan tugas dan kewenangan Bank Indonesia sebagai Bank Sentral sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

Perry menjelaskan bahwa pengambilan keputusan di BI tidak dilakukan perseorangan, melainkan oleh seluruh Dewan Gubernur BI secara kolektif. Seluruh rekomendasi keputusan di bank sentral juga dirumuskan dan direkomendasikan melalui komite-komite yang ada. Dalam prosesnya, BI juga bersinergi erat dengan pemerintah.

Susunan Dewan Gubernur BI Saat Ini

Setelah Thomas Djiwandono ditetapkan sebagai Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10/P Tahun 2026 tanggal 3 Februari 2026, susunan Dewan Gubernur BI menjadi sebagai berikut:

  • Gubernur: Perry Warjiyo
  • Deputi Gubernur Senior: Destry Damayanti
  • Deputi Gubernur: Aida S. Budiman
  • Deputi Gubernur: Filianingsih Hendarta
  • Deputi Gubernur: Ricky Perdana Gozali
  • Deputi Gubernur: Thomas A.M. Djiwandono
Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *