Perjalanan Karier Samsul Rizal di Birokrasi Kota Palangka Raya
Samsul Rizal, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang kini menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya, memiliki kisah perjalanan karier yang penuh dengan dedikasi dan pengabdian. Selama lebih dari tiga dekade, ia terus bergerak dari satu instansi ke instansi lain, mengisi berbagai posisi penting dalam birokrasi pemerintahan.
Lahir pada 1 Januari 1967 di Desa Gambah, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Samsul Rizal memulai masa kecilnya di daerah kelahirannya. Ia menempuh pendidikan menengah di sana, sebelum melanjutkan studi SMA di Banjarmasin. Di kota ini, ia mulai membentuk disiplin dan semangat belajar yang menjadi fondasi kehidupannya.
Setelah lulus SMA, Samsul Rizal melanjutkan pendidikan tinggi di Banjarbaru, tempat ia menempuh program Strata Satu (S1) di bidang Sosial Ekonomi Pertanian di Universitas Achmad Yani. Pendidikan tersebut menjadi awal dari perjalanan karier di dunia birokrasi.
Pada tahun 1995, ia resmi menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan ditempatkan di Kota Palangka Raya, mengikuti sang istri yang telah bekerja sebagai ASN di kota ini. Sejak saat itu, Palangka Raya menjadi tempat ia mengabdikan diri hingga kini.
Selama masa kerjanya, Samsul Rizal terus meningkatkan kompetensinya dengan menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Palangka Raya (UPR), khususnya dalam bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, yang ia selesaikan pada tahun 2008.
Perjalanan karier Samsul Rizal dimulai di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palangka Raya, yang kini telah berubah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida). Di sini, ia mengawali tugas di bidang pendataan dan lama berkecimpung dalam urusan perencanaan pembangunan daerah.
Hampir 13 tahun, sejak 1995 hingga 2008, ia mengasah pengalamannya di Bappeda sebelum akhirnya dipercaya menjabat sebagai kepala bidang dan menduduki jabatan eselon III.
Pada 2009, ia dipindahkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palangka Raya, di mana ia menjabat sebagai Kepala Bidang Pengairan hingga 2013. Bidang ini masih memiliki keterkaitan dengan latar belakang pendidikannya di bidang pertanian, terutama dalam pengelolaan sumber daya air.
Setelah itu, ia kembali ke Bappeda dan menangani Bidang Fisik. Namun, masa tugasnya di sana tidak berlangsung lama. Pada 2015–2016, Samsul Rizal kembali dipindahkan, kali ini ke Dinas Perikanan Kota Palangka Raya. Di instansi tersebut, ia bertugas sekitar dua tahun.
Perjalanan kariernya berlanjut ke Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP). Pada 2018, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Industri. Jabatan tersebut diembannya hingga 2021, sebelum kembali mendapat amanah baru.
Awal 2020 menjadi fase yang cukup menantang dalam karier Samsul Rizal. Ia dipindahkan ke Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya dan menjabat sebagai Sekretaris Dinas, tepat di masa awal pandemi Covid-19 melanda. Meski berlatar belakang non-kesehatan, ia mengaku justru mendapatkan pengalaman paling berkesan selama bertugas di instansi tersebut.
“Di Dinas Kesehatan itu tantangannya besar, apalagi saat Covid. Saya banyak belajar, mengkoordinasikan internal, menjaga semangat teman-teman, dan memastikan sistem tetap berjalan,” ujarnya.
Pada 2022, Samsul Rizal mengikuti lelang jabatan dan dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Palangka Raya. Jabatan itu diembannya hingga akhir 2025.
Memasuki 2026, Samsul Rizal kembali mendapatkan amanah baru. Pada 5 Januari 2026, ia resmi dilantik sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya. Dalam peran tersebut, ia bertanggung jawab mengoordinasikan 12 organisasi perangkat daerah (OPD) serta tiga bagian, termasuk dinas-dinas strategis yang berkaitan langsung dengan sektor pembangunan dan ekonomi daerah.
Menjelang masa pensiun pada awal 2027, Samsul Rizal menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga kinerja dan memastikan program-program pemerintah berjalan sesuai rencana, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Di luar kesibukan sebagai ASN, Samsul Rizal dikenal sebagai pribadi yang gemar berolahraga. Ia rutin bersepeda hampir setiap pagi, menyusuri rute di sekitar Kota Palangka Raya. Selain itu, ia juga rutin bermain tenis lapangan satu kali dalam sepekan untuk menjaga kebugaran.
Dalam kehidupan keluarga, Samsul Rizal menikah dengan Naimah, yang kini menjabat sebagai Sekretaris definitif di Dinas Sosial Kota Palangka Raya. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai tiga orang anak, dua laki-laki dan satu perempuan.
Selama lebih dari tiga dekade mengabdi sebagai aparatur sipil negara, Samsul Rizal memilih memaknai pengabdian sebagai tanggung jawab, bukan pencapaian pribadi. “Yang terpenting bagi saya adalah menjalankan amanah dan tanggung jawab sebaik mungkin,” ujarnya.
Sebagai pesan kepada generasi muda dan para ASN, ia menekankan pentingnya sikap terbuka terhadap kritik. “Jangan menyerah pada kritik, tetapi gunakan sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Kita harus sabar dan tidak alergi terhadap kritik,” tuturnya.
Bagi Samsul Rizal, pengabdian di birokrasi bukan soal jabatan semata, melainkan tentang konsistensi, kesabaran, dan kesediaan untuk terus belajar di setiap fase perjalanan.











