"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Pesawat Presiden AS Alami Kecemasan Saat Ke Swiss, Trump Tiba di JBA

Pesawat Presiden AS Kembali ke Pangkalan Gabungan Andrews Akibat Masalah Teknis

Pesawat kepresidenan Amerika Serikat, Air Force One, yang membawa Presiden Donald Trump terpaksa kembali ke Pangkalan Gabungan Andrews (Joint Base Andrews/JBA) pada Senin malam (20/1/2026) waktu setempat. Kejadian ini terjadi setelah pesawat mengalami situasi darurat atau “Pan-Pan!” sesaat setelah lepas landas dalam perjalanan menuju Swiss.

Presiden AS dijadwalkan menghadiri Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos. Namun, situasi mendadak memaksa pesawat untuk kembali ke pangkalan. Seorang pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa keputusan memutar balik diambil setelah awak pesawat mendeteksi adanya masalah kelistrikan kecil sesaat setelah lepas landas. Untuk menjaga standar keselamatan penerbangan presiden, kru Air Force One memilih untuk kembali ke JBA.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa awak pesawat mengikuti prosedur keselamatan standar setelah terdeteksi gangguan listrik di dalam pesawat. Menurutnya, kondisi tersebut tidak berkembang menjadi keadaan darurat besar.

“Setelah awak pesawat Air Force One mendeteksi masalah listrik kecil, dan memutuskan untuk memutar balik pesawat demi keselamatan,” ungkapnya.

Seorang reporter yang berada di dalam Air Force One mengatakan lampu di kompartemen pers sempat padam beberapa saat setelah pesawat mengudara. Namun, tidak ada penjelasan rinci yang diberikan saat itu mengenai penyebab gangguan tersebut.

Berdasarkan data pelacakan penerbangan publik dari sistem ADS-B Exchange, Air Force One diketahui berbalik arah di atas Samudra Atlantik, tepatnya di dekat Montauk, New York, di ujung timur Long Island. Pesawat kemudian mendarat kembali di Pangkalan Gabungan Andrews sekitar pukul 23.00 waktu setempat.

Meski mengalami gangguan teknis, agenda Presiden Donald Trump tidak terganggu. Setelah tiba di JBA, Trump berpindah ke pesawat cadangan untuk melanjutkan perjalanan ke Swiss.

Pengertian “Pan-Pan” dalam Penerbangan

“Pan-Pan” merupakan kode darurat dalam dunia penerbangan yang menandakan situasi mendesak namun tidak mengancam keselamatan secara langsung, berada satu tingkat di bawah kode darurat “Mayday”.

Presiden Prabowo juga akan Hadir di WEF

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan ke Davos, Swiss, usai menyelesaikan agenda kunjungan kenegaraan dan pertemuan bilateral di Inggris. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa di Swiss, Kepala Negara akan menghadiri World Economic Forum (WEF) dan menyampaikan pidato kunci di hadapan para pemimpin dunia.

“Di Davos, Swiss, Kepala Negara akan menyampaikan pidato kunci di World Economic Forum (WEF) yang rencananya akan dihadiri 61 kepala negara dan pemerintahan, serta lebih dari 1000 peserta,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis di akun Instagram resmi @Sekretariat.kabinet, Minggu (18/1/2026).

Selain menyampaikan pidato kunci, Presiden Prabowo juga dijadwalkan melakukan dialog strategis dengan para pimpinan perusahaan global dalam rangkaian kegiatan WEF.

“Presiden Prabowo juga akan melakukan dialog strategis dengan para CEO dari perusahaan terkemuka mancanegara,” ungkap Teddy.

Adapun kunjungan Presiden Prabowo ke Swiss tersebut adalah bagian dari rangkaian lawatan luar negeri yang dimulai dari Inggris. Prabowo berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma pada Minggu (18/1/2026) menggunakan pesawat kepresidenan.

Laman resmi World Economic Forum menjadwalkan pidato khusus (special address) dari Presiden Prabowo dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00-14.30 waktu setempat (CET), pada Kamis (22/1/2026). Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo dijadwalkan berbagi panggung dengan Presiden dan CEO World Economic Forum Børge Brende.

World Economic Forum merupakan pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar tiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ekonomi tersebut mempertemukan ahli, pakar, praktisi, ekonom, akademisi, dan pemimpin dunia dalam satu acara yang sama untuk berdialog membahas tantangan ekonomi masa kini dan proyeksi tantangan ekonomi ke depan.

World Economic Forum, selaku penyelenggara, merupakan organisasi non-pemerintah dan think tank yang berpusat di Cologny, Jenewa, Swiss.

Dalam World Economic Forum tahun ini, pemimpin negara lainnya yang juga menyampaikan pidato secara khusus, antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden komisi Eropa Ursula von der Leyen, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, Presiden Argentina Javier Milei, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *