"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Dampak Pujian Eggi Sudjana pada Akhlak Jokowi dan Komentar Roy Suryo, Rismon Marah: Mundur Saja

Pernyataan Eggi Sudjana dan Reaksi Keras dari Rismon Sianipar

Setelah status tersangkanya di kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ditangguhkan oleh Polda Metro Jaya dengan surat perintah penghentian penyidikan (SP3), Eggi Sudjana akhirnya muncul ke publik. Dalam pernyataannya, ia memuji akhlak Jokowi yang dinilai lebih baik meskipun dirinya merasa difitnah. Namun, pernyataan tersebut juga menyindir Roy Suryo dan kawan-kawannya yang disebutnya merasa jagoan dalam kasus ini.

Eggi mengungkap pertemuannya dengan Jokowi sebelum adanya restorative justice. Ia menegaskan bahwa Jokowi menerima dirinya dengan baik meskipun sedang dalam situasi yang tidak menguntungkan. “Pak Jokowi akhlaknya bagus. Dia terima kita dengan baik, padahal dia merasa yang difitnah,” ujar Eggi. Di sisi lain, ia menyindir Roy Suryo Cs yang disebutnya merasa jagoan dalam kasus ini melawan Jokowi.

Reaksi keras datang dari Rismon Sianipar, kolega Roy Suryo. Rismon meminta Eggi untuk mundur dari permainan dan tidak mengklaim perjuangan mereka. “Kami tidak tergiring atau pun tidak terpengaruh sedikit pun ya kalau dibilang Bang Eggi Sujana tadi dalam video. Ini bukan masalah sok jago ya,” ujar Rismon. Ia juga mengingatkan bahwa kasus ini bukan tentang jagoan, tapi tentang perbaikan sistem seleksi KPU di tahun-tahun mendatang.

Rismon juga mempertanyakan adanya SP3 untuk Eggi Sudjana yang dikeluarkan setelah dia mengajukan restorative justice. “Kalau orangnya ya tersangkanya harus meninggal dulu baru diterbitkan SP3. Kalau peristiwa pidananya ya ada barang bukti atau tidak pidana ditemu tidak ditemukan,” katanya. Menurutnya, hal ini tidak terlalu penting bagi pihaknya. Jika memang Eggi tidak mau berjuang, ia mempersilakan untuk ke pinggir lapangan.

“Silakan ke pinggir. Kami tidak mencibir. Silakan ke pinggir lapangan gitu loh. Biarkan kami melanjutkan,” ujar Rismon. Ia menegaskan bahwa perjuangan ini untuk negara, bukan kepentingan pribadi. “Perjuangan ini untuk itu. Kalau saya kepentingan saya, saya mungkin minta maaf saja selesai kok ke Solo gitu loh.”

Dialog dengan Jokowi dan Proses Restorative Justice

Eggi Sudjana memberikan pernyataan resmi sebelum keberangkatannya ke luar negeri guna menjalani pengobatan. Ia meluruskan spekulasi miring terkait pertemuannya dengan Jokowi di Solo, Jawa Tengah, pada 8 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa status tersangka yang sebelumnya disematkan kepadanya merupakan kesalahan prosedur hukum.

Eggi merujuk pada hak imunitas advokat dalam UU Nomor 18 Tahun 2003 serta posisi hukumnya sebagai pelapor awal yang seharusnya dilindungi oleh UU Perlindungan Saksi dan Korban. Dalam dialog tersebut, Eggi mengingatkan Jokowi mengenai sumpah jabatan Presiden untuk menjalankan undang-undang selurus-lurusnya.

“Kapan undang-undang yang ada justru dilanggar dalam proses penyidikan saya? Beliau merespons dengan sangat santun, ‘Inggih, inggih’,” tambah Eggi. Ia menjelaskan metode pendekatannya kepada Jokowi menggunakan analogi dialog dan tabayun untuk menyelesaikan konflik antara benar dan batil.

Tidak Ada Pembahasan Khusus

Menariknya, dalam pertemuan tersebut, kasus tudingan ijazah palsu justru tidak menjadi pembahasan. “Tidak ada pembahasan soal ijazah di sana. Kata Pak Jokowi, itu tidak penting lagi, yang penting bicara ke depan,” ungkap Eggi.

Dengan terbitnya SP3, Eggi menganggap masalah hukumnya telah selesai secara administratif. Ia juga menertibkan pihak-pihak yang mengeklaim ikut mengurus perkara ini, termasuk menyentil advokat lain yang dianggapnya hanya mencari panggung.

Bantah Minta Maaf ke Jokowi

Eggi Sudjana menegaskan bahwa dirinya tak pernah meminta maaf kepada Jokowi. “Pak Jokowi yang saya hormati, saya berharap jangan salah info.” Ia menjelaskan bahwa dirinya ke sana bukan untuk minta maaf, tetapi untuk menyampaikan alasan-alasan hukumnya. Salah satunya karena ia adalah advokat yang dalam setiap tindakannya harus tunduk pada Undang-Undang Advokat.

Selain itu, Eggi menyebut dirinya terlebih dahulu melaporkan Jokowi, sebelumnya akhirnya dilaporkan balik oleh mantan Wali Kota Solo itu. Dalam pertemuan tersebut, Eggi menyebut Jokowi bertanya ke dirinya apa langkah yang harus dilakukan. “Nah, di situlah ada RJ. Saya minta perintah kapolri, kepada kapolda, kapolda kepada dirkrimum, cabut cekal saya dan SP3-kan saya,” ujar Eggi.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *