"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Budaya  

8 Contoh Puisi Syaban 1447 H/2026, Renungan Sebelum Ramadhan

Puisi tentang Bulan Syaban: Pengantar Kebahagiaan Menuju Bulan Ramadhan

Bulan Syaban merupakan salah satu bulan penting dalam kalender hijriyah yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Sebagai bulan kedelapan, ia menjadi momen untuk mempersiapkan diri menyambut Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan keberkahan. Dalam konteks ini, puisi menjadi salah satu bentuk ekspresi yang digunakan untuk menyampaikan rasa syukur, harapan, dan doa kepada Tuhan.

Tanggal 1 Bulan Syaban 1447 H/2026 diperkirakan jatuh pada Hari Selasa, 20 Januari 2026, sesuai dengan perhitungan Kalender Hijriah Kemenag RI. Di bulan ini, umat Islam diimbau untuk memperbanyak ibadah, memohon ampunan, serta melakukan amal sholeh. Salah satu malam istimewa dalam bulan Syaban adalah Malam Nisfu Syaban, yaitu pertengahan dari bulan tersebut, yang diyakini sebagai waktu yang penuh rahmat dan kesempatan untuk memohon perlindungan dari Allah.

Berikut ini beberapa contoh puisi yang menggambarkan semangat dan makna bulan Syaban:

Puisi Bulan Sya’ban (1)

LANTUNAN BULAN SYABAN

Karya: Aditya Irfan Situmorang

Terdengar samar-samar bunyi kumandang takbir seraya bergema.

Menggamit cinta dari rawi di seberang pesisir pantura laut jawa.

Bak lentera di tengah belantara hutan menyinari semesta dikala gulita.

Para warga sangat antusias menyambut datangnya bulan penuh keagungan.

Semesta seraya ikut bertasbih bulan suci ramadhan akan segera bertandang membawa jutaan rahmat.

Berbagai macam amalan akan dilipat gandakan, umat muslim akan segera memasuki pintu gerbang utama.

Di pertengahan bulan syaban ketika burung-burung berkicau menganggungkan sang pengatur jagad raya di bumi.

Masjid langgar surau dan mushola seketika dipadati oleh jamaah dari berbagai kota daerah serta Kabupaten.

Arus lalu lintas serta hilir mudik kendaraan di jalur pantura dan tol terpantau cukup aman dibawah pengawasan polisi.

Ada setangkup rasa rindu akan kampung halaman sejuknya panorama pedesaan serta gemericik air di pinggir kali.

Para santri dan santriwati sibuk bertilawah al quran sembari menunggu kumandang adzan maghrib.

Para malaikat turun ke bumi memeriksa melaporkan catatan amal perbuatan dilakukan selama setahun penuh.

Beragam keutamaan serta fadhilah terkandung di dalamnya dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Para orang tua sibuk mengajarkan anak-anaknya membaca alquran membiasakan diri agar terbiasa.

Dengan lantunan dzikir dan doa-doa harian menanamkan arti dari keimanan serta ketaqwaan kepada Tuhan semesta alam.

Dinamika perkotaan dan pedesaan tak membuat kami lupa akan tradisi mudik berlangsung setahun sekali.

Sebab kami hanyalah perantau berjuang mencari peluang usaha serta cuan demi mencukupi kebutuhan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan dan mengangkat harkat martabat orang tua.

Bersantap sahur dengan aneka lauk pauk dari tangan terampil seorang ibu.

Para pemuda dari berbagai golongan dan ketua adat menggelar kenduri sebagai bentuk rasa syukur.

Bila engkau berkenan ijinkan kami semua agar dapat segera dipertemukan kembali dengan bulan Suci Ramadhan meraih rembulan serta menggapai ridho illahi.

Puisi Bulan Sya’ban (2)

INDAHNYA DI BULAN SYA’BAN

Karya: Farida Ganuyah Aulianti

Bulan sya’ban adalah bulan magfirah

Bulan sya’ban adalah bulan latihan puasa

Bulan sya’ban adalah bulan latihan sedekah

Bulan sya’ban adalah bulan yang penuh berkah

Pada bulan sya’ban ini dibuka pintu ampunan

Bagi siapa saja yang mau bertobat

Puasa di bulan sya’ban mendidik diri

Untuk puasa di bulan ramadhan

Semoga kita semua di beri keberkahan

Umur panjang dan kesehatan

Untuk sampai dibulan ramadan

Mengerjakan amal shaleh

Untuk bekal pulang ke kampung aba

Puisi Bulan Sya’ban (3)

HUJAN HIKMAH DI BULAN SYA’BAN

Kan kusambut BulanMu ya Rob

Bulan yang penuh hikmah

Bulan yang penuh hujan

Bulan suci Ramadhan

Di pertengahan bulan ini

Berpuluh insan suni menanti

Kembali menanti hujan

Hujan hikmah di bulan Sya’ban

Berpuluh air mineral putih

Akan menjadi transformasi

Transformasi doa dan kyai

Bagin indan pemeluk suni

Hujan keberkahan akan datang

Hujan pahala yang dirindukan

Bulan menutup lembaran lama

Lembaran kehidupan

Mari sambut bulan Sya’ban

Gerbang pembuka bulan Ramadhan

Bulan yang penuh amal kebaikan

Bulan yang penuh keberkahan

Puisi Bulan Sya’ban (4)

SAJAK MALAM SYA’BAN

Sajak kerinduan dalam dekapan

Antara dua bulan

Yang memberikan suatu lorong ampunan

Malam ini bulan tidak bertengger di tempatnya

Bintang masih berkedip melihat situasi suara

Menggema menyetubuhi ruang-ruang waktu

Membelah beberapa aliran angin yang kasat mata

Meski masih ada yang tidak peduli

Sajak malam Sya’ban

Cerita masa lalu yang memberikan anugrah baru

Cingin ini tidak berujung

Meski ada sedikit mendung

Akan ada seberkas sinar yang membawakan amalan

Dari jendela-jendela permata

Sajak malam Sya’ban

Mendengungkan dengan ratapan tangis bercampur deru ucap

Allhumma y dzal manni wa l yumannu ‘alaik,

y dzal jalli wal ikrm, y dzat thawli wal in’m, l ilha ill anta zhahral ljn wa jral mustajrn wa ma’manal kh’ifn.

Allhumma in kunta katabtan ‘indaka f ummil kitbi syaqiyyan aw mahrman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi,

famhullhumma f ummil kitbi syaqwat wa hirmn waqtitra rizq,

waktubn ‘indaka sa’dan marzqan muwaffaqan lil khairt.

Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu f kitbikal munzal ‘al lisni nabiyyikal mursal,

“yamhullhu m yasy’u wa yutsbitu, wa ‘indah ummul kitb” wa shallallhu ‘al sayyidin muhammad wa al lih wa shahbih wa sallama, walhamdu lillhi rabbil ‘alamn.

Puisi Bulan Sya’ban (5)

SYA’BAN

Semilir angin menerpa hamba

Menebarkan aroma luar biasa

Aroma Sya’ban yang sejukkan jiwa

Sya’ban telah tiba

Sya’ban…

Bulan yang diagungkan Islam

Bulannya Rasul sallallah alaih wasallam

Bulan dimana Rasul bermunajat

Mohonkan ampun bagi umat

Bulan diangkatnya amal perbuatan

Tuk dihaturkan kehadapan Tuhan semesta alam

Sya’ban…

Bulan turunnya Allah ke langit dunia

Dan melantunkan firmanNya

“Apakah tidak ada orang yang meminta ampun, sehingga Aku mengampuninya?

“Apakah tidak ada orang yang meminta rezeki, sehingga Aku memberinya rezeki?

“Apakah tidak ada orang yang terkena bala, sehingga Aku dapat menyelamatkannya?

“Apakah tidak demikian, apakah tidak demikian!

Sya’ban…

Bulan dimana Allah menyaksikan Amalan hamba yang khusyu’ beribadah

Yang menghidupkan malamnya dengan sujud menghamba

Yang memenuhi siangnya dengan puasa

Dan menghadiahkan syafaat sepenuhnya

Pada hamba yang mau melakukannya

Hingga fajar membayang dan terpakan sinarnya

Puisi Bulan Sya’ban (6)

PAGI DI BULAN SYABAN

Allahumma barik Lana fi rajaba wa sya’bana waballiqna ramadlan waqfir Lana dlonubana.

Lantunan zikir semakin berkumandang

Seperti laron yang datang tak diundang

Menyerap resap di hati terdalam

Hingga larut abadi bersemayam

Matahari sekarang sedang cerah

Mari bercermin belajar sejarah

Belajar mengambil ibrah

Sebab bulan ini bulan mulia

Berhias permata lewat berpuasa.

Puisi Bulan Sya’ban (7)

SENANDUNG SAJAK SYABAN

Pagi ini matahari sudah tersenyum

Di antara ranting pohon rindang

Sementara bulan pamit izin bersemayam

Diiringi senandung burung kutilang

Shollallahu ala Muhammad, shollallahu alaihi wasallam.

Sementara itu anak desa riang gembira

Sebab satu bulan lagi Ramadan tiba

“Sekarang mari nikmati bulan syaban mulia

Dengan rasa cinta, iman dan takwa”

Tutur anak desa di Empang sana.

Marhaban ya sahra syaban

Bulan keagungan nabi Muhammad

Yang sudah ditunggu jutaan umat

Dengan lukisan sejarah tersemat

Puisi Bulan Sya’ban (8)

PURNAMA SYA’BAN

Karya: Dian Bagus

Malam Mu kini terlihat seperti bintang yang saling bercakap

saling menyapa tuk jadi yang paling terang

seterang senyum para perindu

seperti pertanda tamu agung yang sedang menunggu

Sesekali semilir angin menghujam

memanjakan jiwa yang kegirangan

seakan telah menyambut akan bulanmu

yang dirindu semua umat

Ya, Purnama Nisfu Sya’ban

kami mengharap ya Allah

lewat satu khatam surahmu

ridai lah kami agar umur kian terarah

lanjut satu khatam kedua surahmu

memohon perlindunganmu dari tiap bencana

kini terakhir satu khatam ketiga surahmu

semoga kau cukupkan bekal kami di dunia

menuju akhirat-Mu yang abadi nan bercahaya














Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *