Puisi tentang Bulan Syaban: Pengantar Kebahagiaan Menuju Bulan Ramadhan
Bulan Syaban merupakan salah satu bulan penting dalam kalender hijriyah yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Sebagai bulan kedelapan, ia menjadi momen untuk mempersiapkan diri menyambut Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah dan keberkahan. Dalam konteks ini, puisi menjadi salah satu bentuk ekspresi yang digunakan untuk menyampaikan rasa syukur, harapan, dan doa kepada Tuhan.
Tanggal 1 Bulan Syaban 1447 H/2026 diperkirakan jatuh pada Hari Selasa, 20 Januari 2026, sesuai dengan perhitungan Kalender Hijriah Kemenag RI. Di bulan ini, umat Islam diimbau untuk memperbanyak ibadah, memohon ampunan, serta melakukan amal sholeh. Salah satu malam istimewa dalam bulan Syaban adalah Malam Nisfu Syaban, yaitu pertengahan dari bulan tersebut, yang diyakini sebagai waktu yang penuh rahmat dan kesempatan untuk memohon perlindungan dari Allah.
Berikut ini beberapa contoh puisi yang menggambarkan semangat dan makna bulan Syaban:
Puisi Bulan Sya’ban (1)
LANTUNAN BULAN SYABAN
Karya: Aditya Irfan Situmorang
Terdengar samar-samar bunyi kumandang takbir seraya bergema.
Menggamit cinta dari rawi di seberang pesisir pantura laut jawa.
Bak lentera di tengah belantara hutan menyinari semesta dikala gulita.
Para warga sangat antusias menyambut datangnya bulan penuh keagungan.
Semesta seraya ikut bertasbih bulan suci ramadhan akan segera bertandang membawa jutaan rahmat.
Berbagai macam amalan akan dilipat gandakan, umat muslim akan segera memasuki pintu gerbang utama.
Di pertengahan bulan syaban ketika burung-burung berkicau menganggungkan sang pengatur jagad raya di bumi.
Masjid langgar surau dan mushola seketika dipadati oleh jamaah dari berbagai kota daerah serta Kabupaten.
Arus lalu lintas serta hilir mudik kendaraan di jalur pantura dan tol terpantau cukup aman dibawah pengawasan polisi.
Ada setangkup rasa rindu akan kampung halaman sejuknya panorama pedesaan serta gemericik air di pinggir kali.
Para santri dan santriwati sibuk bertilawah al quran sembari menunggu kumandang adzan maghrib.
Para malaikat turun ke bumi memeriksa melaporkan catatan amal perbuatan dilakukan selama setahun penuh.
Beragam keutamaan serta fadhilah terkandung di dalamnya dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Para orang tua sibuk mengajarkan anak-anaknya membaca alquran membiasakan diri agar terbiasa.
Dengan lantunan dzikir dan doa-doa harian menanamkan arti dari keimanan serta ketaqwaan kepada Tuhan semesta alam.
Dinamika perkotaan dan pedesaan tak membuat kami lupa akan tradisi mudik berlangsung setahun sekali.
Sebab kami hanyalah perantau berjuang mencari peluang usaha serta cuan demi mencukupi kebutuhan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan dan mengangkat harkat martabat orang tua.
Bersantap sahur dengan aneka lauk pauk dari tangan terampil seorang ibu.
Para pemuda dari berbagai golongan dan ketua adat menggelar kenduri sebagai bentuk rasa syukur.
Bila engkau berkenan ijinkan kami semua agar dapat segera dipertemukan kembali dengan bulan Suci Ramadhan meraih rembulan serta menggapai ridho illahi.
Puisi Bulan Sya’ban (2)
INDAHNYA DI BULAN SYA’BAN
Karya: Farida Ganuyah Aulianti
Bulan sya’ban adalah bulan magfirah
Bulan sya’ban adalah bulan latihan puasa
Bulan sya’ban adalah bulan latihan sedekah
Bulan sya’ban adalah bulan yang penuh berkah
Pada bulan sya’ban ini dibuka pintu ampunan
Bagi siapa saja yang mau bertobat
Puasa di bulan sya’ban mendidik diri
Untuk puasa di bulan ramadhan
Semoga kita semua di beri keberkahan
Umur panjang dan kesehatan
Untuk sampai dibulan ramadan
Mengerjakan amal shaleh
Untuk bekal pulang ke kampung aba
Puisi Bulan Sya’ban (3)
HUJAN HIKMAH DI BULAN SYA’BAN
Kan kusambut BulanMu ya Rob
Bulan yang penuh hikmah
Bulan yang penuh hujan
Bulan suci Ramadhan
Di pertengahan bulan ini
Berpuluh insan suni menanti
Kembali menanti hujan
Hujan hikmah di bulan Sya’ban
Berpuluh air mineral putih
Akan menjadi transformasi
Transformasi doa dan kyai
Bagin indan pemeluk suni
Hujan keberkahan akan datang
Hujan pahala yang dirindukan
Bulan menutup lembaran lama
Lembaran kehidupan
Mari sambut bulan Sya’ban
Gerbang pembuka bulan Ramadhan
Bulan yang penuh amal kebaikan
Bulan yang penuh keberkahan
Puisi Bulan Sya’ban (4)
SAJAK MALAM SYA’BAN
Sajak kerinduan dalam dekapan
Antara dua bulan
Yang memberikan suatu lorong ampunan
Malam ini bulan tidak bertengger di tempatnya
Bintang masih berkedip melihat situasi suara
Menggema menyetubuhi ruang-ruang waktu
Membelah beberapa aliran angin yang kasat mata
Meski masih ada yang tidak peduli
Sajak malam Sya’ban
Cerita masa lalu yang memberikan anugrah baru
Cingin ini tidak berujung
Meski ada sedikit mendung
Akan ada seberkas sinar yang membawakan amalan
Dari jendela-jendela permata
Sajak malam Sya’ban
Mendengungkan dengan ratapan tangis bercampur deru ucap
Allhumma y dzal manni wa l yumannu ‘alaik,
y dzal jalli wal ikrm, y dzat thawli wal in’m, l ilha ill anta zhahral ljn wa jral mustajrn wa ma’manal kh’ifn.
Allhumma in kunta katabtan ‘indaka f ummil kitbi syaqiyyan aw mahrman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi,
famhullhumma f ummil kitbi syaqwat wa hirmn waqtitra rizq,
waktubn ‘indaka sa’dan marzqan muwaffaqan lil khairt.
Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu f kitbikal munzal ‘al lisni nabiyyikal mursal,
“yamhullhu m yasy’u wa yutsbitu, wa ‘indah ummul kitb” wa shallallhu ‘al sayyidin muhammad wa al lih wa shahbih wa sallama, walhamdu lillhi rabbil ‘alamn.
Puisi Bulan Sya’ban (5)
SYA’BAN
Semilir angin menerpa hamba
Menebarkan aroma luar biasa
Aroma Sya’ban yang sejukkan jiwa
Sya’ban telah tiba
Sya’ban…
Bulan yang diagungkan Islam
Bulannya Rasul sallallah alaih wasallam
Bulan dimana Rasul bermunajat
Mohonkan ampun bagi umat
Bulan diangkatnya amal perbuatan
Tuk dihaturkan kehadapan Tuhan semesta alam
Sya’ban…
Bulan turunnya Allah ke langit dunia
Dan melantunkan firmanNya
“Apakah tidak ada orang yang meminta ampun, sehingga Aku mengampuninya?
“Apakah tidak ada orang yang meminta rezeki, sehingga Aku memberinya rezeki?
“Apakah tidak ada orang yang terkena bala, sehingga Aku dapat menyelamatkannya?
“Apakah tidak demikian, apakah tidak demikian!
Sya’ban…
Bulan dimana Allah menyaksikan Amalan hamba yang khusyu’ beribadah
Yang menghidupkan malamnya dengan sujud menghamba
Yang memenuhi siangnya dengan puasa
Dan menghadiahkan syafaat sepenuhnya
Pada hamba yang mau melakukannya
Hingga fajar membayang dan terpakan sinarnya
Puisi Bulan Sya’ban (6)
PAGI DI BULAN SYABAN
Allahumma barik Lana fi rajaba wa sya’bana waballiqna ramadlan waqfir Lana dlonubana.
Lantunan zikir semakin berkumandang
Seperti laron yang datang tak diundang
Menyerap resap di hati terdalam
Hingga larut abadi bersemayam
Matahari sekarang sedang cerah
Mari bercermin belajar sejarah
Belajar mengambil ibrah
Sebab bulan ini bulan mulia
Berhias permata lewat berpuasa.
Puisi Bulan Sya’ban (7)
SENANDUNG SAJAK SYABAN
Pagi ini matahari sudah tersenyum
Di antara ranting pohon rindang
Sementara bulan pamit izin bersemayam
Diiringi senandung burung kutilang
Shollallahu ala Muhammad, shollallahu alaihi wasallam.
Sementara itu anak desa riang gembira
Sebab satu bulan lagi Ramadan tiba
“Sekarang mari nikmati bulan syaban mulia
Dengan rasa cinta, iman dan takwa”
Tutur anak desa di Empang sana.
Marhaban ya sahra syaban
Bulan keagungan nabi Muhammad
Yang sudah ditunggu jutaan umat
Dengan lukisan sejarah tersemat
Puisi Bulan Sya’ban (8)
PURNAMA SYA’BAN
Karya: Dian Bagus
Malam Mu kini terlihat seperti bintang yang saling bercakap
saling menyapa tuk jadi yang paling terang
seterang senyum para perindu
seperti pertanda tamu agung yang sedang menunggu
Sesekali semilir angin menghujam
memanjakan jiwa yang kegirangan
seakan telah menyambut akan bulanmu
yang dirindu semua umat
Ya, Purnama Nisfu Sya’ban
kami mengharap ya Allah
lewat satu khatam surahmu
ridai lah kami agar umur kian terarah
lanjut satu khatam kedua surahmu
memohon perlindunganmu dari tiap bencana
kini terakhir satu khatam ketiga surahmu
semoga kau cukupkan bekal kami di dunia
menuju akhirat-Mu yang abadi nan bercahaya











