Isu Kepindahan Rusdi Masse ke PSI: Tanggapan dari Dua Partai
Isu kepindahan tokoh politik Rusdi Masse (RMS) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan media. Berbagai pihak mulai memberikan tanggapan terkait isu tersebut, termasuk dari pengurus partai yang bersangkutan dan juga dari partai sebelumnya, Nasdem.
Respons dari PSI
Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) PSI Sulawesi Selatan, Andi Ikhsan Hamid, mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui isu ini melalui berita-berita media. Ia menyebut bahwa isu tersebut sudah lama beredar di ruang publik.
“Justru saya membaca di Tribun bahwa ada kader internal dari partai sebelah. Isu Pak RMS akan pindah itu sudah lama,” katanya saat Press Conferencen Rakernas PSI di Hotel Calro, Jl AP Pettarani Makassar, Sabtu (10/1/2026).
Andi Ikhsan menilai isu tersebut sebagai hal positif. Ia menyatakan bahwa PSI bangga dan bersyukur jika benar adanya. Menurutnya, RMS merupakan tokoh yang memiliki daya tarik politik kuat di Sulsel. “Partai mana sih di Sulsel yang tidak mau menerima Pak RMS jika bergabung. Termasuk PSI, kami siap,” tambah dia.
Ia menegaskan bahwa PSI bersikap terbuka bagi siapa pun tokoh yang ingin bergabung dan berkontribusi membesarkan partai. Bahkan, ia menyatakan kesiapan pribadi untuk memberikan ruang kepemimpinan apabila terdapat tokoh yang dinilai lebih kapabel demi kemajuan partai.
“Kalau ada tokoh yang lebih mampu dan bisa menggantikan posisi saya, saya siap demi kebesaran PSI,” katanya.
Meski demikian, Andi Ikhsan menegaskan hingga saat ini belum ada komunikasi resmi antara PSI dan RMS terkait isu tersebut. Namun, ia berharap isu tersebut dapat terwujud.
“Kami bersyukur isu ini berkembang, meskipun secara resmi belum ada pembicaraan. Mudah-mudahan itu menjadi kenyataan,” jelasnya.
Tanggapan dari Nasdem
Sementara itu, Ketua Bidang OKK DPW Partai Nasdem Sulsel, Andi Tobo Haeruddin, mengatakan hingga kini belum ada pernyataan resmi dari RMS terkait wacana pindah partai yang belakangan ramai diperbincangkan.
Keputusan politik, kata Andi Tobo, sepenuhnya merupakan hak pribadi yang bersangkutan dan tidak bisa diintervensi oleh pihak lain.
“Bagaimanapun juga, itu kembali ke hak beliau untuk menentukan sikap. Tidak bisa melarang dan tidak bisa juga memaksa, karena beliau lebih tahu mana yang paling penting untuk dirinya, termasuk di partai mana yang dianggap cocok,” katanya.
Ia menegaskan, sampai sejauh ini Pak RMS belum pernah mengumumkan ataupun menyampaikan wacana untuk meninggalkan Partai NasDem. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir, tidak ada pernyataan dari RMS yang mengarah pada rencana keluar dari partai besutan Surya Paloh tersebut.
Menurut Andi Tobo, isu yang berkembang saat ini lebih banyak bersumber dari opini yang beredar di masyarakat maupun media sosial. Ia menilai, jika memang ada niat untuk pindah partai, seharusnya sudah ada pernyataan terbuka dari yang bersangkutan.
“Kalau memang benar ingin pindah, pasti ada komentar. Sebaliknya, kalau tidak, tentu beliau akan mengatakan tidak,” ungkapnya.
Namun hingga kini, kata Andi Tobo, RMS memilih bersikap netral dan tidak memberikan jawaban tegas maupun sinyal politik tertentu. Hal itulah yang membuat isu tersebut terus bergulir dan menjadi bahan spekulasi publik.
“Belum ada pernyataan apa pun. Saya hanya mendengar opini-opini yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, opini-opini liar. Saya belum pernah mendengar langsung dari yang bersangkutan,” jelasnya.











