Asal Usul Meme “Woman Yelling at a Cat”
Meme yang dikenal dengan istilah “woman yelling at a cat” atau “wanita berteriak ke kucing” sangat populer di media sosial. Namun, di balik tampilan lucu dan kocaknya, ada kisah sedih yang tersembunyi di balik sosok wanita dalam meme tersebut.
Adegan wanita yang muncul dalam meme berasal dari acara The Real Housewives of Beverly Hills pada tahun 2011. Sosok wanita itu adalah Taylor Armstrong, salah satu peserta acara tersebut. Adegan ini terjadi saat ia mengalami pertengkaran emosional dengan Camille Grammer, salah satu rekan pemain acara.
Dalam episode yang berjudul Malibu Beach Party from Hell, Armstrong merasa tertekan karena dituduh oleh Grammer membicarakan masalah rumah tangganya kepada pihak lain. Akibatnya, ia mengalami emosi yang tidak stabil dan menangis di depan kamera. Saat itu, Armstrong sedang dalam kondisi mental yang rapuh akibat pengalaman kekerasan dalam rumah tangga dari suaminya, Russell Armstrong, yang kemudian meninggal dunia karena bunuh diri.
Sementara itu, gambar kucing yang muncul dalam meme tersebut berasal dari unggahan pengguna Tumblr bernama “deadbefordeath”. Kucing bernama Smudge itu duduk di depan piring berisi sayuran dengan ekspresi bingung. Unggahan ini viral di internet dan menjadi inspirasi bagi pembuatan meme.
Kedua gambar tersebut akhirnya digabungkan dan pertama kali menyebar sebagai meme sekitar Mei 2019. Sejak saat itu, kombinasi antara foto Taylor Armstrong dan kucing Smudge menjadi salah satu meme yang dikenal di dunia maya.
Kisah Duka di Balik Meme
Meski awalnya berasal dari momen kelam dalam hidupnya, Taylor Armstrong mengaku tidak keberatan wajahnya dijadikan bahan meme. Ia menyatakan bahwa kehidupannya kini jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Saat adegan marah itu saya sangat takut dengan hidup dan ketenteraman saya. Ketika saya melihat ke belakang, ternyata hidup saya seperti orang lain pada umumnya,” ujarnya seperti dikutip dari Oprahmag.
Armstrong juga menjelaskan bahwa kini ia telah sembuh dan hidup bahagia bersama suami serta putrinya. Selain itu, ia aktif bekerja di lembaga perlindungan korban kekerasan dalam rumah tangga, Domestic Violence Shelter.
“Terima kasih – itu bagian dari masa lalu saya dan saya telah melanjutkan hidup. Sekarang saya berada dalam pernikahan yang sehat dan bahagia. Tidak masalah jika orang menertawakan gambar-gambar yang telah dibuat,” tulis Armstrong di akun Twitter pribadinya.
Popularitas Meme dan Dampaknya
Meme “woman yelling at a cat” sering digunakan sebagai bahan candaan atau lelucon untuk menggambarkan situasi salah paham. Meskipun begitu, di balik popularitasnya, ada kisah duka yang jauh dari kata lucu.
Banyak pengguna media sosial mungkin tidak menyadari bahwa adegan yang mereka tonton dan bagikan berasal dari momen pahit dalam kehidupan nyata seseorang. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya memahami konteks di balik setiap informasi yang beredar di dunia digital.
Meme ini juga menjadi contoh bagaimana sesuatu yang awalnya memiliki makna negatif bisa berubah menjadi sesuatu yang positif dan bahkan memberi manfaat bagi banyak orang.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











