"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Waduh! IPM Kota Tasikmalaya Terpuruk di Papan Bawah Nasional!

Kota Tasikmalaya: Tantangan IPM yang Menggambarkan Ketimpangan Ekonomi dan Sosial

Kota Tasikmalaya sering disebut sebagai “Pusat Ekonomi di Priangan Tmur”, sebuah kawasan yang menjadi lokomotif ekonomi dengan lalu-lalang perdagangan yang terasa hingga ke wilayah sekitarnya. Namun, di balik tumbuhnya UMKM dan aktivitas ekonomi yang dinamis, muncul ironi yang mengejutkan: kualitas sumber daya manusia (SDM) masih tertinggal secara nasional.

Berdasarkan rilis terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Tasikmalaya menduduki posisi ke-91 dari 98 kota di Indonesia dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Angka ini menunjukkan bahwa kualitas SDM di kota tersebut masih berada di papan bawah klasemen nasional. Hal ini memicu pertanyaan penting: Apakah pertumbuhan ekonomi yang selama ini dibanggakan benar-benar menyentuh warga, terutama dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan daya beli yang merata?

Evaluasi Program Secara Menyeluruh

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Dr. Ivan Dicksan, mengungkapkan kekagetannya terhadap penurunan peringkat IPM Kota Tasikmalaya. Ia mengatakan bahwa sebelumnya, IPM kota ini cenderung naik setiap tahunnya dan berada di atas rata-rata Jawa Barat. Namun, kondisi saat ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan yang perlu diperhatikan.

Menurut Ivan, Pemkot Tasikmalaya perlu melakukan evaluasi total terhadap semua program dan kegiatan yang ada, terutama yang berkaitan langsung dengan IPM. Evaluasi harus mencakup efektivitas program, capaian output dan outcome, serta indikator keberhasilan. Dengan demikian, bisa diketahui mana program yang efektif dan mana yang perlu direvisi atau dihentikan.

Ivan menyoroti pentingnya fokus pada sektor pendidikan, salah satu komponen utama IPM. Ia menyarankan agar program-program tersebut diarahkan untuk meningkatkan partisipasi sekolah, mengatasi siswa putus sekolah, dan lainnya. Tingginya partisipasi sekolah akan berdampak positif pada tingkat pendidikan, sehingga meningkatkan kualitas SDM.

Di sisi lain, Ivan juga menekankan perlunya upaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Ini melibatkan peningkatan pendapatan, pengurangan angka pengangguran, serta pemberdayaan wirausaha. Ia menyarankan agar Pemkot bekerja sama dengan BPS untuk mengukur IPM di setiap kecamatan, sehingga program dapat disesuaikan dengan kondisi lokal.

Adanya Ketimpangan Antar Sektor

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Meskipun IPM kota ini berada di papan bawah, ia mengakui bahwa terdapat tren peningkatan. Namun, masalah utama tetap terletak pada ketimpangan antar sektor.

Viman menekankan bahwa pendidikan adalah faktor kunci dalam meningkatkan IPM. Untuk itu, Pemkot telah menyiapkan roadmap pembangunan SDM tahun 2026 yang fokus pada reformasi sistem pendidikan. Langkah-langkah ini tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur sekolah, tetapi juga pembenahan substansi pembelajaran melalui reformulasi kurikulum.

Viman menjelaskan bahwa Pemkot akan melakukan restrukturisasi organisasi dengan memperkuat peran Dinas Pendidikan (Disdik) agar lebih fokus pada peningkatan kualitas pengajaran. Selain itu, materi pembelajaran akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja masa depan, sehingga lulusan asal Tasikmalaya memiliki daya saing yang lebih tinggi. Program prioritas nasional juga akan diselaraskan dengan kearifan lokal untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM.

Membangun SDM yang Kompeten untuk Mendukung Potensi Ekonomi

Viman mengakui bahwa Kota Tasikmalaya memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif dan perdagangan. Namun, tanpa dukungan SDM yang kompeten, potensi tersebut sulit berkembang secara optimal. Oleh karena itu, perlu adanya strategi jangka panjang untuk membangun SDM yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan global.

Dalam prosesnya, saat ini sedang dilakukan perbaikan di bagian organisasi. Tujuannya adalah membuat struktur yang lebih fokus pada substansi kurikulum dan kualitas pendidikan. Dengan demikian, pendidikan di Kota Tasikmalaya dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan IPM dan kesejahteraan masyarakat.

Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *