"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Seskab Teddy: Gunakan Bahasa dengan Bijak, Jangan Ciptakan Opini yang Salah

Pernyataan Teddy tentang Tanggung Jawab dan Koordinasi dalam Penanganan Bencana

Teddy mengatakan bahwa seharusnya mereka yang memiliki pengaruh dan kemampuan untuk berbicara tidak semakin memperumit situasi. Ia menekankan pentingnya sikap bijak dari pihak-pihak yang memiliki pengaruh luas terkait bencana banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatra, yaitu Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Pernyataan ini disampaikan Teddy saat menanggapi anggapan masyarakat bahwa pemerintah lambat dalam menangani bencana tersebut.

Meski belum ada penetapan status bencana nasional, penanganan bencana di tiga provinsi tersebut telah dilakukan secara skala nasional. Teddy menjelaskan bahwa sejak hari pertama bencana di Sumatra, pemerintah sudah langsung turun ke lapangan. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto langsung menghubungi para gubernur dan kepala daerah setempat untuk memantau kondisi di lokasi bencana.

Pemerintah Terjun Langsung ke Lokasi Bencana

Teddy menyampaikan bahwa sejak hari pertama bencana di Sumatra, pemerintah sudah terjun langsung ke lapangan. Ia mengungkapkan bahwa pada tanggal 26 November 2025, Kepala BNPB langsung pergi ke Sumatra Utara, meskipun saat itu masih ada bencana di Lumajang akibat erupsi Semeru. Seluruh petugas TNI, Polri, Basarnas, dan BNPB daerah langsung bekerja tanpa kamera.

Selain itu, Presiden Prabowo langsung menghubungi Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution, serta beberapa bupati lainnya untuk memantau situasi. Pada hari berikutnya, tanggal 27 November 2025, seluruh helikopter yang ada di Pulau Sumatra langsung bergerak ke Padang, Medan, dan Banda Aceh. Helikopter dan pesawat dari Jawa juga dikirim ke Sumatra, dengan waktu tempuh sekitar 13 hingga 15 jam.

Pada tanggal 28 November, pelepasan pesawat dilakukan, dan baru kemudian rekan-rekan media diundang. Teddy menegaskan bahwa sejak hari pertama, pemerintah telah bekerja keras dan secepat mungkin di lokasi bencana.

Tanggapan Teddy tentang Status Bencana Nasional

Teddy juga menjawab soal status bencana nasional yang masih menjadi isu. Meski tidak ada penetapan resmi, ia menegaskan bahwa penanganan bencana di tiga provinsi Sumatra sudah berskala nasional. Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat sudah melakukan penanganan skala nasional sejak hari pertama.

Teddy mengatakan bahwa banyak pihak ingin ditetapkan status bencana nasional karena khawatir soal anggarannya. Namun, Presiden Prabowo langsung memberikan jawaban dengan menggunakan dana pusat sepenuhnya. Dana sebesar Rp60 triliun sudah dikeluarkan secara bertahap untuk membangun kembali rumah sementara, rumah hunian tetap, fasilitas umum, gedung DPRD, dan kecamatan.

Selain itu, Teddy menjelaskan bahwa di lokasi bencana sudah diterjunkan banyak kapal hingga helikopter. Ia menegaskan bahwa sarana dan prasarana dari pusat sudah tersedia, termasuk alat berat dari PU yang diangkut dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pentingnya Kolaborasi dan Koordinasi

Teddy menegaskan bahwa dalam situasi seperti ini, semua pihak harus saling mendukung dan berkoordinasi satu sama lain agar semua bisa teratasi dengan baik. Ia menekankan bahwa tidak semua logistik sudah sampai, tetapi semua pihak bisa saling bahu-membahu.

Jika ada yang kurang, masyarakat bisa menyampaikan ke petugas, TNI, Polri, Basarnas, BNPB, atau kepada bupati, gubernur, dan wali kota. Semua aparat di lokasi bencana bekerja, dan jika ada kebutuhan, pasti akan segera dipenuhi.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *