"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Kubu Jokowi Hadir, Polda Bentuk Tim Khusus Kasus Ijazah Palsu, Rismon Sianipar Cs Siap

Gelar Perkara Khusus Terkait Tuduhan Ijazah Palsu

Polda Metro Jaya akan menggelar perkara khusus pada hari ini, Senin (15/12/2025), terkait tuduhan ijazah palsu terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Gelar perkara ini dijadwalkan berlangsung dengan hadirnya berbagai pihak yang terkait dalam kasus tersebut.

Kubu Jokowi juga akan hadir dalam gelar perkara khusus ini. Rismon Sianipar dkk memastikan bahwa para kliennya akan hadir dalam acara tersebut. Tim kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, menyatakan bahwa mereka akan menghadiri gelar perkara sesuai surat undangan dari Polda Metro Jaya.

Meski demikian, Rivai tidak memastikan apakah Jokowi sendiri akan hadir atau hanya tim kuasa hukum yang mewakili. Rivai berharap agar kasus yang menjerat Roy Suryo cs segera dilimpahkan ke pengadilan. Ia berharap semua persoalan yang dianggap oleh tersangka dapat terjawab dan kemudian perkaranya segera dilimpahkan ke persidangan melalui penuntut umum.

“Persidangan nanti juga bisa diikuti media dan masyarakat, sehingga jelas duduk persoalannya dan tidak terframing pihak tertentu saja,” tambahnya.

Sementara itu, Aziz Yanuar selaku kuasa hukum Roy Suryo, Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dan Rismon Sianipar memastikan bahwa para kliennya akan hadir dalam kegiatan tersebut. Nantinya, kata Aziz, para kliennya masing-masing akan membawa ahli untuk memberikan keterangan pada gelar perkara khusus itu.

Gelar perkara khusus tersebut diajukan oleh tersangka Roy Suryo Cs. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan bahwa gelar perkara khusus akan dihadiri oleh Irwasum, Propam, Kompolnas, dan Ombudsman.

“Jadi hari Senin akan dilaksanakan gelar khusus, akan dihadiri pihak internal maupun eksternal. Sebagai contoh dari Irwasum, dari Propam, Divkum, dan eksternal ada Kompolnas, Ombudsman, ini akan kita hadiri,” ujar Budi.

Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya sebelumnya telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus ijazah palsu Jokowi pada Jumat (7/11/2025). Penetapan tersangka dibagi dalam dua klaster. Ada lima tersangka dalam klaster pertama yaitu Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah. Dalam klaster kedua ditetapkan tiga tersangka yaitu Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma.

Sosok Besar di Balik Tuduhan Ijazah Palsu

Jokowi muncul dan mengungkapkan sosok yang bermain dan berperan di balik isu ijazah palsu miliknya. Presiden ke-7 RI tersebut buka-bukaan tentang isu ijazah ini yang sudah dirancang rapi selama 4 tahun terakhir ini.

“Ini kan sebuah isu yang sudah 4 tahunan ya dibicarakan dan sebetulnya saya sudah diam, tidak banyak menanggapi karena ijazahnya saya pegang gitu loh,” kata Jokowi dalam wawancara eksklusif dengan Kompas TV yang tayang di channel YouTube Kompas TV, Selasa (9/12/2025).

Jokowi mengungkap alasan dirinya tidak menunjukkan ijazah aslinya ke publik.

“Saya tidak menyampaikan kepada publik ijazah itu. Karena yang pertama ada aduan ke Bareskrim. Yang kedua saya dituduh ijazah saya palsu. Artinya yang menuduh itu yang harus membuktikan. Dalam hukum acara, siapa yang menuduh itu yang harus membuktikan. Itu yang saya tunggu itu. Coba dibuktikan seperti apa?” katanya.

Menurut Jokowi pembuktian akan lebih baik dilakukan di pengadilan, agar dengan proses hukum akan tampak keadilan bagi semua pihak.

Eks Kabareskrim Apresiasi Jokowi Akan Tunjukkan Ijazah

Mantan Kabareskrim Komjen Pol Purn Susno Duadji memberi hormat kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Setelah sang mantan Presiden ke-7 RI berencana menunjukkan ijazah miliknya di pengadilan.

“Kita hormat dan menghargai Pak Jokowi yang telah berani tampil menyatakan ijazahnya asli. Akan dilihatkan di pengadilan,” kata Susno melansir dari Tribunvideo.com.

Namun, Susno belum mengetahui apakah ijazah asli tersebut masih dipegang Jokowi atau sudah disita oleh penyidik. Pasalnya, menurut Susno untuk sampai ke proses pengadilan harus melalui proses di penyidik, lalu ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), sehingga ijazah tersebut seharusnya sudah disita oleh penyidik.

Sebelumnya, Joko Widodo berjanji bakal menunjukkan ijazah miliknya mulai dari tingkat Sekolah Dasar atau SD hingga jenjang perguruan tinggi di pengadilan. Ia menilai pengadilan merupakan forum yang tepat untuk membuktikan apakah ijazah yang dimilikinya selama ini asli atau palsu.

“Ya itu (pengadilan) forum yang paling baik untuk menunjukan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, universitas semuanya, akan saya bawa,” kata Jokowi dalam wawancara eksklusif Program Khusus Kompas TV, Selasa (9/12/2025).

Jokowi menambahkan pengadilan juga menjadi tempat bagi pihak yang menuding ijazah palsu untuk membuktikan tuduhannya. Tak hanya itu, Jokowi mengaku sudah tahu sosok nama orang besar di balik isu ijazah palsu miliknya yang telah bergulir selama 4 tahun.

Karena adanya kepentingan politik untuk menurunkan reputasinya, Jokowi memastikan isu ijazah palsu terus dimainkan. Padahal, Jokowi sendiri mengaku tidak memiliki reputasi apa pun.

Sosok orang besar tersebut mudah untuk diketahui masyarakat ditegaskan Jokowi. Namun, ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu enggan menyebutkan nama orang besar tersebut ke publik.

“Saya pastikan iya (ada agendan besar dan orang besar di balik kasus ijazah),” kata Jokowi, dikutip dari tayangan KOMPAS TV, Selasa (9/12/2025).

“Saya kira gampang ditebak. Tidak perlu saya sampaikan,” imbuhnya.

Jokowi heran mengapa keaslian ijazahnya masih dipermasalahkan. Padahal, kata dia, pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah menyatakan bahwa ijazahnya asli.

“Saya lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik,” ungkapnya.

“Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekan, merendahkan, menghina, menuduh, semua dilakukan untuk apa kalau hanya untuk main-main, kan mesti ada kepentingan politiknya di situ,” jelasnya.

Jokowi meminta semua pihak untuk berkonsentrasi pada hal-hal yang besar di masa-masa ekstrem saat ini, salah satunya menghadapi masa-masa perubahan karena artificial intelligence hingga humanoid robotic.

“Jangan malah energi besar kita dipakai untuk urusan-urusan yang sebetulnya menurut saya urusan ringan,” tuturnya.

Jokowi mengaku siap menunjukkan ijazah asli kelulusannya dari sekolah dasar hingga sarjana kepada pengadilan. Menurut dia, pengadilan adalah forum yang paling tepat untuk membuktikan keaslian ijazahnya.

“Ya, itu (pengadilan) forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, universitas, semuanya dan saya bawa,” kata dia.

Jokowi membawa persoalan ini ke ranah hukum agar jadi pembelajaran untuk tidak mudah menuduh seseorang.

“Untuk pembelajaran kita semuanya bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang,” pesannya.

Menurut Jokowi, kasus serupa bisa terjadi ke orang lain jika ia tidak membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Bisa terjadi tidak hanya kepada saya, bisa ke yang lain, ke menteri, ke presiden yang lain, ke gubernur, bupati, wali kota, semuanya dengan tuduhan asal-asalan,” kata Jokowi.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *