"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Akhirnya Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli, Minta Segera Disidangkan

Penanganan Kasus Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), melalui kuasa hukumnya, berharap kasus tudingan ijazah palsu yang menimpanya segera disidangkan. Pengadilan dianggap sebagai forum yang tepat untuk membuktikan apakah ijazah yang dimiliki oleh Jokowi selama ini asli atau tidak.

Polda Metro Jaya telah menjadwalkan gelar perkara khusus pada hari ini, Senin (15/12/2025). Kegiatan ini akan dihadiri oleh kubu pelapor dan tersangka dalam kasus ini. Meski begitu, Jokowi sendiri selaku pelapor dipastikan tidak akan hadir dan hanya diwakilkan oleh tim kuasa hukumnya.

Sementara itu, kubu Roy Suryo cs, yang merupakan tersangka dalam kasus ini, akan hadir dengan membawa ahli untuk memberikan keterangan dalam gelar perkara khusus tersebut. Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, menyatakan bahwa kliennya hanya menginginkan kasusnya diselesaikan di kepolisian dan dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

Adapun sesuai undangan, kegiatan gelar perkara khusus ini akan dilaksanakan sekira pukul 10.00 WIB. Rivai berharap semua persoalan yang dianggap oleh para tersangka dapat terjawab dan kemudian perkaranya segera dilimpahkan ke persidangan melalui penuntut umum.

“Persidangan nanti juga bisa diikuti media dan masyarakat, sehingga jelas duduk persoalannya dan tidak terframing pihak tertentu saja,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, gelar perkara khusus tersebut diajukan oleh tersangka Roy Suryo Cs. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan gelar perkara khusus akan dihadiri oleh Irwasum, Propam, Kompolnas, dan Ombudsman.

“Jadi hari Senin akan dilaksanakan gelar khusus, akan dihadiri pihak internal maupun eksternal. Sebagai contoh dari Irwasum, dari Propam, Divkum, dan eksternal ada Kompolnas, Ombudsman, ini akan kita hadiri,” kata Budi, Sabtu (13/12/2025).

Dalam kasus tersebut, Polda Metro Jaya sebelumnya telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus ijazah palsu Jokowi pada Jumat (7/11/2025). Penetapan tersangka dibagi dalam dua klaster. Ada lima tersangka dalam klaster pertama, yaitu Eggi Sudjana, Kurnia Tri Rohyani, Damai Hari Lubis, Rustam Effendi, dan Muhammad Rizal Fadillah. Dalam klaster kedua ditetapkan tiga tersangka, yaitu Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianpiar, dan Tifauzia Tyassuma.

Jokowi Akan Tunjukkan Ijazah

Mantan Kabareskrim Komjen Pol Purn Susno Duadji memberi hormat kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) setelah sang mantan presiden berencana menunjukkan ijazah miliknya di pengadilan. “Kita hormat dan menghargai Pak Jokowi yang telah berani tampil menyatakan ijazahnya asli. Akan dilihatkan di pengadilan,” kata Susno.

Namun, Susno belum mengetahui apakah ijazah asli tersebut masih dipegang Jokowi atau sudah disita oleh penyidik. Pasalnya, menurut Susno, untuk sampai ke proses pengadilan harus melalui proses di penyidik, lalu ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), sehingga ijazah tersebut seharusnya sudah disita oleh penyidik.

Sebelumnya, Joko Widodo berjanji bakal menunjukkan ijazah miliknya mulai dari tingkat Sekolah Dasar atau SD hingga jenjang perguruan tinggi di pengadilan. Ia menilai pengadilan merupakan forum yang tepat untuk membuktikan apakah ijazah yang dimilikinya selama ini asli atau palsu.

“Ya itu (pengadilan) forum yang paling baik untuk menunjukan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, universitas semuanya, akan saya bawa,” kata Jokowi dalam wawancara eksklusif Program Khusus Kompas TV, Selasa (9/12/2025).

Jokowi menambahkan pengadilan juga menjadi tempat bagi pihak yang menuding ijazah palsu untuk membuktikan tuduhannya. Tak hanya itu, Jokowi mengaku sudah tahu sosok nama orang besar di balik isu ijazah palsu miliknya yang telah bergulir selama 4 tahun.

Karena adanya kepentingan politik untuk menurunkan reputasinya, Jokowi memastikan isu ijazah palsu terus dimainkan. Padahal, Jokowi sendiri mengaku tidak memiliki reputasi apa pun.

Sosok orang besar tersebut mudah untuk diketahui masyarakat ditegaskan Jokowi. Namun, ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu enggan menyebutkan nama orang besar tersebut ke publik.

“Saya pastikan iya (ada agendan besar dan orang besar di balik kasus ijazah),” kata Jokowi, dikutip dari tayangan KOMPAS TV, Selasa (9/12/2025).

“Saya kira gampang ditebak. Tidak perlu saya sampaikan,” imbuhnya.

Jokowi heran mengapa keaslian ijazahnya masih dipermasalahkan. Padahal, kata dia, pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah menyatakan bahwa ijazahnya asli.

“Saya lihat ini memang ada agenda besar politik, ada operasi politik,” ungkapnya.

“Kenapa sih kita harus mengolok-olok, menjelek-jelekan, merendahkan, menghina, menuduh, semua dilakukan untuk apa kalau hanya untuk main-main, kan mesti ada kepentingan politiknya di situ,” jelasnya.

Jokowi meminta semua pihak untuk berkonsentrasi pada hal-hal yang besar di masa-masa ekstrem saat ini, salah satunya menghadapi masa-masa perubahan karena artificial intelligence hingga humanoid robotic.

“Jangan malah energi besar kita dipakai untuk urusan-urusan yang sebetulnya menurut saya urusan ringan,” tuturnya.

Jokowi mengaku siap menunjukkan ijazah asli kelulusannya dari sekolah dasar hingga sarjana kepada pengadilan. Menurut dia, pengadilan adalah forum yang paling tepat untuk membuktikan keaslian ijazahnya.

“Ya, itu (pengadilan) forum yang paling baik untuk menunjukkan ijazah asli saya dari SD, SMP, SMA, universitas, semuanya dan saya bawa,” kata dia.

Jokowi membawa persoalan ini ke ranah hukum agar jadi pembelajaran untuk tidak mudah menuduh seseorang.

“Untuk pembelajaran kita semuanya bahwa jangan sampai gampang menuduh orang, jangan sampai gampang menghina orang, memfitnah orang, mencemarkan nama baik seseorang,” pesannya.

Menurut Jokowi, kasus serupa bisa terjadi ke orang lain jika ia tidak membawa kasus ini ke ranah hukum.

“Bisa terjadi tidak hanya kepada saya, bisa ke yang lain, ke menteri, ke presiden yang lain, ke gubernur, bupati, wali kota, semuanya dengan tuduhan asal-asalan,” kata Jokowi.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *