Rapat di Hambalang Fokus pada Percepatan Pembangunan Hunian dan Kesiapan Liburan Akhir Tahun
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar rapat akhir pekan di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (14/12/2025). Rapat ini dilakukan untuk membahas berbagai isu penting terkait penanganan bencana di Sumatra serta kesiapan pemerintah dalam menghadapi liburan akhir tahun.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih. Presiden memastikan bahwa fokus utama adalah percepatan pembangunan hunian bagi korban bencana di tiga provinsi di Pulau Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 telah menewaskan sebanyak 1.016 orang.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa rapat ini digelar setelah Presiden melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak bencana. Dalam rapat tersebut, Presiden menekankan pentingnya pembangunan hunian sementara dan tetap untuk seluruh warga terdampak. Ia ingin agar proyek tersebut segera selesai dibangun.
Selain itu, Presiden juga meminta agar kebutuhan dasar para pengungsi dapat dipenuhi secara menyeluruh. Hal ini mencakup penambahan alat berat, truk air minum, persediaan air bersih, serta toilet portabel, terutama di lokasi yang paling terdampak.
Kesiapan Pemerintah Menghadapi Liburan Akhir Tahun
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga membahas kesiapan menghadapi liburan akhir tahun. Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain stabilitas ketahanan pangan, harga kebutuhan pokok, serta perkembangan perekonomian nasional. Pemerintah juga merencanakan pemberian insentif pada sejumlah sektor untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur.
Insentif yang direncanakan meliputi pengurangan harga secara signifikan untuk tarif jalan tol, tiket pesawat terbang, kereta api, kapal laut, serta fasilitas publik lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat dapat berlibur dengan lancar dan nyaman.
Update Korban Bencana di Sumatra
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan data terkini mengenai dampak banjir dan longsor di tiga provinsi di Sumatra. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa total korban meninggal dunia mencapai 1.016 jiwa.
Jumlah korban tertinggi tercatat di Provinsi Aceh dengan 424 jiwa, disusul Sumatera Utara dengan 349 jiwa, dan Sumatra Barat dengan 243 jiwa. Dalam seminggu terakhir, jumlah korban meninggal dunia bertambah sebanyak 66 jiwa.
Selain korban meninggal, terdapat juga 212 jiwa yang masih hilang. Data ini tidak hanya berasal dari lapangan, tetapi juga dari identifikasi tambahan terhadap korban yang sebelumnya tidak ditemukan. Misalnya, ada korban yang bukan dari warga kabupaten A, tetapi pindah ke kabupaten B. Situasi seperti ini masih sering ditemui di lapangan.
Operasi Pencarian dan Identifikasi Korban
Operasi pencarian korban bencana masih terus dilakukan oleh Basarnas. Di Provinsi Aceh, pencarian berlangsung di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Bireuen. Di wilayah Sumatera Utara, pencarian terbagi ke dalam lima sektor yang ada di tiga wilayah kabupaten/kota. Di Tapanuli Selatan, pencarian difokuskan pada Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru.
Di Tapanuli Selatan, pencarian juga difokuskan pada dua sektor, yaitu di Kecamatan Sukabangun dan Aloban Bair, serta Kota Sibolga di Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota. Di Provinsi Sumatra Barat, operasi pencarian terfokus pada lima sektor, termasuk di Kecamatan Malalak dan Palembayan, Kabupaten Agam.
Pengungsi Masih Menjalani Proses Pemulihan
Saat ini, terdapat 624.670 jiwa warga yang masih mengungsi. Pospenas mencatat adanya penurunan jumlah pengungsi dari hari sebelumnya. Meskipun begitu, mereka yang pindah ke pengungsian mandiri, seperti ke rumah keluarga atau kerabat, tetap didukung dengan bantuan makanan.
Pemerintah Pusat melalui Kementerian dan lembaga terus bekerja sama untuk membantu dalam penanganan darurat dan pemulihan masyarakat terdampak. Dukungan dari berbagai pihak yang terwadahi dalam klaster nasional juga turut mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











