Peristiwa Viral yang Melibatkan Direktur Bea Cukai dan Menteri Keuangan
Sebuah peristiwa menarik telah membuat sosok Nirwala Dwi Heryanto, Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi setelah ia diteriaki oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang tidak setuju dengan rencana pengiriman barang sitaan impor ilegal ke korban bencana di Sumatera.
Purbaya menyatakan bahwa rencana tersebut tidak ada dalam kebijakan pemerintah. Ia menegaskan bahwa barang ilegal tidak boleh diberikan sebagai bantuan kemanusiaan karena berpotensi memicu masuknya produk bekas atau balpres ilegal ke Indonesia. Menurutnya, lebih baik menggunakan produk dalam negeri untuk bantuan tersebut.
Nirwala Dwi Heryanto, yang saat itu menjadi juru bicara resmi DJBC, sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan apakah barang sitaan akan disalurkan ke korban bencana. Namun, rencana ini langsung ditolak oleh Purbaya, yang menilai hal tersebut tidak sesuai dengan aturan dan tujuan kemanusiaan.
Latar Belakang Sosok Nirwala Dwi Heryanto
Nirwala Dwi Heryanto adalah pejabat senior di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum menjabat sebagai Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, ia pernah menjabat posisi penting seperti Direktur Audit Kepabeanan dan Cukai. Selain itu, ia juga pernah menjadi Kepala Kantor Wilayah dan Kepala Bidang di berbagai wilayah.
Dalam riwayat pendidikannya, Nirwala lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan gelar Sarjana Ekonomi Pembangunan pada tahun 1990. Ia kemudian melanjutkan studi S2 Magister Sains Ilmu Administrasi di Universitas Indonesia (UI) dan lulus pada tahun 2007.

Profil dan Harta Kekayaan Nirwala Dwi Heryanto
Nama lengkap: Nirwala Dwi Heryanto
Tempat lahir: Magelang, Jawa Tengah
Tanggal lahir: 5 Januari 1967
Agama: Islam
Status pegawai: Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Jabatan: Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai
Berdasarkan laporan harta kekayaan yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Nirwala Dwi Heryanto mencapai Rp 4.620.184.413. Rincian hartanya antara lain:
- Tanah dan bangunan: Rp 1.395.000.000
- Alat transportasi dan mesin: Rp 808.000.000
- Harta bergerak lainnya: Rp 579.747.760
- Kas dan setara kas: Rp 1.837.436.653
Alasan Penolakan Purbaya
Purbaya menilai bahwa barang sitaan ilegal tidak boleh digunakan sebagai bantuan kemanusiaan. Ia khawatir hal ini akan memicu maraknya pakaian bekas atau balpres ilegal yang masuk ke Indonesia dengan dalih bantuan bencana. Menurutnya, pemerintah lebih memilih menggunakan produk dalam negeri untuk bantuan fisik ke lokasi terdampak bencana.
Selain itu, Purbaya menyatakan siap merogoh kocek jika perlu untuk mengirimkan pakaian baru ke kawasan bencana. Ia menegaskan bahwa belum ada izin pengiriman baju ilegal ke lokasi bencana.
Update Korban Banjir Sumatera
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan jumlah terbaru korban banjir di Sumatera. Total korban meninggal dunia meningkat menjadi 995 jiwa dari 990 jiwa sebelumnya. Jumlah korban hilang juga bertambah menjadi 226 dari 222.
BNPB terus mendorong distribusi logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Distribusi via udara dan darat terus dilakukan, termasuk pengiriman tiga truk ke Nagan Raya, Aceh Selatan, Pidie Jaya, dan Bireuen.

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











