"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Amuk Prabowo: Bupati Aceh Selatan Pilih Umrah, Tinggalkan Korban Banjir

Bupati Aceh Selatan Dicopot Karena Tinggalkan Wilayah Saat Bencana

Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, akhirnya dipecat dari jabatannya oleh Presiden Prabowo Subianto. Keputusan ini diambil setelah ia memilih untuk melakukan ibadah umrah ke Tanah Suci saat wilayahnya sedang dilanda bencana banjir dan longsor yang mengancam keselamatan warga.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa tindakan Mirwan tidak dapat diterima dalam situasi darurat seperti ini. Ia menegaskan bahwa para pemimpin daerah harus tetap berada di tengah rakyat mereka ketika terjadi bencana, bukan justru meninggalkan wilayahnya untuk urusan pribadi.

Tindakan Tegas Presiden Prabowo Subianto

Pada rapat terbatas di Aceh, Presiden Prabowo langsung memberikan pernyataan tegas tentang keputusan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kepala daerah yang tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya bisa dengan mudah diganti.

“Kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan ya, kalau yang mau lari, lari aja nggak apa-apa ya, copot langsung,” ujar Prabowo.

Ia juga meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk segera memproses penghapusan jabatan Mirwan. Menurut Prabowo, tindakan Mirwan dianggap sebagai bentuk desertir dalam situasi bahaya.

Penjelasan Bupati Aceh Selatan

Meski telah dicopot, Mirwan MS memberikan penjelasan melalui keterangan tertulis. Ia menyatakan bahwa keberangkatannya ke Mekkah adalah untuk menunaikan nazar pribadi. Ia juga mengklaim bahwa sebelum pergi, ia telah turun langsung ke lokasi banjir dan memastikan bahwa penanganan bencana berjalan baik.

Mirwan menyebutkan bahwa ia sudah memimpin rapat koordinasi lintas OPD dan memastikan situasi terkendali. Namun, ia mengaku bahwa surat larangan dari Gubernur Aceh baru diterima setelah ia berada di Tanah Suci.

“Surat dari Gubernur Aceh saya ketahui setelah saya berada di Tanah Suci. Informasi dari daerah juga terlambat diterima karena jaringan telekomunikasi dan listrik di Aceh Selatan sempat padam akibat gangguan listrik di Aceh,” jelasnya.

Reaksi Gubernur Aceh

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan Mirwan. Ia mengaku sebelumnya sudah melarang Bupati Aceh Selatan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri selama masa bencana. Namun, larangan itu tidak diindahkan.

“Tidak saya teken (izin perjalanan luar negeri), walaupun Mendagri yang teken ya udah itu terserah sama dia. Tapi kami tidak teken, untuk sementara waktu jangan pergi. Dia pergi juga terserah,” tegas Mualem.

Mualem menegaskan bahwa ia tidak menandatangani izin perjalanan Mirwan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Mendagri untuk menentukan sanksi yang akan diberikan.

Proses Hukum dan Sanksi

Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, presiden memiliki kewenangan untuk memberhentikan kepala daerah jika mereka tidak melaksanakan program strategis nasional. Dalam kasus ini, tindakan Mirwan dianggap sebagai pelanggaran terhadap tanggung jawab sebagai pemimpin daerah.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga akan mengirimkan Inspektur Khusus untuk mengecek kejadian ini. Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar bagi tindakan lebih lanjut.

Respons Masyarakat dan Pihak Terkait

Di tengah situasi ini, masyarakat dari kota lain bahkan berbondong-bondong membantu warga Aceh yang sangat membutuhkan bantuan. Beberapa daerah seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Timur masih membutuhkan bantuan logistik dan medis.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan bahwa korban banjir masih membutuhkan bantuan terutama untuk daerah yang masih terisolir. “Ada mati, bukan mati banjir, mati kelaparan. Seperti itu. Saya, saya jajaran semuanya, termasuk krisis, kerja aktif, supaya penyaluran sembako kepada mereka-mereka yang cukup membutuhkan,” kata Muzakir.

Kesimpulan

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pemimpin daerah bahwa tanggung jawab mereka adalah menjaga keselamatan dan kesejahteraan rakyat, terutama dalam situasi darurat. Tindakan Bupati Aceh Selatan yang dianggap tidak bertanggung jawab telah mendapat konsekuensi hukum yang tegas dari Presiden Prabowo Subianto.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *