"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Budaya  

7 Fakta Menarik tentang Legenda Agartha, Kehidupan Tersembunyi di Bawah Bumi

Legenda Agartha: Kehidupan di Bawah Permukaan Bumi

Legenda Agartha sering dikenal sebagai kisah tentang kehidupan yang berada di dalam bumi, dihuni oleh makhluk asing dengan peradaban yang sangat maju. Cerita ini muncul sejak zaman dahulu ketika orang-orang percaya bahwa bumi ini memiliki bagian dalam yang kosong dan berisi makhluk-makhluk dengan ras yang berbeda.

Penduduk Agartha dipercaya memiliki bentuk yang mirip dengan manusia di permukaan bumi. Namun, mereka dikatakan memiliki tingkat kecerdasan dan kehidupan yang lebih maju. Bagi yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang legenda ini, berikut informasi lengkapnya.

1. Dicetuskan oleh Okultis Prancis



Legenda Agartha pertama kali muncul melalui karya buku yang ditulis oleh seorang okultis Prancis bernama Alexandre Saint-Yves d’Alveydre. Ia mengeluarkan buku berjudul Mission de l’Inde en Europe pada tahun 1886. Dalam bukunya, ia menyatakan bahwa bangsa Agartha memiliki kecerdasan sempurna dan tinggal di gua-gua jauh di bawah tanah. Mereka dapat berkomunikasi secara telepatik dengan Saint-Yves.

2. Bangsa yang Disingkirkan ke Dalam Ruang Bumi



Menurut Saint-Yves, bangsa Agartha awalnya tinggal di permukaan bumi. Namun, keberadaan mereka disingkirkan ke dalam ruang hampa bumi sekitar 3.200 tahun sebelum Masehi. Menurut ceritanya, kehidupan di gua-gua tersebut indah seperti keindahan daratan Himalaya dan Tibet.

3. Disebut sebagai Tempat Persembunyian Yakjuj Majuj



Keberadaan bangsa Agartha sering dikaitkan dengan beberapa ajaran agama. Dalam Islam, ada keyakinan bahwa Yakjuj dan Makjuj akan muncul dari tempat tersembunyi di bumi. Sementara itu, dalam ajaran Kristen dan Yahudi, Agartha disebut sebagai tempat persembunyian Gog dan Magog.

4. Bangsa Agartha Berada di Ruang Hampa Bumi



Saint-Yves tidak sendirian dalam keyakinannya tentang bumi yang kopong. Teori “Bumi Kopong” (Hollow Earth) juga diajukan oleh Edmond Halley pada tahun 1962. Ia berpendapat bahwa bumi memiliki kedalaman sekitar 800 km dan terdiri dari dua cangkang bulat serta inti. Di antara lempeng-lempeng tersebut terdapat ruang hampa. Teori ini juga didukung oleh John Cleves Symmes Jr pada abad ke-19, yang percaya bahwa kutub utara dan selatan memiliki lubang yang bisa menghubungkan manusia ke dalam bumi. Plato juga pernah menyebutkan adanya terowongan rahasia di bumi yang menghubungkan keempat sudut mata angin, yang menjadi akses menuju Agartha.

Namun, teori ini dibantah oleh ilmu pengetahuan modern. Penelitian geologi menunjukkan bahwa bumi tidak kosong, tetapi terdiri dari lapisan-lapisan batuan hingga intinya yang berjarak sekitar 6.371 km.

5. Dihuni oleh Makhluk Asing dengan Peradaban Maju



Penduduk Agartha dipercaya memiliki bentuk fisik yang sama dengan manusia di permukaan bumi. Namun, mereka dikatakan memiliki kecerdasan yang sempurna dan kehidupan yang lebih harmonis. Mereka disebut memiliki ilmu pengetahuan tinggi dan sumber daya alam yang melimpah. Menurut Saint-Yves, mereka sengaja mengunci diri agar bisa hidup kekal dan abadi.

6. Diduga Menjadi Tafsiran Al-Qur’an Surat Thaha



Beberapa orang menganggap bahwa legenda Agartha adalah tafsiran dari ayat-ayat dalam Al-Qur’an, khususnya surat Thaha ayat 6-7. Ayat ini menyebutkan bahwa Allah memiliki segala sesuatu, termasuk yang ada di bawah tanah. Ayat ini sering ditafsirkan sebagai petunjuk tentang kehidupan makhluk asing jauh di bawah tanah, yang memunculkan teori tentang bangsa Agartha.

7. Dianggap Mitos dengan Akar dalam Budaya Hindu



Cerita tentang bangsa Agartha dianggap sebagai mitos yang memiliki akar dalam budaya Hindu. Nama “Agartha” konon berasal dari kata “Aryavartha”, yang merupakan lokasi asal mula agama Hindu. Aryavartha juga berkaitan dengan Shambhala, sebuah tempat dalam budaya Buddha Tibet yang berarti “tempat penuh kedamaian”. Umat Hindu mengenal Shambhala sebagai Aryavartha, atau tanah para dewa yang hidup.

Itulah sejumlah informasi mengenai fakta legenda Agartha, kehidupan lain di perut bumi yang diperoleh dari berbagai sumber. Apakah Anda percaya dengan berbagai teori soal Agartha?

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *