"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Gerakan Penolakan Tambang Emas di Seluma, Warga Kirim Surat Terbuka ke Pemimpin

Penolakan terhadap Rencana Tambang Emas di Kabupaten Seluma

Bencana banjir yang menimpa tiga provinsi di Pulau Sumatera telah memicu perhatian masyarakat terhadap isu pertambangan emas di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Di media sosial, banyak warga mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap rencana pembukaan tambang emas di kawasan hutan Bukit Sanggul, yang menjadi sumber air utama bagi wilayah tersebut.

Di sejumlah akun media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram, bertebaran surat terbuka dari warga Bengkulu yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto serta kepala daerah. Mereka menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut karena akan berdampak buruk pada lingkungan dan kehidupan masyarakat.

Dampak yang Mengancam

Dalam surat terbuka tersebut, warga menyampaikan bahwa pembukaan hutan di kawasan Bukit Sanggul akan membawa ancaman serius, termasuk banjir yang dapat merusak desa-desa di sekitarnya. Pencemaran air sungai Alas (Aik Alas), tempat mereka menggantungkan hidup, juga menjadi masalah besar. Ribuan hektar sawah rusak akibat air yang tidak terkendali, sedangkan kebun-kebun tidak bisa berproduksi lagi karena tanah tercemar.

Beberapa poin penting dalam surat terbuka tersebut antara lain:
* Menolak rencana pembukaan tambang emas di kawasan hutan Bukit Sanggul, Kabupaten Seluma.
* Memohon kepada Pemerintah Kabupaten Seluma dan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk membatalkan atau menolak rencana tersebut.

Rejon Saputra Regiono, salah satu warga yang ikut dalam aksi pengiriman surat terbuka ke presiden, menjelaskan bahwa mereka tidak ingin kampung mereka rusak akibat dampak tambang emas yang luasnya puluhan ribu hektar. Ia menilai bahwa bencana banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara adalah pelajaran penting tentang kerusakan hutan.

Selain itu, rencana pertambangan emas sejauh ini belum diketahui secara detail oleh masyarakat. Jaya, warga lainnya, menegaskan bahwa selain berdampak pada lingkungan, rencana ini juga akan mengganggu sungai-sungai besar di Kabupaten Seluma.

Pro dan Kontra

Rencana pertambangan emas di Kabupaten Seluma semakin mendapat perhatian publik. PT Energi Swa Dinamika Muda, perusahaan yang mengantongi izin tambang emas sejak 2010, kini sedang dalam proses pengajuan izin operasi. Saat ini, seluruh perizinan hampir lengkap, hanya satu syarat yang masih harus dipenuhi, yakni surat rekomendasi Pinjam Pakai Kawasan Hutan (PPKH) yang belum ditandatangani Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.

Gubernur Bengkulu mengatakan bahwa pihaknya masih menampung masukan dari masyarakat terkait rencana pertambangan emas ini. Ada berbagai usulan, mulai dari penolakan tegas hingga penerimaan dengan syarat, seperti adanya saham milik Pemprov Bengkulu dalam aktivitas pertambangan emas.

PT Energi Swa Dinamika Muda juga menggelar diskusi publik untuk menampung masukan dari banyak pihak. Acara ini dihadiri Bupati Seluma, Teddy Rachman, Ketua DPRD Seluma, tokoh pendiri kabupaten, kepala desa penyangga, pemuda, dan lainnya. Perusahaan menjanjikan akan merekrut ribuan tenaga kerja lokal dan memperhatikan kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan lokal.

Tuntutan Masyarakat

Usai diskusi publik digelar, massa aktivis menamakan Koalisi Masyarakat Sipil Menolak Tambang (KMSMT) merangsek masuk lokasi hotel tempat digelarnya diskusi publik rencana operasi tambang emas di Kabupaten Seluma. Puluhan aktivis lingkungan dan mahasiswa masuk ke dalam hotel sambil meneriakkan suara penolakan aktivitas pertambangan emas di hadapan hadirin.

Massa membawa pamflet dan spanduk bertuliskan protes penolakan rencana penambangan emas di Seluma. Bupati Seluma, Teddy Rahman, menyampaikan bahwa Pemda Seluma memberikan waktu sekitar 26 bulan untuk melakukan analisis dan pertimbangan secara transparan serta melibatkan NGO, akademisi, dan masyarakat umum secara terbuka terkait rencana pertambangan emas di Seluma.

Bupati menjanjikan Pemda Seluma akan mengagendakan pertemuan serupa dengan melibatkan masyarakat secara luas untuk menampung masukan dan kritik, termasuk dari kelompok aktivis dan mahasiswa.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *