"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Wali Kota Langsa Bersama TNI AL Kirim KRI SSA Angkut Logistik

Bantuan Darurat dari Medan Menuju Langsa

Pemerintah Kota (Pemko) Langsa akhirnya mengambil inisiatif untuk mengirimkan bantuan berupa makanan dan kebutuhan pokok kepada warga yang terdampak banjir. Bantuan ini terdiri dari mi instan sebanyak 2.000 kotak atau setara dengan 8 ton, serta telur sebanyak 30.000 butir atau 2 ton. Pengiriman dilakukan dari Kota Medan, Sumatera Utara, sebagai upaya untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi krisis pangan pasca-banjir.

Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra, saat ini sedang memimpin pengiriman bantuan tersebut melalui jalur laut. Kapal Republik Indonesia (KRI) Sutedi Senoputra-378 milik TNI Angkatan Laut digunakan untuk mengangkut logistik dari Pelabuhan Belawan, Medan, menuju Pelabuhan Kuala Langsa. Kapal perang ini bukan digunakan untuk misi tempur, tetapi untuk mendistribusikan bantuan pangan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Langsa.

Menurut Jeffry, KRI Sutedi Senoputra-378 akan bersandar di Pelabuhan Kuala Langsa dalam waktu dekat. Jika tidak ada kendala cuaca, kapal ini diperkirakan tiba pada malam hari Sabtu (29/11/2025). Perjalanan dari Pelabuhan Belawan membutuhkan waktu sekitar 7 hingga 8 jam.

Bantuan yang dikirimkan tidak hanya berupa makanan, tetapi juga alat komunikasi seperti Roater Starlink. Alat ini akan digunakan untuk memperbaiki jaringan komunikasi yang sempat terganggu akibat banjir. Dengan adanya alat ini, diharapkan koordinasi antara pihak berwenang dan masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

Situasi Banjir yang Mengancam

Banjir yang melanda Kota Langsa sejak lima hari lalu telah menyebabkan kerusakan yang sangat parah. Hampir 90 persen wilayah terdampak banjir mengalami kerusakan berat. Banyak rumah warga rusak atau bahkan ambruk. Seluruh rumah yang terendam banjir dipenuhi lumpur, sehingga sulit untuk segera ditempati kembali.

Akibat banjir, aktivitas perekonomian di kota ini lumpuh total. Jalan-jalan utama, termasuk Jalan Lintas Nasional, terendam air dan banyak yang rusak parah. Hal ini menyebabkan sejumlah wilayah terisolir dan sulit dijangkau melalui jalur darat. Untuk itu, Pemko Langsa memutuskan menggunakan jalur laut sebagai solusi logistik yang paling efektif.

Jeffry menegaskan bahwa langkah cepat ini adalah bagian dari respons darurat terhadap banjir. “Dalam situasi darurat seperti ini, kami harus melakukan langkah-langkah strategis agar distribusi logistik bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Dampak Banjir yang Membuat Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir yang terjadi pada Selasa hingga Rabu (25–26/11/2025) menyebabkan ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Ketinggian air mencapai 1–3 meter, membuat banyak rumah tidak layak huni. Puluhan ribu rumah terendam air, sehingga warga harus mencari tempat perlindungan di daerah yang lebih tinggi, seperti bangunan bertingkat, ruko, atau emperan toko.

Selain itu, jaringan internet dan listrik di seluruh kota mati total sejak Rabu (26/11/2025), sehingga komunikasi menjadi sangat terbatas. Hingga Sabtu (29/11/2025), kondisi ini masih belum pulih sepenuhnya.

Meski banjir mulai surut pada Kamis (27/11/2025) pagi, warga yang mengungsi mulai kembali ke rumah mereka. Namun, proses pemulihan masih membutuhkan waktu lama. Jeffry berharap, dengan bantuan logistik yang sudah sampai, kebutuhan pokok masyarakat dapat segera terpenuhi.

Target Pemulihan Infrastruktur

Jeffry juga menyampaikan target pemulihan infrastruktur. Ia berharap, besok, listrik dan internet di seluruh Kota Langsa dapat kembali normal. Dengan pemulihan ini, diharapkan koordinasi dan distribusi bantuan dapat berjalan lebih baik lagi.

Saat ini, Pemko Langsa dan TNI AL terus berupaya keras untuk memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan situasi darurat banjir dapat segera teratasi.


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *