Berita Terkini: Protes di Iran, Pernyataan Zohran Mamdani, dan Ancaman Trump
Protes Massal di Iran yang Mengguncang Negara
Protes besar-besaran terus berlangsung di Iran dalam beberapa minggu terakhir. Awalnya, unjuk rasa ini muncul sebagai respons terhadap inflasi yang melonjak, namun secara perlahan berubah menjadi gerakan politik yang menuntut pengunduran diri penguasa ulama. Anak dari bekas Shah Iran, Reza Pahlavi, mengajak rakyat Iran untuk lebih aktif dalam aksi protes.
Reza Pahlavi, yang kini tinggal di Amerika Serikat, menyampaikan pesan kepada para demonstran bahwa tujuan mereka tidak lagi sekadar turun ke jalan, tetapi juga bersiap merebut pusat-pusat kota dan mempertahankannya. Ia menyerukan agar lebih banyak protes terarah pada hari Sabtu dan Minggu pekan ini.
Di sisi lain, militer Iran mengumumkan akan melindungi infrastruktur strategis dan properti publik. Mereka juga mengimbau warga untuk menggagalkan rencana unjuk rasa. Upaya pemerintah untuk menghentikan protes terbesar dalam beberapa tahun terakhir ini semakin meningkat.
Zohran Mamdani Kecam Pernyataan Pro-Hamas
Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, mengecam nyanyian pro-Hamas selama protes panas di luar sebuah sinagoge di Queens pada Kamis malam, 8 Januari 2026. Protes tersebut dipimpin oleh Majelis Palestina untuk Pembebasan (PAL-Awda).
Dalam protes tersebut, demonstran pro-Palestina meneriakkan dukungan untuk Hamas, sementara demonstran pro-Israel meneriakkan hinaan rasial dan homofobik. Salah satu slogan yang dinyanyikan adalah “Katakan dengan lantang, katakan dengan jelas, kami mendukung Hamas di sini.”
Mamdani mengatakan bahwa retorika dan aksi dalam protes tersebut salah dan tidak pantas berada di Kota New York. Ia menegaskan bahwa timnya terus berkomunikasi erat dengan NYPD untuk memastikan keselamatan warga saat memasuki dan keluar dari tempat ibadah serta menjaga hak konstitusional untuk berdemonstrasi.
Trump Ancam Serangan, Iran Siap Balas
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, dalam pidatonya di parlemen pada hari Minggu, memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan kesalahan perhitungan. Ia menegaskan bahwa jika AS nekat menyerang Iran, maka wilayah pendudukan (Israel) serta semua pangkalan dan kapal AS akan menjadi target sah.
Menurut para aktivis, sedikitnya 116 orang tewas akibat protes nasional yang menentang teokrasi Iran. Seiring meningkatnya jumlah korban tewas, sekitar 2.600 orang lainnya telah ditahan, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS.
Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan para pemimpin Iran agar tidak menggunakan kekerasan terhadap para demonstran. AS menyatakan siap membantu para demonstran Iran. Trump kabarnya telah menerima paparan tentang berbagai opsi serangan terhadap Iran di tengah gelombang protes di negara itu.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











