"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Khamenei: Iran Tak Akan Mundur Hadapi Protes

Pemimpin Iran Bersikukuh Tidak Mundur Menghadapi Protes Besar-besaran

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa Republik Islam tidak akan mundur menghadapi gelombang protes besar-besaran yang melanda negara tersebut. Dalam pidatonya yang disiarkan di televisi pada Jumat (9/1/2026), ia menyebut para pengunjuk rasa sebagai pengacau dan penyabotase. Demonstrasi telah berlangsung di berbagai wilayah Iran sejak 28 Desember, awalnya dipicu oleh kemarahan masyarakat atas meningkatnya biaya hidup, tetapi kemudian berkembang menjadi demonstrasi antipemerintah yang menyerukan pergantian rezim.

Protes terbesar terjadi di Teheran pada Kamis (8/1/2026) malam. Dalam pidatonya, Khamenei menyatakan bahwa semalam di Teheran, sekelompok perusuh datang dan menghancurkan sebuah bangunan milik mereka sendiri demi menyenangkan presiden Amerika Serikat (AS). Ia menekankan bahwa Republik Islam berkuasa dengan darah ratusan ribu orang terhormat, dan mereka tidak akan mundur menghadapi para penyabot.

Ia juga menyebut Presiden AS, Donald Trump, bertanggung jawab atas kematian lebih dari seribu warga Iran, yang tampaknya merujuk pada perang Israel-Iran pada Juni lalu. Khamenei menambahkan bahwa pemimpin AS itu akan menghadapi nasib serupa dengan Syah Iran, yang digulingkan dalam Revolusi 1979.

Korban Tewas Mencapai 65 Orang

Menurut laporan Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Iran (HRANA) pada Sabtu (10/1/2026), jumlah korban tewas akibat protes di Iran telah mencapai 65 orang. Mereka terdiri dari 50 pengunjuk rasa, 14 petugas penegak hukum dan keamanan, serta seorang warga sipil yang berafiliasi dengan pemerintah. Selain itu, puluhan orang juga terluka dan 2.311 lainnya ditahan.

Pihak berwenang Iran kini telah memberlakukan pemadaman jaringan internet total selama 24 jam terakhir. Langkah ini dinilai melanggar hak-hak warga Iran dan merupakan upaya untuk menutupi kekerasan yang dilakukan rezim. Pemadaman internet menyeluruh tersebut dinilai bertujuan menyembunyikan skala sebenarnya dari pelanggaran hak asasi manusia serius serta kejahatan menurut hukum internasional yang dilakukan guna menekan aksi protes.

Iran Menyalahkan AS dan Israel

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding AS dan Israel sebagai dalang di balik meluasnya aksi protes. Ia mengatakan, kedua negara tersebut berupaya mengubah demonstrasi damai menjadi aksi yang memecah belah dan penuh kekerasan. Sementara itu, Trump mengatakan Iran saat ini berada dalam masalah besar seiring meluasnya demonstrasi hingga ke seluruh negeri. Ia telah berulang kali mengancam akan melakukan intervensi apabila Teheran terus melakukan tindakan keras terhadap demonstran.

Trump menambahkan bahwa respons apa pun dari AS tidak akan melibatkan pengerahan pasukan di lapangan, melainkan akan berfokus pada langkah-langkah yang dapat memberikan tekanan keras pada titik-titik paling sensitif bagi Iran.

Putra Syah Iran Serukan Pemogokan Nasional

Reza Pahlavi, putra Syah terakhir Iran, menyerukan pemogokan nasional di sektor-sektor ekonomi utama Iran, seperti transportasi, minyak, gas, dan energi. Ia memuji para pengunjuk rasa yang turun ke jalan pada Jumat malam dan menekankan bahwa tujuan mereka bukan lagi sekadar turun ke jalan, tetapi mempersiapkan diri untuk merebut pusat-pusat kota dan menguasainya.

Dalam unggahannya di X, Pahlavi menulis: “Saya yakin bahwa dengan membuat kehadiran kita di jalan-jalan lebih terarah, dan pada saat yang sama memutus aliran keuangan mereka, kita akan sepenuhnya memaksa Republik Islam beserta aparat penindasannya yang usang dan rapuh untuk bertekuk lutut.”

Situasi Terkini dan Tanggapan Internasional

Demo soal ekonomi yang meluas memicu pemerintah Iran untuk memadamkan jaringan internet. Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Indonesia memastikan bahwa 386 WNI di Iran aman di tengah gelombang demo. Konflik yang memanas di Iran juga membuat Australia meminta warganya untuk segera meninggalkan negara tersebut.


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *