"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Bela Venezuela, Rusia Minta AS Berhenti Buru Kapal Tanker Minyak yang Lari di Atlantik

Permintaan Rusia kepada AS untuk Menghentikan Pengejaran Kapal Tanker

Pemerintah Rusia telah secara resmi meminta Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan upaya pengejaran terhadap sebuah kapal tanker minyak yang sedang melarikan diri di Samudra Atlantik. Kapal tersebut sebelumnya berlayar menuju Venezuela, namun kini diburu oleh Penjaga Pantai AS. Permintaan diplomatik ini disampaikan di tengah upaya Presiden Donald Trump dalam merundingkan kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.

Permintaan Diplomatik Rusia ke Washington

Menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, Rusia menyampaikan permintaan resminya kepada Departemen Luar Negeri AS pada hari Kamis (1/1/2026). Pesan diplomatik tersebut juga dikirimkan ke Dewan Keamanan Dalam Negeri Gedung Putih. Kedua sumber tersebut berbicara dengan syarat anonim karena membahas komunikasi diplomatik yang sensitif.

Permintaan Rusia datang pada saat Presiden Trump berupaya menengahi perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Awal pekan ini, Trump bahkan menjamu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Mar-a-Lago, Florida, dan keduanya menyatakan optimisme untuk mengakhiri perang, meski belum ada kemajuan berarti terkait isu krusial seperti jaminan keamanan dan pertukaran wilayah.

Kapal Bella 1 Ganti Identitas

Pasukan AS telah melacak kapal tanker bernama Bella 1 selama hampir dua pekan. Kapal yang memulai perjalanannya dari Iran itu awalnya menuju Venezuela untuk mengambil minyak, sebelum pasukan AS berusaha menghentikan dan menaikinya di Laut Karibia.

Otoritas AS menyatakan bahwa kapal tersebut tidak mengibarkan bendera nasional yang sah, sehingga dianggap sebagai kapal tanpa kewarganegaraan dan dapat diperiksa berdasarkan hukum internasional, serta mengeklaim memiliki surat perintah penyitaan. Namun, awak Bella 1 menolak mematuhi perintah tersebut dan justru berlayar kembali ke arah Atlantik. Sejak saat itu, kapal tersebut terus menghindari upaya penindakan dari Penjaga Pantai AS.

Dalam beberapa hari terakhir, Bella 1 berupaya mengeklaim perlindungan Rusia. Awak kapal mengecat bendera Rusia di lambung kapal dan menghubungi Penjaga Pantai AS melalui radio dengan menyatakan bahwa mereka berlayar di bawah otoritas Rusia. Kapal itu bahkan muncul dalam daftar resmi kapal Rusia dengan nama baru, Marinera, dan pelabuhan asal Sochi di Laut Hitam.

Gedung Putih menolak berkomentar secara resmi. Namun, seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan pemerintahan Trump tetap memandang kapal tersebut sebagai “tanpa kewarganegaraan” karena saat pertama kali didekati Penjaga Pantai, kapal itu mengibarkan bendera palsu. Departemen Luar Negeri AS dan Kedutaan Besar Rusia di Washington juga tidak segera memberikan tanggapan.

David Tannenbaum, mantan pejabat kepatuhan sanksi di Departemen Keuangan AS, menilai status hukum kapal itu masih meragukan. Ia mengatakan, masih “tidak jelas” apakah pemberian “pendaftaran bendera secara kilat” oleh Rusia kepada kapal tersebut akan dianggap sah.

Tekanan AS terhadap Venezuela

Upaya penyitaan kapal tanker ini terkait dengan konflik berkepanjangan antara AS dan Venezuela. Presiden Trump telah memberlakukan semacam blokade terbatas terhadap sejumlah kapal tanker yang mengangkut minyak Venezuela, sebagai bagian dari tekanan terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro.

Ekspor minyak—terutama ke China—selama ini menjadi penopang utama ekonomi Venezuela. Sejauh ini, AS telah menaiki dan mengambil alih dua kapal tanker lain di Karibia, dan pejabat AS menyatakan berencana menyita lebih banyak kapal.

Sebagai respons, Maduro memerintahkan Angkatan Laut Venezuela untuk mengawal beberapa kapal tanker yang meninggalkan negaranya dan bahkan mempertimbangkan penempatan pasukan di atas kapal, langkah yang berpotensi meningkatkan risiko konfrontasi bersenjata di laut lepas.

Pekan lalu, dalam percakapan antara menteri luar negeri Venezuela dan Rusia, Moskwa “menegaskan kembali dukungan dan solidaritas penuhnya kepada para pemimpin dan rakyat Venezuela,” sebagaimana tertuang dalam ringkasan percakapan dari Kementerian Luar Negeri Rusia.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *