jenepontoinfo.com – Anggota DPR Rahayu Saraswati menjadi sorotan publik setelah membela Ipda Rudy Soik, Anggota Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipecat karena diduga terlibat dalam pengungkapan mafia BBM. Politikus Partai Gerindra tersebut akan melaporkan kasus tersebut kepada pamannya sendiri, Presiden Prabowo Subianto.
Pembelaan terhadap Rudy Soik disampaikan oleh Rahayu Saraswati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR dengan Kapolda NTT Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga dan Rudy Soik di ruang Komisi III DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2024). Sara, sapaan akrab Rahayu Saraswati, hadir sebagai Ketua Jaringan Nasional (Janras) Anti-Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Menurut Sara, Rudy Soik adalah sosok yang berkomitmen dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat kecil, termasuk dalam mengungkap kasus perdagangan orang dan jaringan mafia BBM. “Sangat disayangkan jika ada polisi yang benar-benar bersih dan lurus, namun harus melawan hal-hal seperti ini,” ujar Sara dalam RDP Komisi III DPR.
Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta III akan melaporkan kasus tersebut kepada Presiden Prabowo. “Jika tidak ada tindak lanjut yang jelas dan tidak ada keberpihakan yang jelas kepada masyarakat, khususnya di NTT, maka saya akan membawa kasus ini ke tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.
Rahayu Saraswati, atau akrab dipanggil Sara, adalah seorang politikus dan aktivis sosial yang dikenal karena konsistensinya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan pemberantasan perdagangan manusia. Sara bukanlah orang sembarangan, dia merupakan putri dari pasangan Hashim Djojohadikusumo dan Anie Hashim Djojohadikusumo, yang merupakan keponakan dari Presiden Prabowo Subianto.
Nama belakang Sara, Djojohadikusumo, merujuk pada kakek buyutnya, Raden Mas Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI). Sedangkan kakeknya, Soemitro Djojohadikusumo, dikenal sebagai tokoh ekonomi yang berpengaruh. Sara menempuh pendidikan di SD Tarakanita II Jakarta, United World College of South East Asia (UWCSEA) di Singapura, dan Collège du Léman di Jenewa, Swiss. Dia juga memiliki gelar diploma dari The International School of Screen Acting di London dan telah menyelesaikan studi di Universitas Virginia, Amerika Serikat, dengan fokus pada jurusan Classics and Drama.
Rahayu Saraswati memulai karirnya sebagai pembawa acara di The Indonesia Channel dalam program Hot Indonesia pada 2014-2015. Pada saat yang sama, dia juga menjadi pendiri, pemegang saham, dan CEO di The Legacy Pictures PTE Ltd.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











