Panduan Sholat Dhuha dan Dzikir serta Doa Setelahnya
Sholat Dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sholat ini dilaksanakan pada pagi hari, ketika matahari mulai naik setelah waktu terbitnya hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Para ulama memiliki pendapat berbeda mengenai hukum pelaksanaannya, namun secara umum dianggap sebagai sholat sunah muakkad atau yang sangat dianjurkan.
Bacaan Dzikir Setelah Sholat Dhuha
Setelah melaksanakan sholat Dhuha, umat Islam dianjurkan untuk melakukan dzikir dan doa kepada Allah SWT. Berikut beberapa bacaan dzikir yang sering dibaca:
-
(100 ×) أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.” -
(100 ×) سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Artinya: “Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya.” -
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Dzikir-dzikir tersebut dapat dibaca sebanyak 100 kali masing-masing. Selain itu, disarankan juga untuk membaca doa tambahan agar mendapatkan manfaat lebih besar dari sholat Dhuha.
Doa Setelah Sholat Dhuha
Doa setelah sholat Dhuha biasanya ditujukan untuk memohon berkah, rezeki, dan keberkahan dalam kehidupan. Berikut adalah doa lengkapnya:
اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”
Hukum Sholat Dhuha
Para ulama memiliki pendapat berbeda mengenai hukum sholat Dhuha. Beberapa pendapat antara lain:
- Sunah: Sebagian ulama menyatakan bahwa sholat Dhuha hukumnya sunah.
- Tidak Disyariatkan: Ada pendapat yang menyebutnya tidak disyariatkan, melainkan ada sebab tertentu seperti pembukaan Mekkah atau peristiwa-peristiwa khusus.
- Tidak Sunah: Beberapa sahabat Rasulullah, seperti Abdurrahman bin Auf dan Ibnu Mas’ud, tidak pernah melakukannya.
- Sunah yang Kadang Dilakukan dan Kadang Ditinggalkan: Pendapat ini menyatakan bahwa sholat Dhuha hukumnya sunah, tetapi bisa dilakukan atau ditinggalkan tergantung situasi.
Berdasarkan hadis-hadis yang diriwayatkan, seperti dari Abdullah bin Umar dan Ikrimah, sholat Dhuha sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, sholat Dhuha dianggap sebagai sunah yang sangat dianjurkan.
Tata Cara Sholat Dhuha
Sholat Dhuha dilaksanakan seperti sholat sunah pada umumnya, yaitu:
- Berniat sholat Dhuha dengan membaca “Ushallī sunnatad–ḍuḥā lillāhi ta‘ālā”
- Takbiratul ihram
- Membaca Surat Al-Fatihah
- Membaca Surat atau Ayat Al-Quran (yang dihafal)
- Ruku’
- Itidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud (ifitrasy)
- Sujud kedua
- Berdiri untuk melanjutkan sholat rakaat kedua hingga sujud kedua
- Duduk Tahiyat atau Tasyahud Akhir
- Salam.











