Bantuan dari UEA untuk Korban Banjir di Medan
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menerima bantuan kemanusiaan dari Uni Emirat Arab (UEA) yang disalurkan melalui organisasi non-pemerintah (NGO). Bantuan tersebut diterima di Kota Medan dan disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap korban banjir yang terjadi di wilayah tersebut.
Bobby menjelaskan bahwa bantuan ini tidak berasal langsung dari pemerintah UEA, tetapi melalui NGO. Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku. “Saya sudah koordinasi dengan Wakil Wali Kota Medan, dan beliau menjelaskan bahwa bantuan tersebut bukan dari pemerintahnya langsung, tapi melalui NGO-nya,” ujar Bobby saat ditemui di Lapangan Udara Soewondo, Medan, sebelum bertolak ke Kabupaten Tapanuli Selatan.
Koordinasi dengan Kemendagri
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mekanisme penyaluran bantuan luar negeri berbeda tergantung sumbernya. Jika bantuan bersifat antarpemerintah atau government to government (G to G), maka penyalurannya harus melalui pemerintah pusat. Namun, jika bantuan berasal dari NGO, maka boleh langsung disalurkan ke daerah, asalkan tidak diserahkan langsung kepada pemerintah daerah.
“Apabila bantuan dari luar negeri atau G to G, maka penyalurannya harus melalui pemerintah pusat. Selanjutnya pemerintah pusat yang menyalurkan ke pemerintah daerah,” jelas Bobby. Sementara itu, bantuan dari NGO boleh langsung ke pemerintah daerah, tetapi harus melalui NGO yang ada di Indonesia.
Penyimpanan Bantuan di Gudang Muhammadiyah
Bantuan dari NGO UEA selama ini dititipkan di gudang milik Muhammadiyah. Bobby menjelaskan bahwa mekanismenya adalah bantuan G to G harus melalui pemerintah pusat, dan pemerintah daerah menerima dari pemerintah pusat untuk kemudian disalurkan ke masyarakat.
“Bantuan itu bukan dipulangkan, tapi diserahkan kembali. Selama ini dititipkan di gudang milik Muhammadiyah,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa bantuan dari NGO tidak mempermasalahkan penyaluran kembali, asalkan dilakukan melalui NGO yang ada di sini.
Tanggapan Wali Kota Medan
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap membenarkan bahwa bantuan tersebut disimpan di gudang milik Muhammadiyah. Ia menyebutkan bahwa rencananya akan disalurkan berupa peralatan salat dan makanan. “Sekarang ini sudah diserahkan dan pihak NGO-nya tidak ada masalah. Alasan kenapa kami menerima saat itu karena sifatnya bantuan untuk korban banjir. Bantuan tersebut berjumlah 30 ton,” pungkasnya.
Penjelasan Bobby tentang Cara Pemberian Bantuan
Bobby juga memberikan penjelasan terkait kritikan yang ia terima atas cara pemberian bantuan dari helikopter. Menurutnya, metode ini dilakukan karena daerah yang dikunjungi terisolasi dan tidak memiliki akses jalan akibat tertutup material longsor.
“Daerah terisolir itu, artinya tidak bisa terjangkau. Kalau tidak bisa dijangkau, berarti ada bantuan dari udara. Untuk apa helikopter yang diberikan dari pemerintah pusat, dari Polri, dari TNI, tujuannya mempercepat bantuan,” ujarnya saat konferensi pers di Posko Tanggap Bencana di Jalan AH Nasution, Medan.
Ia juga menyoroti bahwa video yang beredar telah diedit, sehingga mengubah konteks dari bantuan yang dijatuhkan. “Walaupun diedit-edit, ya yang saya drop itu Indomie, tiba-tiba keluarnya jadi beras. Ini agak-agak aneh,” jelasnya.
Fokus pada Bantuan Korban Bencana
Bobby meminta masyarakat untuk fokus pada upaya membantu korban bencana alih-alih memperkeruh suasana dengan kritik. “Jadi saya minta kepada semua masyarakat, apalagi yang tidak terkena bencana, ayo support, ayo dukung, bantu doa, jangan memperkeruh suasana. Artinya kita semua ini ingin mempercepat penanggulangan,” tegasnya.
Dia juga menyoroti kondisi masyarakat yang telah berhari-hari tidak mendapatkan makanan. “Kita melihat langsung masyarakat yang sudah berhari-hari tidak makan. Kita melihat langsung masyarakat yang terisolir, bahkan banyak (info) dari Basarnas mayat-mayat yang belum bisa dievakuasi karena jalurnya belum terbuka. Ini menjadi fokus kita,” tambahnya.
Situasi Bencana di Sumut
Sebelumnya, banjir dan longsor melanda 18 kabupaten/kota di Sumut sejak Senin (24/11/2025), dengan Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi salah satu wilayah terparah. Bobby sendiri berada di lokasi selama enam hari untuk menangani bencana.











