"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Daerah  

Dibawah Perhatian Pasca Kebakaran, Ini Beragam Pekerjaan Terra Drone di Kebun Sawit



JAKARTA — Terra Drone menjadi sorotan dalam dua hari terakhir setelah kebakaran hebat yang menewaskan 22 orang di kantornya di Kawasan Cempaka Putih, Jakarta. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian tersebut. Dari informasi awal, kebakaran disebabkan oleh baterai yang terbakar di lantai 1.

Bahan kimia yang ada di dalam baterai tersebut menyebabkan kepulan asap hitam yang sangat pekat. Hal ini membuat para pegawai yang terjebak di lantai 3 ke atas kesulitan bernapas. “Memang ada baterai di lantai 1, itu yang terbakar,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di tempat kejadian perkara (TKP), Selasa sore.

Meski awalnya kebakaran berasal dari baterai, penyebab mengapa material tersebut terbakar masih menjadi pertanyaan. Banyak spekulasi muncul di media sosial yang menghubungkan kebakaran ini dengan pekerjaan Terra Drone di bidang perkebunan kelapa sawit, termasuk pemetaan di Sumatera.

Perhatian besar diberikan pada sektor sawit di Sumatera karena banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang merenggut lebih dari 1.000 korban jiwa. Dari berbagai informasi yang dikumpulkan, Terra Agri, bagian dari Terra Drone, melakukan pekerjaan di sektor pertanian dan perkebunan. Mereka melakukan pemetaan lahan, penyemprotan pestisida, dan pupuk. Wilayah spesifik tidak disebutkan secara jelas.

“Kami menawarkan ‘Terra Agri’ sebuah layanan pertanian berbasis drone yang berfokus terutama di Indonesia, yang mencakup penyemprotan pestisida dan pemetaan,” demikian dikutip dari laman Terra Drone.

Dalam operasi pertanian, Terra Drone disebut telah melakukan penerbangan di area kumulatif lebih dari 200 ribu hektar lahan, dengan hingga 4.000 penerbangan per hari. Drone digunakan untuk penyemprotan pestisida presisi tinggi, yang membuat pekerjaan lebih efisien sehingga memangkas biaya hingga 30%.

Pada 2024, Terra Drone menargetkan penanganan hama ulat kantung di lahan perkebunan kelapa sawit seluas 2.158 hektar di Indonesia dan Malaysia. Penerbangan drone juga dapat memberikan informasi berharga kepada perusahaan perkebunan dan agrikultur untuk membantu membuat keputusan yang lebih baik dan mengoptimalkan operasi perusahaan.

Salah satu cara utama drone digunakan dalam industri perkebunan dan agrikultur adalah untuk pemetaan dan survei menggunakan citra udara resolusi tinggi. Drone dapat membantu petani untuk lebih akurat memetakan lokasi tanaman dan aset lainnya. Informasi ini dapat digunakan untuk merencanakan operasi penanaman dan pemanenan yang lebih efisien, mengurangi jumlah waktu dan uang yang harus dihabiskan petani untuk tugas-tugas ini. Beberapa perusahaan besar sawit di Indonesia disebut telah menggunakan teknologi drone tersebut.

Penyebab kebakaran

Polisi belum mau menyimpulkan lebih jauh soal penyebab kebakaran Gedung Terra Drone ini. Termasuk soal unsur kesengajaan di dalamnya. Namun yang pasti, ada kelalaian dari segi keamanan bangunan. Gedung untuk Terra Drone dinilai tidak punya akses pintu darurat. Selain itu, Terra Drone sejatinya masuk dalam usaha risiko tinggi. Artinya tidak bisa begitu saja menyebut izin gedung yang berisiko rendah. Mendagri Tito Karnavian mengatakan, Gedung Terra Drone masuk dalam kategori gedung risiko tinggi karena menyimpan peralatan yang mudah terbakar, seperti baterai drone.

“Tapi karena dianggap risiko rendah, ya di-approve saja tanpa melihat lokasi mungkin, sehingga petugas Dinas Pemadam Kebakaran enggak dilibatkan mungkin saat itu,” kata dia.

Dirut Terra Drone Jadi Tersangka

Sementara itu, Polres Metro Jakarta Pusat telah menetapkan Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia berinisial MW sebagai tersangka atas musibah kebakaran yang mengakibatkan 22 orang meninggal dunia pada Selasa (9/12). “Kami tetapkan MW (Dirut Terra Drone) sebagai tersangka,” kata Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, penetapan MW sebagai tersangka dilakukan setelah petugas memeriksa yang bersangkutan dan juga para saksi berjumlah 10 orang termasuk MW. Roby mengatakan bahwa MW dikenakan Pasal 187, 188 dan 359 KUHP terkait dengan sengaja atau kealpaannya hingga menyebabkan kebakaran dan bencana lainnya hingga terjadi kematian. “Kita kenakan Pasal 187,188, 359 KUHP,” ujarnya.

Ia menambahkan untuk ancaman hukuman bagi tersangka yaitu 5 hingga 12 tahun kurungan penjara. Sebanyak 22 orang tewas dalam kebakaran yang melanda rumah toko (ruko) Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), pada Selasa (9/12). Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Polri Brigjen Pol Prima Heru menyebutkan sebanyak 22 korban yang dilaporkan telah berhasil dilakukan rekonsiliasi dan seluruh korban berhasil diidentifikasi.

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *