"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Daerah  

Duka di Gunung Leuser, Sang Abang Selamatkan Kris Biantoro

Kehilangan Pendaki di Puncak Gunung Leuser

Kris Biantoro, yang dikenal dengan nama panggilan Bento (49), seorang pendaki asal Binjai, meninggal dunia saat sedang turun dari puncak Gunung Leuser setelah dilaporkan mengalami sakit. Kejadian ini menimpa pendaki yang tergolong aktif dalam kegiatan alam bebas.

Perjalanan Pendakian yang Berakhir Tragis

Kris Biantoro tercatat sebagai warga Jalan Saman Hudi Tanah Merah, Binjai Selatan, Medan. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat menyukai aktivitas pendakian gunung. Bersama rombongan berjumlah 16 orang, ia melakukan pendakian ke puncak Gunung Leuser melalui jalur Desa Penosan, Dusun Kedah, Kecamatan Blangjerango, Gayo Lues, sejak 31 Maret 2026 lalu.

Pendakian tersebut dijadwalkan selesai pada 9 April 2026. Namun, takdir berkata lain. Dalam perjalanan turun dari puncak Gunung Leuser, Kris Biantoro dilaporkan mengalami sakit dan akhirnya menghembuskan napas terakhir di tengah hutan belantara Gunung Leuser pada Kamis (9/4/2026). Sampai saat ini, jenazahnya masih berada di kawasan Gunung Leuser, menunggu proses evakuasi untuk dibawa ke permukiman warga.

Kepulangan yang Menyedihkan

Abang kandung Kris Biantoro, Prionoto, langsung tiba di Gayo Lues untuk menjemput jenazah adiknya. Ia mengatakan bahwa kabar duka ini belum disampaikan kepada ibu mereka di Binjai. Prionoto mengaku langsung berangkat dari Langsa menuju Medan, lalu ke Blangkejeren begitu mendengar kabar duka itu.

“Adik saya tidak punya riwayat penyakit. Ia tinggal bersama ibu di Binjai. Sampai sekarang, kabar ini belum saya sampaikan kepada ibu,” ujarnya dengan suara bergetar saat ditemui di Gayo Lues, Jumat (10/4/2026).

Menurut cerita abangnya, Kris Biantoro sudah berpisah dengan istrinya dan tidak memiliki anak. Ia dikenal sebagai wiraswasta yang sederhana. Sebelumnya, Kris Biantoro juga pernah melakukan kegiatan pendakian di Gunung Sibayak, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Proses Evakuasi yang Memakan Waktu

Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Gayo Lues, Brimob serta warga (guide) telah diterjunkan untuk menjemput jenazah Kris Biantoro. Tim evakuasi yang berjumlah 13 orang mulai bertugas pada Jumat (11/4/2026). Dari data dan informasi yang didapat, jenazah Kris Biantoro akan dievakuasi dan tiba di permukiman warga dengan waktu tempuh pulang pergi diperkirakan lebih kurang 5–6 hari.

Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo melalui Kasat Reskrim Iptu M Abidinsyah SH menjelaskan bahwa setelah berhasil dievakuasi, jenazah Kris Biantoro akan langsung dibawa ke RSUD Muhammad Ali Kasim untuk dilakukan visum dan memastikan penyebab kematiannya. Setelah dari rumah sakit, selanjutnya jenazah pendaki puncak Gunung Leuser Kris Biantoro Alias Bento baru akan diserahkan kepada pihak keluarga.

Rombongan Pendaki yang Turut Berduka

Berikut adalah nama-nama rombongan pendaki Gunung Leuser asal kota Binjai Sumatera Utara:

  • Ketua Tim Sugar Ray Leonard
  • Anggota Wildan Firdaus, Opi Yopita, Aghas Ferdiansyah, Dwiki Surya Nugroho, Husairi, Kris Biantoro Als Bento, Taufik Wahyudi, Mudrika Salha, Sri Wahyuni
  • Nur fajar Rizqi, Abay Syafiq Hannan, Arif Chaerulliansyah, Muhammad Daffa Dolly
  • Abadi sebagai guide
  • Bahrinsah sebagai asisten guide


Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *