Kondisi Jalan di Kampung Cibangkonol yang Memprihatinkan
Di wilayah Kampung Cibangkonol, RT 4 RW 1, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan menjadi isu utama yang mengganggu kehidupan warga. Jalan-jalan di kawasan ini rusak, berlumpur, dan membahayakan bagi masyarakat yang melintasinya.
Pantauan pada Minggu, 23 November 2025 menunjukkan bahwa kondisi jalan terlihat sangat buruk saat memasuki Cibangkonol dari arah Cimanggala. Sebelum mencapai permukiman warga, jalan di lokasi tersebut digenangi air, licin, dan berlumpur. Hal ini menyulitkan pengendara sepeda motor untuk melewati jalur tersebut, sehingga mereka harus bergoyang-goyang agar tidak terjatuh.
Untuk menghindari kendaraan ambles, sejumlah potongan bambu ditempatkan di area yang berlumpur. Nara (37), salah satu penjual makanan, mengatakan bahwa kondisi jalan yang rusak sudah berlangsung lama. Ia sering kali melintasi jalan Cibangkonol saat menjajarkan elod atau makanan olahan dari singkong. Namun, karena jalan yang berlumpur dan licin, ia tidak bisa menggunakan motor dan harus berjalan kaki ke beberapa kampung sambil memikul barang dagangannya.
“Jalannya tidak nyaman karena berlumpur,” ucap Nara kepada “PR” di kawasan Cibangkonol. Ia juga harus berhati-hati agar tidak terpeleset atau masuk ke dalam lumpur.
Tidak hanya Nara, Edoh (46), warga Cibangkonol, juga menyampaikan keluhan serupa. Menurutnya, akses menuju Cibangkonol tidak pernah tersentuh pengaspalan. Akibatnya, jalan menjadi rusak dan menyulitkan warga dalam beraktivitas. Untuk mengatasi hal ini, warga mencoba menabur batu dan memasang bambu di akses tersebut agar tetap bisa dilintasi.
Edoh mengaku kesulitan saat berbelanja kebutuhan warungnya di pasar Rajamandala. Ia harus turun dari sepeda motor yang dikemudikan tukang ojek di titik jalan berlumpur tersebut. Keadaan serupa juga terjadi saat pulang dari pasar, di mana ia kadang harus membantu tukang ojek mendorong kendaraannya yang kesulitan melewati lokasi itu.
Anak-anak sekolah asal Cibangkonol juga terkena dampak kerusakan jalan. Mereka harus melewati jalan rusak dengan risiko kendaraan yang dikendarainya terjatuh akibat licinnya akses.
Kesulitan dalam Akses Kesehatan
Masalah akses kesehatan juga menjadi tantangan bagi warga. Perjalanan ke fasilitas kesehatan menjadi sulit karena kondisi jalan yang buruk. Keluarga Edoh pernah mengalami hal ini ketika ayahnya sakit dan harus digotong menggunakan sarung sejauh satu kilometer menuju titik penjemputan ambulans. Ambulans memang sulit melewati akses buruk Cibangkonol, sehingga harus menunggu di kampung terdekat. Akibatnya, sang ayah tidak bisa menjalani rawat jalan.
Warga yang sedang mengandung atau hamil juga menghadapi kesulitan serupa. Mereka harus berjalan kaki terlebih dahulu ke Cimanggala agar bisa diantar ke klinik bidan di Cipatat.
Tidak Ada Perhatian dari Pemerintah Daerah
Meski Bupati Jeje Ritchie Ismail sempat gembar-gembor tentang janji memperbaiki jalan di Kabupaten Bandung Barat, akses Cibangkonol justru luput dari perhatian dan perbaikan. Dari pengakuan Edoh, bupati belum pernah menengok langsung atau melakukan kunjungan untuk melihat kondisi di wilayah Cibangkonol.
Buruknya infrastruktur jalan di wilayah ini menambah panjang daftar jalan rusak di Kabupaten Bandung Barat yang belum tersentuh perbaikan. Sebelumnya, Bupati Jeje sempat menyatakan akan fokus mengatasi tiga persoalan di wilayahnya, salah satunya infrastruktur jalan selain juga sekolah rusak dan persoalan lingkungan.











