"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Budaya  

Pantjoran PIK, Surga Kuliner Ikonik di Jakarta Utara

Pantjoran PIK: Destinasi Wisata Kuliner yang Menggabungkan Budaya dan Rasa

Pantjoran PIK telah menjadi salah satu tempat wisata kuliner paling populer di Jakarta Utara. Tidak hanya menawarkan pengalaman makan yang lezat, tempat ini juga menghadirkan nuansa arsitektur Pecinan klasik yang sangat Instagramable. Dengan konsep “Chinatown” modern, Pantjoran PIK menciptakan suasana yang seolah membawa pengunjung ke negeri tirai bambu atau kawasan Pecinan tempo dulu.

Lahan seluas 5.300 meter persegi ini dirancang dengan detail yang sangat kental akan budaya Tionghoa. Dominasi warna merah dan emas, serta ornamen lampion yang menghiasi setiap sudut, menciptakan kesan yang sangat menarik. Salah satu ikon terkenal adalah Gapura Ikonik sebagai pintu masuk, yang menjadi spot foto favorit para pengunjung. Selain itu, ada juga lukisan mural yang menceritakan sejarah dan Pagoda megah yang sering menjadi latar belakang foto.

Selain arsitekturnya, Pantjoran PIK juga memiliki banyak spot cantik lainnya. Patung Dewi Kwan Im dan lorong-lorong dengan hiasan lampion yang gemerlap saat malam hari menjadikan tempat ini semakin menarik untuk dikunjungi. Saat perayaan besar seperti Imlek, Pantjoran PIK juga menyajikan pertunjukan budaya Tionghoa seperti Barongsai dan tarian tradisional, yang menambah semarak suasana.

Beragam Pilihan Kuliner yang Menarik

Daya tarik utama Pantjoran PIK tentu saja kulinernya. Dengan lebih dari 80 tenant, tempat ini menyajikan berbagai jenis makanan, mulai dari kuliner khas Tionghoa, hidangan legendaris, hingga makanan kekinian dari berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa tenant legendaris yang bisa ditemukan antara lain:

  • Kopi Es Tak Kie: Kopi legendaris yang sudah berdiri sejak 1927. Rasanya yang khas dan otentik menjadikannya minuman penyegar wajib.
  • Wong Fu Kie: Terkenal dengan Mun Kiaw Mien (mie dengan kuah kental khas) dan hidangan Chinese Food otentik lainnya.
  • Ci Cong Fan Pluit Sakti: Jajanan khas Tionghoa berupa gulungan tepung beras yang disajikan dengan saus manis atau asin.
  • Pisang Goreng Madu Bu Nanik: Kudapan manis yang populer dengan rasa madu khasnya.
  • Nasi Campur & Kari ASAN 333: Pilihan non-halal yang populer di kalangan pengunjung.
  • Soto Udang Medan Akwang: Menawarkan kelezatan soto dengan cita rasa khas Medan.

Salah satu keunggulan Pantjoran PIK adalah adanya pemisahan atau penanda yang jelas untuk makanan Halal dan Non-Halal. Ini membuat semua pengunjung, termasuk Muslim, dapat berwisata kuliner dengan nyaman.

Rekomendasi Kuliner Halal

Untuk pengunjung yang mencari makanan halal, beberapa rekomendasi antara lain:

  • Cakwe Katong
  • Gado-gado Petojo
  • Nasi Lemak Ponggol (berasal dari Singapura)
  • Namy House Vegetarian

Selain masakan Tionghoa, pengunjung juga dapat menemukan hidangan Nusantara seperti Nasi Bakar dan Lumpia Semarang, seafood, serta jajanan seperti Takoyaki dan Gyoza.

Waktu Operasional dan Tips Berkunjung

Pantjoran PIK umumnya buka setiap hari, mulai dari pagi (sekitar pukul 07.00 WIB) hingga malam hari (sekitar pukul 23.00 WIB). Beberapa tenant bahkan buka lebih awal untuk sarapan.

Jika ingin menikmati suasana yang paling indah, disarankan untuk berkunjung pada sore hari menjelang malam. Saat itu, lampion yang gemerlap akan memberikan pemandangan yang sangat menarik.

Pantjoran PIK adalah paket lengkap bagi para pencinta kuliner yang ingin berburu hidangan lezat sambil menikmati suasana arsitektur yang megah dan memorable.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *