"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Daerah  

Kemensos Bantu Korban Konflik Sosial Halmahera Tengah

Bantuan Sosial untuk Korban Konflik di Halmahera Tengah

Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengirimkan bantuan sosial untuk memastikan kebutuhan dasar korban konflik sosial di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, terpenuhi. Konflik yang terjadi antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo bermula dari penemuan jenazah seorang warga Desa Banemo pada Kamis (2/4/2026) dini hari. Peristiwa tersebut memicu ketegangan dan bentrok antarwarga hingga menyebabkan korban jiwa, luka, dan kerusakan rumah.

Data sementara menunjukkan bahwa sebanyak 580 jiwa terdampak dan mengungsi di sejumlah titik. Di antaranya di Desa Yeke, Desa Fritu, serta Desa Dose dan Mesa. Dua warga dilaporkan meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan enam lainnya luka ringan. Selain itu, sebanyak 84 rumah dan satu unit gereja turut terbakar dalam kejadian tersebut.

Fokus pada Keamanan dan Kebutuhan Dasar

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan bahwa yang paling penting saat ini adalah memastikan warga merasa aman dan didampingi menghadapi situasi ini. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan dasar harus dipenuhi sebagai langkah awal untuk membantu warga melewati situasi sulit ini.

“Bagaimana warga bisa merasa aman dulu itu yang utama. Kita pastikan kebutuhan dasar terpenuhi, sambil pelan-pelan kita bantu supaya suasana kembali tenang dan hubungan antarwarga bisa pulih,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026).

Aparat keamanan dari Polres Halmahera Tengah, Kodim 1512 Weda, serta Brimob Polda Maluku Utara terus berjaga untuk menjaga situasi tetap kondusif. Upaya mediasi juga dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh agama guna meredakan ketegangan dan mencegah konflik susulan.

Penyaluran Bantuan Sosial

Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, Dinas Sosial Kabupaten Halmahera Tengah, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Bantuan disalurkan melalui gudang Sentra Wasana Bahagia Ternate ke Posko Bencana Kecamatan Patani Barat.

Bantuan tahap pertama yang telah disalurkan pada Sabtu (4/4/2026) meliputi:

  • 750 paket makanan siap saji
  • 480 paket makanan anak
  • 500 paket lauk pauk siap saji
  • 200 selimut
  • 150 kasur
  • 200 family kit
  • 104 kidsware
  • 100 paket sandang anak
  • 200 tenda gulung
  • 4 unit tenda serbaguna

Distribusi dilanjutkan pada Selasa (7/4/2026) dengan bantuan tahap kedua berupa 10 tenda gulung, 10 tenda keluarga, 5 tenda serbaguna, serta lampu penerangan untuk mendukung kondisi di lokasi pengungsian.

Pendampingan Psikososial dan Proses Pemulihan

Selain pemenuhan kebutuhan dasar, pendampingan psikososial juga dilakukan untuk membantu warga agar dapat melewati situasi ini dengan lebih baik. Pemerintah daerah juga mulai melakukan pembersihan puing-puing rumah yang terbakar sebagai langkah awal pemulihan.

Kondisi di lapangan saat ini mulai berangsur kondusif. Aparat masih berjaga di sejumlah titik, sementara proses pemulangan warga yang sempat mengungsi ke hutan juga terus dilakukan.

Kolaborasi dalam Penanganan Konflik

Penanganan konflik ini melibatkan Kementerian Sosial melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKB) dan Sentra Wasana Bahagia Ternate, Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara, Dinas Sosial Kabupaten Halmahera Tengah, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana). Pemerintah daerah, BPBD, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat juga turut berperan dalam menjaga kondusivitas dan proses pemulihan.

Halwa Futuhan

Penulis yang rajin memberitakan kegiatan masyarakat lokal dan peristiwa lapangan. Ia gemar berkunjung ke pasar tradisional, memotret aktivitas warga, dan mencatat percakapan menarik. Hobinya termasuk mendengar musik tempo dulu. Motto: “Cerita kecil sering kali memiliki dampak besar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *