"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Pemkab Paser Rancang Strategi Kurangi Pengangguran dengan Pelatihan dan Permodalan

Strategi Pemerintah Kabupaten Paser dalam Menekan Tingkat Pengangguran Terbuka

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser telah merancang berbagai strategi untuk menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang terjadi di wilayah Bumi Daya Taka. Strategi ini menjadi bagian dari 11 program prioritas Paser Tuntas, yaitu Empati Kepada Keluarga Kurang Mampu, UMKM Berdaya, dan Anak Muda Mandiri.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Paser, Katsul Wijaya, menjelaskan bahwa ketiga program tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan kerja dan peningkatan penghasilan bagi masyarakat, khususnya keluarga tidak mampu. Ia menegaskan bahwa pelatihan akan diberikan dengan memprioritaskan keluarga di desil 1 sampai 5 yang tercantum dalam data tunggal ekonomi dan sosial (DTSEN) Kabupaten Paser. Hampir semua pelatihan yang diselenggarakan memiliki syarat bahwa 80 persen pesertanya berasal dari desil 1 sampai 5.

Langkah ini dianggap penting agar keluarga kurang mampu di Paser tidak terus berada di posisi terbawah dalam klasifikasi ekonomi. Selain pelatihan, pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa permodalan, baik untuk usaha maupun modal kerja. Dengan demikian, setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan bisa memperoleh penghasilan dari usaha yang dijalankan. Dukungan permodalan maupun bantuan dalam bentuk dana atau alat akan memperkuat usaha mereka.

Program UMKM Berdaya juga menjadi fokus utama. Katsul menyatakan bahwa pelatihan bagi pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha sehingga tidak hanya bertahan, tetapi juga bisa membuka lapangan kerja baru. Ia menekankan bahwa UMKM yang kuat akan mampu mempekerjakan orang lain, yang merupakan efek multiplier yang diharapkan dari program UMKM Berdaya.

Sementara itu, program Anak Muda Mandiri diarahkan untuk mendorong generasi muda agar lebih berani terjun ke dunia usaha, terutama di sektor pertanian dan budidaya. Katsul mengakui bahwa minat anak muda terhadap usaha produktif masih rendah, namun pemerintah berupaya memberikan motivasi melalui pelatihan dan dukungan lintas OPD. Ia berharap, melalui program ini, anak-anak muda bisa mandiri dan berani berusaha.

Penanganan TPT bukan hanya tanggung jawab Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Paser, melainkan seluruh stakeholder. Katsul berharap, program di OPD lain juga bisa mengakomodir kegiatan yang menyentuh tiga prioritas tersebut. Untuk memasuki dunia usaha, ada persyaratan khusus dari perusahaan. Oleh karena itu, pemerintah memberikan pembekalan melalui pelatihan dan sertifikasi agar peluang masyarakat Paser lebih besar untuk diterima.

Menurutnya, dominasi perusahaan sektor tambang di Paser menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah tidak ingin kesempatan kerja justru diambil oleh tenaga kerja dari luar daerah. Ia khawatir peluang ini diambil orang luar. Karena itu, pemerintah prioritaskan keluarga tidak mampu agar mereka mendapat peningkatan kemampuan dan bisa bersaing. Dengan penguatan pelatihan, permodalan, dan sertifikasi, pemerintah optimis program Paser Tuntas mampu menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *