"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

ASN Jatim WFH Setiap Rabu, DPRD Ingatkan Pelayanan Tetap Optimal

Kebijakan WFH ASN Jatim Mulai Pekan Depan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Rabu mulai pekan depan. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia. Langkah ini juga dilakukan untuk mendukung kebijakan nasional dalam menjaga kesinambungan pelayanan publik.

Dukungan DPRD Jatim

Anggota Komisi A DPRD Jatim, Ubaidillah, menyatakan bahwa kebijakan WFH ini selaras dengan kebijakan pusat yang bertujuan untuk penghematan energi. Ia memahami bahwa situasi konflik antara Amerika-Israel dengan Iran berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia, sehingga perlu adanya langkah-langkah efisien.

Ubaid menegaskan bahwa kebijakan ini perlu dilakukan, tetapi harus disertai pemilahan posisi yang dapat diterapkan WFH. Khususnya untuk posisi yang terkait langsung dengan pelayanan publik, ia berharap tidak diberlakukan WFH. Sementara itu, posisi lain yang tidak bersinggungan dengan pelayanan publik dapat melakukan WFH.

“Kebijakan ini saya rasa perlu dilakukan,” ujarnya saat dikonfirmasi dari Surabaya. Ia juga menambahkan bahwa Pemprov Jatim perlu memastikan bahwa kebijakan WFH tidak mengganggu kualitas layanan kepada masyarakat.

Pelaksanaan WFH Mulai Pekan Depan

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumumkan kebijakan WFH bagi ASN dalam apel sekaligus Halal Bihalal pasca libur Hari Raya Idul Fitri. Di kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa sistem WFH akan diterapkan setiap hari Rabu mulai minggu depan.

Khofifah menekankan bahwa WFH bukan tambahan libur atau cuti, melainkan mekanisme kerja fleksibel yang tetap menuntut kedisiplinan, tanggung jawab, dan produktivitas tinggi dari seluruh ASN. Ia menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh berkurang, justru kinerja harus tetap optimal dan koordinasi harus tetap kuat.

Alasan Memilih Hari Rabu

Hari Rabu dipilih sebagai waktu yang tepat untuk pelaksanaan WFH karena jika dilakukan pada hari Jumat, ada kecenderungan libur panjang atau long weekend. Hal ini justru menambah potensi konsumsi BBM dan tidak hemat.

Khofifah menjelaskan bahwa setiap pegawai Pemprov Jatim menuju ke kantor membutuhkan jarak sekitar 14 km, sehingga rata-rata jarak harian adalah 28 km. Dari jumlah itu, dapat diketahui penggunaan BBM yang dibutuhkan rata-rata harian setiap pegawai.

“Kalau WFH dilaksanakan hari Jumat ada kecenderungan pulang kampung, rekreasi dan kegiatan lain yang menghabiskan BBM lebih banyak karena berdekatan dengan Long Weekend,” katanya.

Keuntungan WFH di Rumah

Khofifah menjelaskan bahwa WFH dirumah memiliki keuntungan tersendiri. Seluruh anggota keluarga bisa melakukan monitoring bahwa suami/istri hingga anggota keluarga lain bisa turut mensuport sedang bekerja dan melaksanakan pekerjaan dari rumah.

Ia menilai bahwa WFH lebih produktif karena tugas-tugas yang dilakukan di rumah akan didukung oleh lingkungan keluarga. Dengan demikian, kinerja ASN dapat tetap optimal meskipun bekerja dari rumah.

Penegakan Disiplin dan Pengawasan

Khofifah menegaskan bahwa kebijakan WFH ini dimaksudkan agar produktivitas seluruh ASN tidak berkurang. Ia meminta seluruh layanan publik harus terlaksana dan berjalan 100 persen. BKD akan aktif memantau absensi dari seluruh pegawai ASN untuk memastikan kedisiplinan dan kepatuhan terhadap kebijakan yang diberlakukan.

Dengan adanya kebijakan WFH ini, Pemprov Jatim berharap dapat menciptakan keseimbangan antara penghematan energi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *