"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Prabowo: MBG Tetap Dipertahankan Meski Krisis Timur Tengah

Presiden Prabowo Subianto Jamin Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dijalankan tanpa adanya pemotongan anggaran, meski saat ini terjadi krisis di Timur Tengah akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Hal ini disampaikan oleh Prabowo dalam sebuah diskusi bersama sejumlah pengamat dan jurnalis di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menjelaskan alasan utamanya mengapa MBG tidak akan dipangkas anggarannya. Menurutnya, jika ada realokasi dana dari program tersebut, dikhawatirkan akan terjadi penyalahgunaan atau korupsi. Ia menyatakan bahwa lebih baik uang tersebut digunakan untuk memastikan rakyat bisa makan secara layak daripada dibiarkan hilang karena penyalahgunaan.

“Saya akan bertahan sedapat mungkin (untuk menjalankan program MBG). Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” ujarnya dalam diskusi yang dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Sabtu (21/3/2026).

Prabowo juga menilai bahwa keputusan ini merupakan pilihan yang benar. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin melihat anak-anak Indonesia mengalami masalah gizi atau stunting. Dalam pernyataannya, ia mengingatkan bagaimana selama kampanye pilpres, ia melihat banyak anak-anak di desa-desa yang memiliki berat badan seperti anak empat tahun padahal usianya 11 tahun.

“Ketika saya melihat itu, saya merasa bahwa kita harus melakukan sesuatu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tidak perlu adanya pemotongan anggaran MBG. “Saya yakin di jalan yang benar. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya,” tegasnya.

Anggaran MBG Tetap Aman Meski Ada Efisiensi

Di tengah situasi krisis yang terjadi, Prabowo menyatakan bahwa masih banyak pos anggaran lain yang bisa dipangkas. Namun, MBG tidak termasuk dalam daftar program yang akan dipangkas. Ia menilai bahwa program ini adalah investasi bagi sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

“Masih banyak penghematan lain yang bisa kita lakukan. Kita sudah exercise dan kita sudah lakukan penghematan di berbagai bidang,” ujarnya.

Tidak hanya Prabowo, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga memastikan bahwa MBG tidak masuk dalam program yang terkena efisiensi anggaran. Selain MBG, ada pula program prioritas lain yang tidak akan dipangkas, yakni Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

“Tidak (anggaran MBG dan Kopdes tidak akan dikurangi). Kita kan justru lebih memilih untuk mengurangi belanja-belanja yang menurut kita kurang produktif atau kurang berdampak,” tegas dia.

Prasetyo menjelaskan bahwa efisiensi dilakukan dalam rangka agar defisit APBN tidak melambung di atas tiga persen. Pemangkasan anggaran akan dilakukan terhadap belanja negara yang dinilai tidak mendesak, seperti perjalanan dinas luar negeri.

“Contoh perjalanan dinas, perjalanan dinas luar negeri. Itu terus kami perketat,” ujarnya usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawalan Program Strategis Presiden Prabowo Subianto di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Dia menyatakan bahwa efisiensi anggaran tidak menyentuh program prioritas yang sudah ditetapkan.

“Program unggulan tidak ada yang diubah. Semua tetap berjalan karena itu investasi jangka panjang,” ujar Airlangga di kantornya, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, langkah efisiensi yang sedang dihitung pemerintah bisa beragam dari berbagai pos belanja kementerian dan lembaga.

“Sedangkan efisiensi itu bisa macam-macam bisa dari belanja jasa, belanja perjalanan dinas, belanja aparatur, belanja peralatan,” tuturnya.

Meskipun program unggulan tidak ada yang diubah di tengah efisiensi, Airlangga menyebut, tetap akan dilakukan berbagai optimalisasi pada program-program unggulan.

“Anggaran program unggulan tidak dipotong. Optimalisasi ada, optimalisasi artinya kan ada potensi penambahan anggaran dari semua sektor. Nah potensi penambahan anggaran itu yang dioptimalisasi dari berbagai KL kan ada potensi peningkatan anggaran, nah itu yang kita optimalisasi,” tuturnya.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *