Pengakuan Rismon Sianipar Usai Temui Jokowi di Solo
Rismon Sianipar, seorang ahli digital forensik, akhirnya mengakui kesalahan dalam penelitiannya terkait ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pengakuan ini dilakukan setelah ia bertemu dengan Jokowi di Solo pada Rabu (12/3/2026). Dalam pernyataannya, Rismon menyampaikan permintaan maaf atas kesalahannya yang sebelumnya menyatakan bahwa ijazah Jokowi palsu.
Dalam pengakuannya, Rismon mengungkapkan bahwa salah satu kesalahan dalam penelitiannya adalah terkait emboss dan watermark pada ijazah Jokowi. Ia mengatakan bahwa hasil penelitian awalnya menunjukkan adanya ketidaksesuaian, tetapi setelah melakukan pemeriksaan ulang, ia menemukan bahwa kedua komponen tersebut memang ada pada ijazah tersebut.
“Saya juga merasa tersakiti terhadap temuan saya sendiri, karena saya harus jujur menyatakan temuan saya itu,” ujarnya. Rismon mengatakan bahwa ia sadar akan konsekuensi dari penelitiannya yang salah, yaitu akan dicerca, dihina, dan dilabeli sebagai pengkhianat. Namun, ia tetap memegang prinsip bahwa penelitian harus berlandaskan kebenaran ilmiah.
Reaksi Roy Suryo Terhadap Pengakuan Rismon Sianipar
Roy Suryo, pakar telematika, memberikan reaksi terhadap pengakuan Rismon Sianipar. Ia menyatakan bahwa pernyataan Rismon tentang ijazah Jokowi asli tidak perlu dikaitkan dengan dirinya atau Dokter Tifa. Menurut Roy, pernyataan Rismon hanya merupakan pendapat pribadi dan bukan tanggung jawab bersama.
“Statement RHS (Rismon Hasiholan Sianipar) selama 11 menit 3 detik yang menyatakan bahwa dirinya menyatakan ada ‘kekeliruan dan bisa berbeda’ dalam penelitiannya, bahkan yang sudah dituliskannya dalam bagian buku JWP (Jokowi’s White Paper) adalah memang hanya statement pribadi Saudara RHS sendiri dan tidak perlu disangkut pautkan dengan kami selaku sesama penulis JWP,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa permintaan maaf Rismon kepada Jokowi tidak terkait dengan sikapnya. Meski demikian, Roy tetap menghormati keputusan Rismon meskipun kini mereka tidak sejalan.
Penelitian Ulang dan Pernyataan Rismon Sianipar
Rismon Sianipar sebelumnya bersama dengan Roy Suryo dan Dokter Tifa menyatakan bahwa ijazah Jokowi palsu. Namun, kini ia secara tegas mengatakan bahwa ijazah Jokowi asli dan meminta maaf kepada presiden ke-7 RI tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kesalahan dalam penelitiannya terkait watermark dan embos pada ijazah Jokowi. Rismon menegaskan bahwa hasil penelitian ulang menunjukkan bahwa dua komponen tersebut memang ada pada ijazah eks Gubernur DKI Jakarta itu.
“Bahwa memang apa yang saya analisa dan miss di situ yaitu terkait watermark dan terutama embos, itu memang ada di dalam dokumen tersebut.” Rismon mengatakan bahwa ia melakukan uji gradien analysis dan metode lainnya untuk memastikan keaslian ijazah tersebut.
Kesimpulan dan Kepedulian Ilmiah
Rismon menekankan bahwa kesalahan dalam penelitiannya menjadi wujud bahwa dunia akademik selalu mengalami pembaharuan dan progresif. Ia juga mengatakan bahwa penelitian terkait ijazah Jokowi tidak memiliki motif politis. “Apa yang saya lakukan murni ilmiah tanpa motivasi politik, tanpa motivasi apapun. Murni hanya karena rasa ingin tahu saya sebagai peneliti di bidang digital image processing pada awal tahun 2025,” katanya.











