Perbaikan Makam Vidi Aldiano Pasca Hujan Deras
Makam almarhum Vidi Aldiano sempat menjadi perbincangan setelah terjadi sedikit penurunan tanah di sekitar area makam. Informasi ini muncul setelah para pengunjung dan petugas pemakaman mengeluhkan kondisi tanah yang agak amblas. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh salah satu perawat makam bernama Jamuri, yang menjelaskan bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
“Kemarin agak amblas tuh, sedikit. Karena hujan terus kan agak amblas,” ujar Jamuri, seperti dikutip dari sebuah sumber video. Ia juga menyebutkan bahwa pihak pengelola pemakaman sudah segera mengambil langkah untuk memperbaiki kondisi tersebut. Proses perbaikan dilakukan secara bertahap agar tampilan makam kembali rapi dan tertata.
Selain itu, Jamuri menyampaikan bahwa pihaknya juga telah memberi tahu ibunda almarhum tentang kondisi makam. Saat ini, ia bersama sejumlah petugas lain tengah melakukan penataan ulang pada area makam tersebut. Pembenahan ini sempat tertunda karena masih banyak peziarah yang datang untuk berdoa di makam. Namun, akhirnya proses perbaikan dapat dimulai setelah koordinator menyetujui tindakan tersebut.
Pihak pengelola juga berencana mempercantik area makam dengan pemasangan rumput. Meskipun demikian, pemasangan rumput tersebut masih menunggu material yang sedang dalam proses pemesanan. “Tapi belum dipasang rumput karena rumput masih pesan, paling dua hari dipasang rumput dulu,” jelas Jamuri.
Vidi Aldiano meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, di usia 35 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perjuangan panjang melawan kanker ginjal selama kurang lebih enam tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para penggemarnya di Indonesia.
Jenazah pelantun lagu Nuansa Bening tersebut dimakamkan pada Minggu, 8 Maret 2026, di TPU Tanah Kusir. Selama prosesi pemakaman, ada hal yang menyita perhatian, yaitu pakaian berwarna biru yang dikenakan oleh keluarga dan para sahabat.

Istri Vidi, Sheila Dara, terlihat mengenakan kerudung pasmina biru yang menutupi kepala. Raisa, Afgan, Fadil Jaidi, Keanu Angelo hingga Anya Geraldine kompak memakai baju biru saat mengantarkan pelantun lagu tersebut ke tempat peristirahatan terakhirnya. Pilihan warna yang tampak seragam itu ternyata bukan kebetulan.
Warna biru dipilih oleh para sahabat sebagai simbol penghormatan terakhir kepada Vidi, sekaligus memiliki makna khusus yang berkaitan dengan sang penyanyi semasa hidupnya. Makna di balik warna biru tersebut diungkap oleh salah satu sahabat Vidi, Ranggaz Laksmana. Melalui unggahan di Instagram pribadinya, ia menjelaskan alasan mengapa banyak orang yang datang ke pemakaman Vidi mengenakan warna biru.
Menurut Ranggaz, warna biru memiliki arti penting bagi Vidi Aldiano karena dianggap sebagai simbol keberhasilan dan keberuntungan dalam hidupnya. “Hari ini semua orang yang sayang sama kamu pake baju biru, kamu pernah bilang, sesuai feng shui, itu warna keberhasilan dan keberuntungan kamu,” tulis Ranggaz. Ia juga menyampaikan kehadiran begitu banyak orang di pemakaman menjadi bukti bahwa Vidi adalah sosok yang dicintai oleh banyak orang.
Prosesi pemakaman Vidi Aldiano diiringi keluarga, sahabat, hingga masyarakat yang ingin menyaksikan jenazah sang penyanyi untuk kali terakhir. Di antara pelayat, sosok istri Vidi, Sheila Dara menjadi yang paling disorot. Sheila terlihat tegar meski harus dipapah oleh seorang kerabat saat berjalan menuju makam. Ia tampil dalam balutan selendang biru yang ditutupkan di kepala. Wajahnya tampak ditutupi dengan masker.
Jasad Vidi kemudian diletakkan di sisi makam sebelum akhirnya dimasukkan perlahan ke liang lahat. Hujan mengguyur cukup deras mengiringi pemakaman Vidi di TPU Tanah Kusir. Pelayat yang hadir datang membawa payung. Sementara tanah merah di sekitar makam juga terlihat becek karena derasnya hujan. Iringan doa juga dilantunkan saat prosesi pemakaman dilakukan. Suasana berlangsung khidmat saat lantunan Alfatihah dan doa-doa dipanjatkan.











