"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Budaya  

Pengusir Setan di Karawang: Pesantren dengan Pengajian dan Ritual Gratis

Pesantren Riyadhoh Daruttawabin Al-Jailani: Pendidikan Agama dan Spiritualitas yang Gratis

Di Desa Bengle, Majalaya, Karawang, terdapat sebuah pesantren unik yang menawarkan pendidikan agama, riyadoh, hingga rukyah secara gratis. Pesantren ini diberi nama Riyadhoh Daruttawabin Al-Jailani, yang memiliki makna mendalam dan menjadi simbol keberlanjutan ilmu serta spiritualitas.

Pesantren ini didirikan oleh Ustaz Aa (44 tahun), yang awalnya bermula dari usaha dagang kelontong dan skincare. Dari hasil usaha tersebut, ia dan istrinya membeli tanah seluas 400 meter persegi pada tahun 2015 dan mulai membangun pondok pada 2017 dengan modal awal sebesar Rp7,5 juta rupiah. Meski pembangunan aktif berlangsung hingga 2018, namun sempat berhenti pada tahun 2022.

Sejarah Awal Berdirinya Pesantren

Ustaz Aa mengatakan bahwa awal mula berdirinya pondok ini bermula secara sederhana. Ia masuk ke Karawang pada tahun 2008 bersama istri dan membuka pengajian anak-anak di perumahan Citra Kebunmas. Dari tujuh anak, kini rumah itu penuh hingga ke jalan saat pengajian malam Jumat.

Sebelum pondasi dibuat, pengajian malam Jumat sudah berjalan di lahan hutan itu. Nama pesantren diambil dari wasiat guru Ustaz Aa di Cirebon, awalnya diberi nama Darut Taibin, kemudian ditambahkan Al-Jailani karena tradisi dzikir manaqib Syekh Abdul Qadir Jaelani setiap malam Jumat.

Tiga Pilar Pendidikan

Pesantren ini menawarkan tiga pilar pendidikan utama, yaitu Tahfidz Al-Qur’an, Kitab kuning, dan Riyadoh serta pendidikan spiritual.

  • Tahfidz Al-Qur’an diajarkan oleh Ustaz Bagus Naufal.
  • Kitab kuning diajar langsung oleh Ustaz Aa.
  • Riyadoh dan pendidikan spiritual menjadi kegiatan utama yang berlangsung dari malam hingga subuh.

Ustaz Aa menekankan bahwa riyadoh bukan sekadar ritual, tetapi bagian dari pengembangan spiritual santri. Santri bisa mengikuti paket riyadoh mulai dari 40 hari, 100 hari, hingga paket tahunan, semuanya tanpa biaya.

Layanan Pengobatan dan Rukyah Gratis

Selain pendidikan formal, pesantren ini juga memiliki praktek pengobatan dan rukyah gratis. Kegiatan ini rutin digelar setiap Rabu dan Ahad malam, bahkan melibatkan Tim Pemburu Hantu yang dibentuk Ustaz Aa sejak 2014. Pendekatan ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan perlindungan spiritual atau pengobatan alternatif.

“Semua santri boleh belajar, syaratnya hanya sudah lulus SD. Semua gratis, bahkan makan pun kami sediakan, termasuk beras untuk kebutuhan makan santri,” ujar Ustaz Aa.

Dia juga menjelaskan bahwa pengusiran hantu hanya dilakukan kepada murid-murid khusus yang terpilih. “Memang muridnya khusus kalau ini, biasanya mereka yang percaya dan juga sebelumnya memiliki kemampuan untuk merasakan dimensi lain,” tambahnya.

Keberagaman Santri dan Aktivitas di Pesantren

Saat ini, ada sekitar 10 santri menetap di pesantren, sementara 20 lebih santri bolak-balik mengikuti pengajian malam Jumat. Santri yang belajar di pesantren datang dari berbagai daerah, mulai dari sekitar CKM, Sabung, bahkan ada yang dari Padang.

Kehidupan di pesantren tampak lebih ramai di malam hari, seiring dengan kegiatan riyadoh dan dzikir yang menjadi rutinitas utama. Pesantren Riyadhoh Daruttawabin Al-Jailani kini menjadi simbol pendidikan spiritual yang terbuka bagi masyarakat luas.

Banyak Manfaat yang Dirasakan Masyarakat

Pendekatan unik yang menggabungkan ilmu agama, rukyah, dan pelayanan sosial secara gratis menjadikan pesantren ini berbeda dari yang lain, sekaligus menjadi pusat bimbingan spiritual yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Karawang dan sekitarnya.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *