Sorotan Acara Buka Puasa Pemkab Sidoarjo
Sosok Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati, menjadi sorotan setelah potongan video dan foto acara buka puasa bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo yang tampil glamor dengan tema Bollywood. Acara ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat, terutama karena dianggap tidak etis di tengah kondisi masyarakat yang sedang menghadapi berbagai tantangan.
Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo, termasuk pimpinan daerah, kepala perangkat daerah, camat, hingga pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tampak hadir mengenakan busana bertema Bollywood. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Fenny Apridawati, yang mengenakan saree, busana tradisional khas India. Momen tersebut mendapat kecaman dari sebagian warga, karena dinilai tidak sesuai dengan situasi saat ini.
Selain itu, Sidoarjo juga menjadi perhatian karena masalah infrastruktur yang kurang memadai. Seorang warganet sempat menyampaikan keluhan adanya kerusakan jalan di kawasan Jalan Lingkar Timur Sidoarjo. Kondisi tersebut membahayakan pengguna jalan, namun pemerintah setempat belum menunjukkan tindakan tegas.
Permintaan Maaf dari Fenny Apridawati
Menanggapi kritik netizen, Fenny Apridawati akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menjelaskan penyesalannya atas kegaduhan yang terjadi di masyarakat. Ia menyadari bahwa sorotan publik terhadap acara tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pihak kedinasan.
“Kami secara pribadi dan kedinasan mohon maaf yang setulus-tulusnya atas kejadian yang viral atau berita yang viral kemarin,” ujar Fenny dalam unggahannya, Jumat (13/3/2026).
Penjelasan Soal Anggaran dan Lokasi
Acara yang digelar pada Jumat (6/3/2026) lalu di Mahabarata Palace Graha Unesa, Surabaya ini sebenarnya merupakan agenda rapat koordinasi yang dirangkaikan dengan momen buka bersama. Fenny menjelaskan bahwa kehadiran para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga jajaran camat adalah dalam rangka tugas kedinasan.
Satu poin penting yang ditegaskan oleh Sekda adalah mengenai sumber dana. Ia memastikan bahwa kemeriahan acara tersebut sama sekali tidak menyentuh dana negara. “Seluruh biaya yang dipergunakan dalam acara tersebut tidak diambil ataupun berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” tegasnya.
Bahkan, Fenny menambahkan bahwa busana yang ia kenakan dalam acara bertema India tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal. “Apa yang saya pakai semuanya merupakan produk UKM Sidoarjo,” lanjutnya.
Meski sudah diklarifikasi, gelombang kritik warga Sidoarjo tampaknya belum sepenuhnya mereda. Banyak netizen yang menilai konsep acara tersebut terasa mewah dan kurang empati terhadap kondisi riil di lapangan.
Tanggapan Masyarakat
Kritik tajam warga sebagian besar menyoroti masalah klasik di Sidoarjo, yakni infrastruktur jalan yang masih banyak mengalami kerusakan. Bagi masyarakat, urgensi penanganan fasilitas umum jauh lebih mendesak untuk diperlihatkan ketimbang seremonial dengan tema-tema khusus yang terlihat kontras dengan realita di beberapa sudut wilayah Sidoarjo.
Profil Singkat Fenny Apridawati
Fenny Apridawati merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) berpangkat Pembina Utama Madya. Ia mengemban amanah sebagai Sekda Sidoarjo, Jawa Timur, sejak Maret 2024.
Riwayat Pendidikan
- Doktor (Dr.) Ilmu Kedokteran, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, angkatan 2008.
- Magister Kesehatan (M.Kes.)
- Sarjana Kesehatan Masyarakat (S.KM.)
Rekam Jejak Fenny Apridawati
Sebelum mencapai posisi puncak sebagai ASN di Kabupaten Sidoarjo, Fenny telah menempati berbagai posisi strategis, di antaranya:
* Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo, periode 2022-2024
* Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo, yang menangani dinamika industri dan ketenagakerjaan, periode 2019-2022
* Fenny Apridawati menjadi salah satu pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dengan nilai terbaik seleksi JPTP Sekda Sidoarjo, pada November 2023.
* Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.











