"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

Di Hadapan Kongres, Kekuatan Militer Kewalahan Lawan Drone Iran

Pengakuan Pemerangkapan AS terhadap Ketidakmampuan Sistem Pertahanan Udara Menghadapi Drone Iran

Amerika Serikat akhirnya mengakui bahwa sistem pertahanan negaranya tidak mampu mencegat drone Iran yang terbang rendah dan lambat. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pejabat pemerintah, karena cara terbang drone tersebut berbeda dengan rudal balistik yang biasanya lebih mudah dideteksi.

Tantangan dari Drone Iran

Drone milik Iran, khususnya Shahed-136 dan Shahed-129, menjadi ancaman besar bagi sistem pertahanan udara AS. Kedua jenis drone ini memiliki keunggulan dalam hal biaya produksi yang murah namun efektif. Shahed-136 dikenal sebagai drone kamikaze yang bisa menabrakkan diri ke target, sementara Shahed-129 adalah pesawat tanpa awak yang dapat melakukan pengintaian dan serangan presisi.

Beberapa karakteristik utama dari Shahed-136 antara lain:
* Bentuk: Sayap delta (segitiga).
* Mesin: Mesin piston MD 550.
* Hulu Ledak: Sekitar 30 – 50 kg bahan peledak.
* Jangkauan: Diperkirakan mencapai 1.000 hingga 2.500 km.
* Kecepatan: Sekitar 185 km/jam.

Sementara itu, Shahed-129 memiliki spesifikasi teknis yang lebih kompleks:
* Panjang: 8 meter.
* Rentang Sayap: 16 meter.
* Daya Tahan: Mampu terbang hingga 24 jam nonstop.
* Ketinggian Maksimal: Sekitar 7.300 meter atau 24.000 kaki.

Perdebatan di Kongres AS

Rapat tertutup antara pejabat pemerintah AS dan anggota Kongres di Capitol Hill mengungkap kekhawatiran tentang kemampuan sistem pertahanan udara. Para pejabat mengakui bahwa jumlah drone yang diluncurkan oleh Iran jauh melebihi kemampuan pencegatan sistem pertahanan yang ada. Masalah ini semakin memperparah ketegangan antara AS dan Iran pasca serangan gabungan AS-Israel yang diklaim menewaskan Ali Khamenei.

Perdebatan di Kongres AS terkait durasi dan urgensi perang juga memicu berbagai pandangan. Beberapa senator menyatakan bahwa konflik ini bisa berakhir dalam tiga hingga lima minggu, sementara yang lain merasa tidak ada kejelasan tentang kapan konflik akan berakhir.

Kekhawatiran Stok Senjata Pertahanan

Anggota Senat dari Arizona, Mark Kelly, memperingatkan bahwa persediaan amunisi pertahanan udara AS tidak tak terbatas. Ia menyoroti bahwa Iran memiliki kemampuan untuk memproduksi drone Shahed dalam jumlah besar serta memiliki persediaan rudal balistik yang besar. Ini membuat masalah matematika mengenai bagaimana AS bisa mengisi ulang amunisi pertahanan udara.

Mengenal Drone Shahed

Keluarga Shahed adalah lini drone paling sukses dan paling banyak dibicarakan dari industri pertahanan Iran. Dengan varian seperti Shahed-136 dan Shahed-129, drone-drone ini menjadi ancaman serius bagi sistem pertahanan udara negara-negara lain.

Shahed-136 dikenal dengan julukan “moped terbang” karena suara mesinnya yang berisik. Meskipun terbang lambat, drone ini sulit dideteksi radar karena terbang rendah. Sementara itu, Shahed-129 memiliki kemampuan multifungsi dan bisa membawa hingga 4-8 rudal pintar untuk serangan presisi.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *