"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Budaya  

Antusias Warga Memadati Kasanga Fest di Catur Muka Denpasar Bali

Gelaran Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026 Berlangsung Meriah

Ribuan orang memadati gelaran Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026 yang resmi dibuka pada Jumat, 6 Maret 2026. Pembukaan dilakukan langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, serta Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede dan Forkopimda Kota Denpasar. Acara ditandai dengan penyuarakan kulkul sebagai pembuka gelaran Kasanga Festival Caka 1948 Tahun 2026.

Setelah resmi dibuka, penampilan 16 karya ogoh-ogoh terbaik STT se-Kota Denpasar menjadi awal pelaksanaan kegiatan tersebut. Adapun 16 ogoh-ogoh yang tampil merupakan karya dari berbagai STT di Kota Denpasar seperti ST. Cantika, Br. Sedana Merta, ST. Yowana Sawitra, Br. Abiantimbul, ST. Eka Dharma, Br. Saih Peguyangan Kaja, ST. Sukarela, Br. Kepisah Pedungan, ST. Satya Dharma, Br. Pekandelan Sanur Kaja, ST. Yowana Kerta Yoga, Br. Panti Gede, ST. Dharma Cita, Br. Abiankapas Tengah, ST. Swastika, Br. Pekambingan, ST. Dharma Santika, Br. Tembawu Kelod, ST. Eka Cita, Br. Abiankapas Kaja, ST. Taruna Dharma Castra, Br. Tengah Sidakarya, ST. Swadharmita, Br. Ceramcam Kesiman, ST. Dwi Tunggal, Br. Antap Panjer, ST. Bineka, Br. Binoh Kelod, ST. Semadhi Dharma Putra, Br. Poh Gading, dan ST. Mekar Sari, Banjar Kesambi, Kesiman Kertalangu.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan rasa bahagia karena sinergitas lintas sektor antara Pemerintah Kota Denpasar bersama Pasikian Yowana Kota Denpasar serta pihak terkait lainnya dapat melaksanakan Kasanga Festival di tahun 2026 ini. Hal ini menjadi dasar dan tolak ukur pengembangan kreativitas dalam usaha memperkuat budaya Bali.

Kasanga Festival merupakan wahana kreativitas tanpa batas Yowana Kota Denpasar yang bernafaskan Vasudhaiva Kutumbakam. “Kegiatan ini dilaksanakan agar kreator ogoh-ogoh di Kota Denpasar mempunyai ruang berkompetisi yang produktif dengan berpedoman pada konsep Satyam Siwam Sundharam (Etika, Logika Dan Estetika). Sasaran ke depan dari Kasanga Festival ini memberi kontribusi terhadap pembangunan di Kota Denpasar Yang Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju, dan yang terbaru, Kasanga Fest hadir dengan sistem pengolahan sampah berbasis sumber,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, jika bersama dicermati, Kasanga Festival merupakan wahana strategis untuk dilaksanakan berkelanjutan. Hal ini lantaran kegiatan ini merupakan sarana interaksi dan komunikasi guna menumbuh kembangkan kreativitas di kalangan Yowana, Agama, Adat Dan Budaya Bali yang berkesinambungan. Pihaknya juga memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang luar biasa. Hal ini terlihat dari membludaknya penonton yang hadir.

“Mudah-mudahan dengan pelaksanaan Kasanga Festival ini, bisa menjadi tuntunan membuat ketentraman, sebagai sarana meningkatkan aktivitas dan kreativitas, Guna, Gina, Pragina dan Guna Kaya. Oleh sebab itu menjadi tanggung jawab kita sebagai warga masyarakat Denpasar, untuk menjaga keamanan dan ketertiban pelaksanaan Kasanga Festival ini,” ujar Jaya Negara sembari mengajak seluruh masyarakat untuk memeriahkan serta mengikuti Kasanga Fest ini dengan tertib dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.

Ketua Pasikian Yowana Kota Denpasar, AA Made Angga Harta Yana, saat diwawancarai menjelaskan, Kasanga Festival yang tetap berpedoman pada spirit Vasudhaiva Kutumbakam ini mempertemukan beragam bidang. Kasanga Festival tahun ini, selain menghadirkan 16 ogoh-ogoh terbaik karya STT se-Kota Denpasar yang pada seleksi sebelumnya diikuti sebanyak 223 peserta dari STT se-Kota Denpasar. Selain itu, terdapat pula sebanyak 10 ogoh-ogoh TK/PAUD se-Kota Denpasar, sebanyak 43 karya ogoh-ogoh mini, sebanyak 33 peserta lomba seketsa dan sebanyak 35 peserta lomba tapel. Terdapat pula sebanyak 16 peserta lomba barong, sebanyak 6 peserta lomba baleganjur ogoh-ogoh serta sebanyak 43 stand UMKM yang dapat menjadi pilihan warga kota untuk berbelanja dan kulineran.

“Sesuai dengan ide besar Pak Walikota dan Wakil Wali Kota melalui Kesanga Festival ini diharapkan mempertemukan serta menggabungkan beragam kreativitas yang ada, yang tentunya berkaitan dengan Hari Suci Nyepi dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal yang ada,” ujar Gung Angga.

Selain itu, kata Gung Angga, Kasanga Fest kali ini menghadirkan skema baru. Yang pertama adalah pengolahan sampah festival berbasis sumber dengan sistem waste management bekerja sama dengan komunitas. Kedua, format penilaian tahun ini dikemas dengan pawai atau peed, dan pada saat inaugurasi pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan perwakilan kecamatan yang diawali dengan pementasan Barong Barung sebagai penyucian.

“Kami berharap Kasanga Festival ini dapat menguatkan seni budaya Bali yang dikolaborasikan dengan teknologi. Dan tahun ini kami menghadirkan format baru, di mana Kasanga Fest juga ikut andil dalam mengurangi sampah dengan mengolah sendiri sampah festival dengan waste management,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada perhelatan kali ini, 16 besar ogoh-ogoh terbaik karya STT se-Kota Denpasar akan diberikan pembinaan sebesar Rp. 30 Juta untuk masing-masing sekehe. Selanjutnya, mereka akan menampilkan pawai atau peed dengan sajian terbaik untuk memperebutkan Juara I dengan hadiah sebesar Rp 50 juta, Juara II dengan hadiah Rp 40 juta, Juara III dengan hadiah Rp 30 juta, Harapan I dengan hadiah Rp 20 juta, Harapan II dengan hadiah Rp 15 juta dan Harapan III dengan hadiah Rp 10 juta dengan masing-masing hadiah dipotong pajak.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Inpektur Daerah Kodam IX Udayana, Dandim 1611 Badung, Kolonel Inf. Putu Tangkas Wiratawan, Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua DWP Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, Perbekel/Lurah se-Kota Denpasar, Pimpinan OPD serta undangan lainya.

Sementara itu salah satu penonton Kasanga Fest, Kadek Wiwin (34) mengatakan menurutnya dengan menyaksikan Kasanga Fest dapat sekaligus melestarikan budaya ogoh-ogoh di Bali.

“Sebagai orang Bali kan harus ikut melestarikan kebudayaan. Ini saya kebetulan nonton sama anak berdua saja, setiap tahun menyaksikan ini,” kata Wiwin.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *