Ancaman Israel terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Baru
Sebuah ancaman serius telah dikeluarkan oleh militer Israel terkait dengan proses pemilihan pengganti Ayatollah Ali Khamenei, yang merupakan pemimpin tertinggi Iran. Ancaman ini disampaikan melalui unggahan media sosial berbahasa Persia di platform X. Saat itu, Majelis Pakar Iran—badan ulama yang berwenang menentukan pemimpin tertinggi—dilaporkan telah mencapai keputusan mengenai calon pengganti Khamenei pada hari Minggu.
Berdasarkan laporan terbaru hingga Maret 2026, Mojtaba Khamenei, putra kedua Ayatollah Ali Khamenei, disebut-sebut telah terpilih sebagai pemimpin baru Iran. Namun, nama tersebut belum secara resmi diumumkan oleh otoritas setempat.
Pernyataan dari Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam unggahan mereka menyatakan: “Kami memperingatkan semua pihak yang berniat berpartisipasi dalam pertemuan pemilihan pengganti bahwa kami tidak akan ragu untuk menargetkan Anda. Ini adalah peringatan!” Ancaman ini menunjukkan ketegangan tinggi antara Israel dan Iran, terutama dalam konteks kematian Khamenei yang dilaporkan terjadi akibat serangan bom pekan lalu.
Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan yang menargetkan kompleks kediamannya di ibu kota Iran, Teheran. Kematian ini mengakhiri kepemimpinannya selama hampir 37 tahun sebagai pemimpin tertinggi Iran. Israel menyatakan bahwa serangan tersebut adalah tindakan pencegahan demi melindungi diri. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, setelah beberapa hari memberikan sinyal beragam dari Gedung Putih mengenai tujuan perang, pada Jumat menyatakan bahwa target utama Washington adalah “penyerahan tanpa syarat” dari para pemimpin Republik Islam Iran.
Di tengah serangan yang terus berlangsung, Teheran tetap melanjutkan proses penunjukan pengganti Khamenei. Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan pada Minggu bahwa Majelis Pakar telah mencapai keputusan, meski nama pemimpin baru belum diumumkan secara resmi. Ahmad Alamolhoda, anggota Majelis Pakar, mengatakan bahwa pemungutan suara untuk menunjuk ketua telah berlangsung dan ketua telah terpilih. Ia menambahkan bahwa sekretariat majelis akan mengumumkan nama tersebut dalam waktu dekat.
Ayatollah Hashem Hosseini Bushehri, kepala sekretariat Majelis Pakar, disebut akan bertanggung jawab mengumumkan keputusan itu. Salah satu kriteria utama bagi pemimpin baru adalah sosok yang “dibenci oleh musuh”, menurut anggota panel seleksi sebagaimana dilaporkan Reuters.
Pemungutan suara tersebut berlangsung di tengah meluasnya konflik di kawasan Teluk Persia. Iran dilaporkan menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di berbagai wilayah Timur Tengah dengan serangan drone dan rudal. Pada Minggu, Iran juga dilaporkan menyerang tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait serta merusak fasilitas desalinasi di Bahrain, menurut laporan AFP.
Presiden Iran Massoud Pezeshkian pada Sabtu menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan yang terjadi di wilayah mereka yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Namun beberapa jam kemudian, kepala kehakiman Iran menegaskan bahwa serangan akan terus dilancarkan terhadap negara-negara Teluk yang “berada di bawah kendali musuh”.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait dilaporkan turut mengalami serangan dalam eskalasi konflik tersebut. Sementara itu di Iran, sejumlah depot minyak dilaporkan menjadi sasaran bombardemen udara intensif oleh pasukan AS dan Israel, menurut laporan BBC.
Di sisi lain, militer Israel juga memperingatkan warga di wilayah selatan Lebanon untuk mengungsi ke arah utara. Dalam unggahan di X, IDF menyatakan bahwa aktivitas kelompok Hizbullah memaksa mereka melakukan operasi militer di wilayah tersebut.
Presiden Donald Trump melalui akun Truth Social bahkan mengklaim permintaan maaf Presiden Pezeshkian sebagai hasil tekanan Washington. Trump juga memperingatkan bahwa “Iran akan dihantam sangat keras”. Pernyataan tersebut kemudian dibalas oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu.
“Jika Tuan Trump menginginkan eskalasi, justru itulah yang telah lama dipersiapkan oleh angkatan bersenjata kami yang kuat, dan itulah yang akan dia dapatkan,” kata Araghchi dalam pernyataan yang diunggah di X. Ia menegaskan, tanggung jawab atas setiap peningkatan tindakan bela diri Iran sepenuhnya berada di tangan pemerintahan Amerika Serikat.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











