Kekacauan Kepemimpinan di Iran Pasca-Kematian Ali Khamenei
Kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, memicu kekacauan politik yang luar biasa. Tidak adanya pewaris resmi menyebabkan pembentukan dewan kepemimpinan sementara yang terdiri dari tiga orang. Dewan ini akan menjabat hingga seorang pemimpin baru ditunjuk oleh Majelis Ahli.
Struktur Kekuasaan Sementara
Berdasarkan konstitusi Iran, kekuasaan sementara dipegang oleh dewan kepemimpinan tiga orang sampai pemimpin tertinggi baru pengganti Khamenei ditunjuk. Anggota dewan tersebut adalah:
- Presiden moderat Masoud Pezeshkian
- Ketua Mahkamah Agung garis keras Gholamhossein Mohseni Ejei
- Ulama senior Alireza Arafi
Selain itu, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa rezim telah “mempersiapkan diri untuk momen seperti ini” dan “merencanakan semua skenario.”
Namun, situasi di lapangan jauh dari stabil. Israel mengklaim bahwa mayoritas pimpinan militer senior Iran tewas dalam serangan terbaru, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Abdolrahim Mousavi, Komandan Garda Revolusi Mohammad Pakpour, serta Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani. Hilangnya tokoh-tokoh kunci ini memperberat proses konsolidasi kekuasaan.
Proses Pemilihan Pemimpin Baru
Pengganti Khamenei akan dipilih oleh Assembly of Experts (Majelis Ahli), badan beranggotakan 88 ulama senior. Majelis ini dipilih rakyat setiap delapan tahun, tetapi seluruh anggotanya harus lolos verifikasi dari Guardian Council (Dewan Penjaga), lembaga beranggotakan 12 ahli hukum yang memiliki kewenangan luas dalam menyaring kandidat politik dan menilai kesesuaian hukum dengan syariah.
Dalam praktiknya, Dewan Penjaga dikenal sering mendiskualifikasi kandidat, termasuk ratusan pendaftar dalam pemilu 2021. Para analis memperkirakan Majelis Ahli kemungkinan menunda sidang resmi sampai operasi militer AS–Israel mereda demi menghindari risiko keamanan tambahan.
Kandidat Terkuat untuk Menggantikan Khamenei
Beberapa nama langsung mengemuka sebagai kandidat kuat:
- Mojtaba Khamenei: Putra kedua Khamenei ini memiliki jaringan kuat di Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan Basij. Namun, suksesi ayah-ke-anak berisiko memunculkan kesan dinasti, sesuatu yang bertentangan dengan semangat revolusi 1979.
- Alireza Arafi: Anggota dewan transisi dan wakil ketua Majelis Ahli ini dinilai sebagai kandidat kuat. Ia juga duduk di Dewan Penjaga dan memimpin sistem seminari Iran.
- Mohammad Mehdi Mirbagheri: Figur dari sayap ulama paling konservatif, juga anggota Majelis Ahli.
- Hassan Khomeini: Cucu Khomeini yang dikenal lebih moderat dibanding sebagian tokoh garis keras.
Meski demikian, kejutan tetap mungkin terjadi. Iran bisa saja menunjuk figur yang lebih muda dan relatif tak dikenal, atau bahkan membentuk kepemimpinan kolektif alih-alih satu pemimpin tunggal.
Apakah Rezim Akan Runtuh?
Presiden AS Donald Trump menyerukan rakyat Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka. Namun sejauh ini belum terlihat gelombang demonstrasi nasional yang mampu mengguncang fondasi rezim. Tokoh oposisi di pengasingan seperti Reza Pahlavi disebut-sebut sebagai figur alternatif. Namun para analis menilai tidak ada kekuatan politik atau militer yang terorganisir dan siap langsung mengambil alih.
Tidak ada tanda pembelotan besar di tubuh militer atau elite keamanan. Dengan demikian, kemungkinan besar rezim masih akan bertahan meskipun dalam kondisi kritis.
Peran IRGC dalam Kekuasaan
Di tengah krisis terbesar dalam sejarah modern Republik Islam, rezim Iran bergerak cepat untuk mencegah fragmentasi internal dan menampilkan kesan kesinambungan. Di balik layar, banyak pengamat menilai kekuasaan saat ini kemungkinan besar dijalankan oleh IRGC.
Sebagai institusi yang hanya bertanggung jawab kepada pemimpin tertinggi, IRGC memiliki kekuatan militer, intelijen, serta pengaruh ekonomi luas di Iran. Mereka mengawasi Basij, pasukan relawan yang bertugas menjaga stabilitas domestik dan moral publik.
Dengan personel mencapai 190.000 orang dan kendali atas ekonomi serta intelijen, IRGC adalah tulang punggung yang menjaga agar rezim tidak runtuh dari dalam. Namun, apakah struktur itu cukup kuat menghadapi tekanan eksternal dan potensi gejolak internal, masih menjadi pertanyaan terbuka.
Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."











