"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"

5 Tips Mengatasi Bruntusan Akibat Skincare Tidak Cocok

Mengatasi Bruntusan Akibat Skincare Tidak Cocok

Bruntusan yang muncul setelah mencoba produk skincare baru sering menjadi tanda bahwa kulit sedang mengalami reaksi iritasi atau ketidakcocokan kandungan tertentu. Kondisi ini biasanya ditandai dengan tekstur kulit yang terasa kasar, munculnya bintik-bintik kecil, kemerahan, hingga rasa gatal ringan. Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi ini bisa berkembang menjadi peradangan yang lebih serius. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal dan mengetahui langkah pemulihan yang tepat menjadi kunci untuk mengembalikan tekstur kulit agar kembali halus dan sehat.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi bruntusan akibat skincare tidak cocok:

  1. Segera hentikan pemakaian produk yang menyebabkan munculnya bruntusan



    Tips pertama dalam mengatasi bruntusan akibat skincare yang tidak cocok adalah segera menghentikan penggunaan produk tersebut. Reaksi bruntusan ini sering dikategorikan sebagai acneiform eruption atau acne cosmetica, yaitu kondisi mirip jerawat yang dipicu oleh iritasi atau penyumbatan pori akibat kosmetik. Langkah utama penanganannya adalah menghentikan produk penyebab sesegera mungkin. Selama paparan bahan iritan atau komedogenik masih berlangsung, inflamasi pada kulit akan terus terjadi sehingga bruntusan tidak membaik. Setelah produk dihentikan, proses peradangan perlahan mereda dan skin barrier dapat pulih secara alami dalam beberapa minggu.

  2. Fokus perbaikan skin barrier



    Ketika skincare tidak cocok, lapisan pelindung kulit (skin barrier) bisa rusak sehingga kulit jadi lebih sensitif, mudah merah, dan muncul bruntusan. Oleh karena itu, yang perlu difokuskan adalah memperbaiki skin barrier terlebih dulu. Berdasarkan publikasi di Dermatologic Therapy, pelembap dengan kandungan ceramide, niacinamide, dan panthenol mampu membantu menguatkan kembali lapisan pelindung kulit, menjaga kelembapan, serta meredakan peradangan. Jika skin barrier sudah membaik, kulit akan lebih tenang dan bruntusan lebih cepat berkurang.

  3. Menggunakan pembersih wajah yang lembut (pH seimbang)



    Tips mengatasi bruntusan akibat skincare tidak cocok berikutnya adalah menggunakan pembersih wajah yang lembut. Saat kulit sedang bruntusan karena tidak cocok skincare, penting menggunakan pembersih wajah yang lembut dan memiliki pH seimbang agar tidak memperparah iritasi. Perlu diingat, cleanser yang terlalu keras bisa mengikis minyak alami kulit dan merusak skin barrier, sehingga peradangan makin mudah terjadi. Sementara cleanser yang lembut dan tidak mengiritasi akan membantu menjaga lapisan pelindung kulit tetap kuat serta mengurangi risiko peradangan. Jika skin barrier tetap terjaga, kulit akan lebih cepat terasa tenang dan bruntusan pun lebih mudah mereda.

  4. Hindari bahan aktif keras sementara



    Saat kulit sedang bruntusan dan sensitif, sebaiknya hentikan dulu penggunaan bahan aktif yang kuat seperti retinoid, AHA/BHA, atau benzoyl peroxide. Kandungan ini memang efektif untuk jerawat, tetapi pada kulit yang sedang iritasi justru bisa memperparah kemerahan, rasa perih, kering, dan membuat skin barrier makin rusak. Jika tetap dipakai saat kondisi kulit belum stabil, proses peradangan bisa berlangsung lebih lama. Oleh karena itu, beri waktu kulit untuk pulih terlebih dulu dengan perawatan yang lembut sebelum kembali menggunakan bahan aktif tersebut secara bertahap.

  5. Patch test jika berulang atau parah



    Jika bruntusan sering muncul setiap mencoba produk baru atau kondisinya cukup parah dan tidak kunjung membaik, sebaiknya lakukan patch test. Patch test dilakukan untuk memastikan apakah suatu produk atau bahan dapat menyebabkan alergi atau iritasi pada kulit. Caranya dengan mengoleskan sedikit produk pada bagian kecil kulit, lalu melihat apakah muncul reaksi dalam waktu 24-48 jam. Hasilnya membantu menentukan kandungan yang harus dihindari agar masalah kulit tidak berulang.

Itu dia tips mengatasi bruntusan akibat skincare tidak cocok yang bisa kamu praktikkan. Semoga informasinya bermanfaat ya!

Erina Syifa

Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *