Fenomena Minum Oli yang Viral di Media Sosial
Beberapa waktu terakhir, sebuah fenomena yang mengejutkan dan memicu kekhawatiran masyarakat telah viral di media sosial. Banyak orang mulai meminum oli dengan keyakinan bahwa hal tersebut baik untuk kesehatan. Dalam video yang beredar, sekelompok orang bergiliran meminum oli dari merek tertentu yang baru dibuka. Salah satu dari mereka mengklaim bahwa setelah rutin meminum oli, ia merasa lebih sehat dan bugar. Hal ini membuat orang lain ikut mencoba.
Ada dua kasus viral minum oli yang beredar di media sosial. Pertama, kasus di Kabupaten Bombana, Sulawesi Utara, dan kedua, kasus di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Karena adanya kasus ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel turut angkat bicara. Mereka khawatir tindakan ini bisa ditiru oleh anak-anak atau masyarakat luas.
Pernyataan MUI Sulsel
MUI Sulsel menegaskan bahwa tindakan minum oli adalah perbuatan haram. Menurut mereka, oli bukanlah minuman dan dapat merusak kesehatan. Oli merupakan bahan khusus untuk kendaraan dan tidak aman jika dikonsumsi manusia.
“Oli itu bukan minuman manusia dan dipastikan ada pengaruh dalam kesehatan, itu hukumnya haram. Artinya, minum oli itu haram karena bukan minuman,” kata Sekretaris MUI Sulawesi Selatan Prof Muammar Bakry, Selasa (7/4/2026), dikutip dari MUI Digital.
Menurut Bakry, tindakan minum oli bisa ditiru oleh orang lain. Dengan narasi keliru bahwa minum oli bagus untuk kesehatan, ada kekhawatiran tindakan ini dapat ditiru. Ia menyarankan agar pihak yang memberikan contoh dalam video segera mengklarifikasi.
Dampak Bagi Kesehatan
Dr. Adam Prabata, dokter umum Indonesia yang dikenal sebagai edukator kesehatan, influencer medis, dan peneliti di bidang kardiologi, menyebutkan dalam unggahannya bahwa efek paling berbahaya akibat menelan oli adalah pneumonitis. Pneumonitis adalah peradangan pada jaringan paru-paru, khususnya kantung udara kecil (alveoli), yang sering disebabkan oleh iritan bukan infeksi menular seperti pneumonia.
“Kondisi ini menyebabkan peradangan paru berat dan dapat berujung hingga kematian,” tulis dr Adam Prabata di akun media sosial miliknya @adamprabata, dilihat pada Selasa (7/4/2026).
Pria yang tercatat meraih gelar PhD di bidang Medical Sciences dari Kobe University, Jepang ini menyebutkan, bahwa efek samping yang paling sering akibat minum oli adalah diare. Namun selain itu, minum oli juga dapat menyebabkan akumulasi logam berat dalam tubuh yang dapat berujung pada keracunan logam berat bila terjadi dalam jangka panjang, stress oksidatif, hingga peningkatan risiko kanker.
Penjelasan Lembaga Poison Control
Apa yang disampaikan dr Adam Prabata juga pernah dimuat dalam laporan dari Poison Control. Disebutkan bahwa, jika oli tertelan dan masuk ke paru-paru, dampaknya bisa sangat fatal. “Oli mesin bisa sangat berbahaya jika tertelan, terutama jika masuk ke paru-paru,” tulis lembaga tersebut.
Paparan jangka panjang juga meningkatkan risiko kanker, gangguan reproduksi, dan kerusakan organ vital lainnya.











