Persiapan Menyambut Ramadhan: Mandi Wajib dan Tata Cara yang Benar
Menyambut bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk bersuci sebelum menjalankan ibadah puasa. Salah satu cara bersuci tersebut adalah dengan mandi wajib. Mandi wajib memiliki perbedaan mendasar dengan mandi biasa, yaitu terletak pada niat. Niat menjadi elemen penting dalam setiap amalan, sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW:
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907)
Niat mandi wajib dibaca dalam hati, tanpa perlu diucapkan secara lisan. Dalam hal ini, lafaz niat yang digunakan adalah:
Latin:
“Nawaitul Gusla liraf’il hadatsil Akbari fardhan lillahi ta’ala”
Artinya:
Saya niat mandi mengangkat hadats besar wajib karena Allah.
Selain mandi wajib, ada juga niat mandi sunnah menyambut Ramadhan. Niat mandi sunnah adalah:
Latin:
“Nawaitu guslal lidhukulissyiami romdhoona hadihisanati sunatallillahi ta’alla”
Artinya:
Aku berniat mandi sunat bulan Ramadan karena Allah Ta’ala.
Proses Sidang Isbat Awal Ramadhan 1447 Hijriah
Pemerintah akan menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah melalui sidang isbat. Sidang ini rencananya akan digelar di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat. Prosesnya akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, bersama para pakar falak, perwakilan ormas Islam, serta instansi terkait.
Hasil sidang isbat akan diumumkan setelah waktu Maghrib menjelang Isya, sekitar pukul 19.00 WIB. Masyarakat dapat mengikuti pengumuman resmi tersebut melalui konferensi pers yang disiarkan secara langsung.
Tata Cara Mandi Junub Bagi Pria
Tata cara mandi junub bagi pria berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:
- Menuangkan air dan mencuci kedua tangan
Mulailah dengan mencuci tangan sebanyak tiga kali. - Mengambil air dengan tangan kanan untuk mencuci kemaluan dengan tangan kiri
Gunakan tangan kiri untuk membersihkan bagian kemaluan. - Menggosokkan tangan kiri ke tanah atau sabun
Setelah mencuci kemaluan, gosokkan tangan kiri ke tanah atau gunakan sabun. - Berkumur dan menghirup air ke dalam hidung
Lakukan seperti saat berwudhu. - Membasuh muka dan tangan
Bersihkan wajah dan tangan seperti saat berwudhu. - Membasuh kepala tiga kali
Siram air ke kepala sebanyak tiga kali, sela-sela pangkal rambut. - Mengguyur seluruh badan
Siram air ke seluruh tubuh mulai dari bagian kanan, lalu bagian kiri. - Mencuci kedua kaki
Setelah selesai, bergeser ke tempat lain dan cuci kaki.
Tata Cara Mandi Junub Bagi Wanita
Tata cara mandi junub bagi wanita hampir sama dengan pria, tetapi ada beberapa perbedaan. Berikut penjelasannya:
- Niat
Niat dibaca dalam hati dengan lafaz:
“Nawaitul Gusla liraf’il hadatsil Akbari fardhan lillahi ta’ala” - Mencuci tangan
Cuci tangan sebanyak tiga kali sebelum memasukkan tangan ke bejana. - Membersihkan kemaluan
Gunakan tangan kiri untuk membersihkan kemaluan. - Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan
Gosokkan tangan kiri ke tanah atau gunakan sabun. - Berwudhu
Lakukan wudhu sempurna seperti ketika hendak shalat. - Menyiram kepala tiga kali
Siram air ke kepala tiga kali, sela-sela pangkal rambut. - Mengguyur seluruh badan
Mulai dari bagian kanan, lalu bagian kiri. - Mencuci kaki
Setelah selesai, bergeser ke tempat lain dan cuci kaki.
Mandi Karena Haidh dan Nifas
Untuk mandi karena haidh dan nifas, tata caranya sama dengan mandi junub, tetapi ada tambahan:
- Menggunakan sabun
Sebagaimana disebutkan dalam hadis Aisyah, menggunakan sabun dan daun bidara sangat dianjurkan. - Melepas gelungan rambut
Air harus sampai ke akar rambut, sehingga perlu melepas ikatan rambut.











