Profil Saifullah Yusuf atau Gus Ipul
Saifullah Yusuf atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Ipul kini menjadi sorotan publik setelah kebijakan penonaktifan sekitar 13,5 juta kartu BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) memicu gelombang kritik di media sosial. Kebijakan yang dinilai dilakukan secara mendadak tanpa sosialisasi memadai itu membuat banyak masyarakat kebingungan, bahkan khawatir kehilangan akses layanan kesehatan.
Di tengah polemik tersebut, perhatian publik pun tertuju pada sosok Gus Ipul, rekam jejak panjangnya di dunia politik dan pemerintahan, hingga harta kekayaannya yang tercatat mencapai lebih dari Rp26 miliar. Siapakah sebenarnya Gus Ipul, bagaimana perjalanan kariernya hingga kembali dipercaya menjabat Menteri Sosial, dan seperti apa profil kekayaan yang dimilikinya?
Latar Belakang Gus Ipul
Gus Ipul lahir di Pasuruan pada 28 Agustus 1964. Ia saat ini telah berusia 62 tahun. Sejak kecil, Gus Ipul merupakan putra Jawa Timur. Ia menempuh pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Setelah itu, ia melanjutkan di SMP dan SMA Islam Pasuruan, Jawa Timur.
Gus Ipul lalu menempuh pendidikan tinggi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional. Mengikuti jejak Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, keponakannya ini pun langsung berkecimpung di dunia politik, meski memiliki cita-cita untuk menjadi guru madrasah.
Karier Politik Gus Ipul
Awal karier Gus Ipul dimulai ketika bergabung ke organisasi sayap pemuda Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor. Selanjutnya, pada tahun 1999, Gus Ipul menjabat sebagai Ketua Umum GP Ansor menggantikan Iqbal Assegaf yang wafat.
Karier Gus Ipul di dunia politik pun semakin moncer ketika dirinya terpilih menjadi anggota DPR. Kala itu ia maju dengan dukungan PDI-Perjuangan. Namun, pada tahun 2001, ia berubah haluan dan berpindah masuk ke PKB. Di internal PKB, Gus Ipul pun sempat dipercaya menjabat sebagai Sekjen PKB pada tahun 2002.
Kariernya semakin meroket ketika ditunjuk presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal. Hanya saja, Gus Ipul sempat dicopot dari jabatannya sebagai menteri dan Sekjen PKB karena terjadinya konflik internal.
Pada tahun 2008, ia pun memutuskan untuk maju pada Pilkada Jatim sebagai cawagub dari Soekarwo. Dia pun menang dan dilantik pada 21 Januari 2009 oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saat itu, Mardiyanto.
Pada Pilkada Jatim 2013, ia bersama dengan Soekarwo lagi-lagi mencalonkan diri dan kembali menang. Lima tahun kemudian, pada Pilkada Jatim 2018, Gus Ipul kembali maju, tetapi kini menjadi cagub dan berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno. Namun suaranya kalah dengan Khofifah Indar Parawansa, yang berduet dengan Emil Dardak.
Gus Ipul lalu ambil bagian pada Pilkada Kota Pasuruan pada tahun 2020. Namun, pada tahun 2022, Gus Ipul memutuskan mundur sebagai Wali Kota Pasuruan karena ditunjuk menjadi Sekjen PBNU lewat Surat Keputusan PBNU Nomor 01/A.II.04/01/2022.
Ia lalu ditunjuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Sosial pada 2024, menggantikan Juliari Batubara yang terseret kasus korupsi bansos. Ia menjabat Mensos hingga akhir masa pemerintahan Jokowi. Fokus utamanya saat itu adalah pembenahan tata kelola bansos, data penerima, dan integritas program sosial pasca-skandal.
Kariernya sebagai Mensos berlanjut di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui pengumuman kabinet baru, pada Oktober 2024 hingga sekarang.
Harta Kekayaan Gus Ipul
Berdasarkan laporan harta kekayaan yang tercatat, total kekayaan Gus Ipul mencapai lebih dari Rp26 miliar. Berikut rincian harta kekayaannya:
- Tanah dan Bangunan: Rp17.831.629.087
- Tanah seluas 3670 m2 di Jakarta Selatan: Rp7.985.920.000
- Tanah dan bangunan seluas 311 m2/250 m2 di Depok: Rp2.000.000.000
- Bangunan seluas 102 m2 di Surabaya: Rp2.500.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 377 m2/250 m2 di Jombang: Rp300.000.000
- Tanah seluas 660 m2 di Jombang: Rp500.000.000
- Tanah dan bangunan seluas 3850 m2/1000 m2 di Pasuruan: Rp2.000.000.000
- Bangunan seluas 82.32 m2 di Surabaya: Rp2.545.709.087
- Alat Transportasi dan Mesin: Rp770.000.000
- Mobil Toyota Alpard G tahun 2019: Rp550.000.000
- Mobil Honda Civic 1.5 TC E CVT tahun 2018: Rp220.000.000
- Harta Bergerak Lainnya: Rp560.000.000
- Surat Berharga: Rp3.100.000.000
- Kas dan Setara Kas: Rp5.594.506.696
- Harta Lainnya: Rp0
- Sub Total: Rp27.856.135.783
- Hutang: Rp1.650.000.000
- Total Harta Kekayaan (I-II): Rp26.206.135.783
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”











