"Menembus Batas, Menghadirkan Berita Lokal"
Budaya  

Peringatan Santo dan Santa Pelindung Hari Ini, Rabu 4 Februari 2026

Peringatan Santo dan Santa Pelindung Hari Ini

Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, umat Katolik merayakan peringatan Santo Yohanes de Britto, seorang martir yang dikenang karena pengabdian dan kesetiaannya terhadap iman.

Santo Yohanes de Britto lahir dari keluarga seorang perwira tinggi. Ketika masih kecil, ia memiliki pertemanan dekat dengan Don Pedro, yang nantinya menjadi Raja Portugal. Sejak muda, Yohanes menunjukkan minat kuat pada hal-hal rohani. Saat remaja, ia tidak tertarik pada gaya hidup istana yang serba gemerlap, melainkan lebih memilih menjalani kehidupan yang penuh doa dan pengabdian.

Suatu ketika, Yohanes jatuh sakit namun segera sembuh setelah berdoa bersama ibunya, dengan perantaraan Santo Fransiskus Xaverius. Dari sana, ia memiliki cita-cita untuk menjadi misionaris seperti Santo Fransiskus Xaverius. Pada perayaan Natal tahun 1662, ia masuk novisiat Serikat Yesus di Lisbon. Di hadapan bayi Yesus di kandang Natal, ia berdoa agar diberi kesempatan untuk mewartakan Injil di Jepang. Namun, Tuhan memiliki rencana lain baginya. Ia kemudian ditempatkan sebagai misionaris di India, sebuah wilayah misi yang sangat sulit.

Ibu Yohanes mencoba menghubungi Duta Sri Paus dan pembesar lainnya untuk membatalkan penempatannya, karena menilai India terlalu berbahaya. Namun, Yohanes dengan tenang menjelaskan bahwa Tuhanlah yang memanggilnya. Ia menyatakan bahwa ia tidak bisa menolak panggilan Tuhan. Akhirnya, ibunya merelakan dia pergi ke India demi Injil Kristus. Selama 20 tahun, Yohanes berkarya di tengah rintangan, penderitaan, dan kekurangan. Keberhasilannya dalam mempertobatkan orang-orang India akhirnya membawanya kepada kematian yang mengerikan. Ia ditangkap, dianiaya, dan akhirnya dihukum mati dengan dipenggal kepala pada tanggal 4 Februari 1693.

Santo Isodorus dari Mesir, Pengaku Iman

Santo Isodorus dari Mesir adalah seorang pertapa yang menjalani kehidupan tapa yang keras di gurun pasir Mesir. Ia dikenal sebagai orang saleh yang ramah kepada siapa pun yang datang meminta bimbingannya. Ia rajin berdoa dan bekerja, dengan selalu membaca Mazmur saat bekerja. Ketika rekan-rekannya menyarankannya untuk beristirahat, ia menjawab: “Hidup Yesus penuh dengan kerja keras dan doa. Karena itulah kita juga harus berbuat sama seperti Yesus.”

Suatu kali, saat kembali dari kunjungan ke Uskup Theofilus di kota Aleksandria, rekan-rekannya bertanya tentang apa yang dilihatnya. Isodorus menjawab bahwa ia hanya melihat Uskup Theofilus. Jawaban ini dimaksudkan untuk mengingatkan rekan-rekannya akan pentingnya pengendalian diri bagi seorang pertapa di tengah kegermelapan dunia. Ia meninggal pada tahun 390.

Santa Katarina Dei Ricci, Perawan

Santa Katarina Dei Ricci lahir di Florence, Italia, pada tanggal 23 April 1322. Ia dipermandikan dengan nama Aleksandrina Dei Ricci. Sejak kecil, ia menunjukkan minat besar terhadap hal-hal kerohanian seperti berdoa dan kewajiban agama lainnya. Cita-citanya hanya satu, yaitu menjadi biarawati. Pada usia 13 tahun, ia bergabung dengan Ordo Ketiga Santo Dominikus di desa Prato dengan nama baru: Katarina Dei Ricci.

Di dalam ordo ini, Katarina mengalami perkembangan rohani yang mendalam. Ia mengalami banyak penglihatan Ilahi. Pada masa puasa tahun 1542, ia mengalami penglihatan ajaib tentang Kristus yang disalibkan, yang membuatnya sakit selama tiga minggu. Ia sembuh setelah mengalami penglihatan kedua pada malam Paskah tentang Yesus yang bangkit dan menampakkan diri kepada Maria Magdalena.

Selama 12 tahun, Katarina mengalami penglihatan setiap hari Jumat. Ia juga dianugerahi lima luka Yesus pada tangan, kakinya, dan lambungnya. Stigmata ini menjadi tanda ilahi yang terus menggerakkan dia untuk merenungkan makna penderitaan Yesus bagi keselamatan manusia. Meskipun mengalami berbagai pengalaman rohani, ia tetap rendah hati dan penuh kasih sayang kepada sesamanya. Ia meninggal pada tanggal 2 Februari 1590 di Prato, dekat Florence.

Santa Yoana Valois, Pengaku Iman

Santa Yoana Valois, puteri raja Louis XI (1461–1483), lahir pada tahun 1464. Ketika menanjak remaja, ia dipaksa ayahnya menikah dengan seorang pangeran dari Orleans. Setelah suaminya naik tahta pada tahun 1498, Yoana meminta agar perkawinan mereka dibatalkan, karena ia tidak ingin menikah atas dasar paksaan. Sri Paus mengabulkan permohonannya.

Setelah itu, Yoana tinggal di Bourges. Pada tahun 1501, ia mendirikan Ordo Annonciades, sebuah ordo kontemplatif untuk penghormatan abadi kepada Bunda Maria. Istananya diubah menjadi biara induk untuk ordo tersebut. Sebagai seorang biarawati, Yoana dikenal sabar, baik hati, dan saleh. Ia ditetapkan Kudus oleh Sri Paus Pius XII pada tahun 1950.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *